Penyakit Lainnya

Osteopenia

13 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Osteopenia
Osteopenia adalah kondisi yang ketika Anda kehilangan massa tulang dan tulang menjadi lebih lemah. Kondisi ini terjadi ketika bagian dalam tulang Anda menjadi rapuh karena kehilangan kalsium. Osteopenia sangat umum seiring bertambahnya usia.Massa tulang total mencapai puncaknya sekitar usia 35 tahun. Orang yang menderita osteopenia memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis.Osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan patah tulang, postur bungkuk, rasa sakit yang parah, dan kehilangan tinggi badan.Namun jangan khawatir karena Anda dapat melakukan beberapa cara untuk mencegah osteopenia. Misalnya dengan melakukan olahraga dan mengonsumsi beberapa jenis makanan untuk dapat membantu menjaga tulang tetap kuat.Jika Anda menderita osteopenia, tanyakan kepada dokter tentang bagaimana cara memperbaiki dan mencegah memburuknya kondisi, sehingga Anda dapat menghindari osteoporosis. 
Osteopenia
Dokter spesialis Ortopedi
Faktor risikoWanita,  kekurangan kalsium dan vitamin D, kurang olahraga
Metode diagnosisTes kepadatan tulang
PengobatanKonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan kalsium dan vitamin D, rajin olahraga
KomplikasiOsteporosis
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri punggung yang tiba-tiba dan parah atau semakin parah saat berdiri 
Secara umum, osteopenia tidak menimbulkan tanda dan gejala apapun. Kehilangan massa tulang tidak menyakitkan. Patah tulang atau patah tulang dapat terjadi, tetapi masalah ini cenderung terjadi setelah Anda menderita osteoporosis. 
Penyebab utama osteopenia adalah bertambahnya usia. Setelah massa tulang Anda mencapai puncaknya, tubuh Anda memecah tulang lama lebih cepat daripada membangun tulang baru. Hal ini berarti Anda bisa kehilangan beberapa kepadatan tulang. 

Faktor risiko osteopenia

Beberapa faktor risiko osteopenia meliputi:
  • Wanita
  • Usia di atas 50 tahun
  • Menopause sebelum usia 45 tahun
  • Menjalani operasi pengangkatan ovarium sebelum menopause
  • Tidak cukup berolahraga
  • Pola makan yang buruk, terutama yang kekurangan kalsium dan vitamin D
  • Merokok atau menggunakan bentuk tembakau lainnya
  • Minum terlalu banyak alkohol atau kafein
  • Mengonsumsi prednison atau fenitoin
  • Menderita gangguan kesehatan tertentu, seperti anoreksia, bulimia, sindrom Cushing, hiperparatiroidisme, hipertiroidisme
  • Menderita kondisi peradangan seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau penyakit Crohn
 
Diagnosis osteopenia dilakukan dengan cara melakukan tes kepadatan tulang untuk mengukur massa tulang dan kekuatan tulang. Salah satu jenis tes adalah absorptiometry sinar-X energi ganda (DEXA atau DXA). Tes ini mengukur kepadatan tulang di pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan Anda.Hasilnya dapat menunjukkan apakah Anda menderita osteopenia atau osteoporosis, atau apakah tulang Anda normal.Semakin rendah skor Anda, semakin tinggi risiko patah tulang. Jika nilainya antara -1 dan -2,5 kemungkinan Anda mengalami osteopenia. Jika nilainya lebih rendah dari -2,5 maka kemungkinan Anda mengalami osteoporosis. 
Cara mengobati osteopenia umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Konsumsi makanan dan minuman yang kaya kalsium serta vitamin D

Beberapa makanan atau minuman yang bisa Anda konsumsi, yaitu susu rendah lemak, keju, susu, yogurt, roti, dan sereal. Makanan lain yang mengandung kalsium dan bisa Anda konsumsi, yaitu  kacang kering, brokoli, salmon air tawar, dan bayam.
  • Olahraga secara rutin

Melakukan jalan kaki, lari, dan melompat setiap hari selama 30 menit telah terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan tulang pasien osteopenia. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan olahraga apapun.Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D.Jika tidak ditangani dengan benar, osteopenia bisa menyebabkan komplikasi berupa osteoporosis. 
Cara mencegah osteopenia yang bisa dilakukan meliputi:
  • Batasi merokok, mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan kafein
  • Berjemur di bawah sinar matahari. Diskusikan dengan dokter kapan saat yang terbaik untuk berjemur sesuai dengan kondisi Kesehatan Anda.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalsium atau vitamin D.Misalnya produk olahan susu, bayam, brokoli, kacang kering, telur dan ikan
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Nyeri punggung yang tiba-tiba dan parah
  • Sakit punggung yang semakin parah saat berdiri atau berjalan, tetapi sedikit membaik saat Anda berbaring
  • Sakit punggung saat membungkuk atau memutar badan
  • Kehilangan tinggi badan
  • Bentuk melengkung atau bungkuk ke tulang belakang
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait osteopenia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis osteopenia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/osteopenia/
Diakses pada 13 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteopenia
Diakses pada 13 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteopenia-early-signs-of-bone-loss#2-5
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email