Infeksi

Osteomielitis

15 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Osteomielitis
Osteomielitis terjadi karena infeksi bakteri yang masuk melalui luka atau bekas operasi, dan menyebar melalui aliran darah sehingga menginfeksi tulang.
Osteomielitis atau osteomyelitis adalah infeksi bakteri yang terjadi pada tulang. Ini merupakan salah satu penyakit tulang yang langka.Pada anak-anak, infeksi tulang umumnya terjadi pada tulang panjang di tangan atau kaki. Pada orang dewasa, osteomyelitis biasanya menyerang tulang panggul, tulang belakang, dan telapak kaki. Osteomielitis dapat terjadi tiba-tiba atau berkembang seiring berjalannya waktu. Tanpa penanganan yang tepat, osteomielitis bisa menyebabkan kerusakan tulang permanen.Klasifikasi osteomielitis itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu osteomielitis akut yang terjadi dalam jangka pendek dan osteomielitis kronis yang terjadi dalam jangka panjang.
Osteomielitis
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri tulang, demam, bengkak dan teraba hangat di area yang terinfeksi
Faktor risikoUsia lanjut, pasien yang menjalani cuci darah, diabetes
Metode diagnosisTes darah, tes pencitraan, biopsi tulang
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiKematian tulang (osteonekrosis), artritis septik, kanker kulit
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami nyeri tulang disertai demam
Terkadang, osteomielitis tidak menunjukkan tanda ataupun gejala. Jika ada, tanda dan gejalanya sering kali tidak spesifik, dan sulit dibedakan dengan kondisi lain yang memiliki gejala serupa.Gejala osteomielitis meliputi:
  • Nyeri pada tulang
  • Demam dan meriang
  • Keringat berlebih
  • Pembengkakan, kemerahan, rasa panas, dan rasa nyeri di area yang terinfeksi. Area tersebut, termasuk sendi di sekitarnya, pun menjadi kaku dan sulit digerakkan.
  • Rasa mual
  • Rasa ketidaknyamanan
  • Keluarnya nanah dari dalam kulit
  • Sulit berjalan dan juga sulit membawa beban
  • Pada penderita anak-anak yang belum dapat mengekspresikan rasa sakit, tampak rasa tidak nyaman.
Gejala osteomielitis akut umumnya terjadi mendadak dalam kurun waktu 7-10 hari. Sementara itu, osteomielitis kronis cenderung terjadi akibat osteomielitis akut berulang atau yang tidak diobati. 
Osteomielitis umum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun, penyakit ini dapat pula disebabkan oleh infeksi jamur, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya, pada daerah-daerah di mana infeksi oleh jamur seperti histoplasmosis, blastomikosis atau coccidioidomycosis sudah bersifat endemis (sering terjadi).Infeksi awalnya terjadi pada luka atau jenis infeksi lain yang akhirnya menyebar ke tulang. Berikut adalah beberapa cara bakteri atau jamur penyebab osteomielitis menyebabkan infeksi pada tulangi:
  • Melalui luka yang berat dan dalam. Misalnya, patah tulang dalam kondisi parah dan mengakibatkan luka terbuka, hingga adanya bagian dari tulang yang menusuk keluar melalui kulit.
  • Akibat area tubuh yang dioperasi dan mengalami kontaminasi. Contohnya pada operasi penggantian panggul, atau operasi untuk memperbaiki patah tulang.
  • Lewat pembuluh darah, misalnya jika terdapat pneumonia pada paru-paru atau infeksi saluran kemih, kuman tersebut dapat masuk dan menyebar melalui pembuluh darah ke daerah tulang yang lemah.

Faktor risiko

Beberapa kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko terhadap osteomyelitis adalah:
  • Usia lanjut
  • Penyakit arteri perifer yang biasanya berhubungan dengan merokok
  • Penyakit sickle-cell anemia
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Cedera yang baru dialami
  • Operasi yang melibatkan tulang
  • Sedang menjalani pencucian darah
  • Menggunakan alat bantu kateter untuk buang air kecil
  • Penyalahgunaan obat terlarang melalui suntikan
  • Suplai darah yang buruk
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Diagnosis penyakit osteomielitis biasanya didasarkan pada tanda dan gejala yang dicurigai saat pemeriksaan fisik. Misalnya, adanya sakit pada tulang yang disertai dengan pembengkakan dan kemerahan.Selain itu, dokter dapat mendiagnosis osteomyelitis dengan melakukan kombinasi dari sejumlah pemeriksaan, antara lain:
  • Tes hitung darah lengkap, untuk mengecek jumlah sel darah putih. Kadar sel darah putih akan meningkat jika infeksi terjadi. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan organisme yang menyebabkan infeksi.
  • Pemeriksaan kultur darah, sampel darah diambil untuk kemudian ditempatkan di tempat yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri. Dengan begini, dokter juga dapat menentukan antibiotik yang tepat untuk melawan bakteri penginfeksi.
  • Pemeriksaan apusan (Swab) tenggorokan, untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri juga menentukan jenis bakteri penginfeksi.
  • Pemeriksaan kultur urine dan feses, memiliki fungsi yang sama dengan pemeriksaan sebelumnya, yaitu untuk mengetahui keberadaan dan jenis bakteri yang menginfeksi.
  • Imaging test atau tes pencitraan, berupa:
    • Foto rontgen, untuk melihat kerusakan pada tulang. Kerusakan pada tulang yang terdeteksi mungkin baru akan terlihat setelah infeksi terjadi selama beberapa minggu.
    • MRI, untuk memberikan gambaran tulang dan jaringan lunak yang lebih jelas. Selain itu, tes MRI juga dapat memberikan gambaran akan cairan dalam tulang, sehingga tes ini dapat pula menentukan sejauh mana kerusakan pada tulang telah terjadi.
    • Bone Scan,untuk menunjukkan aktivitas sel dan metabolik pada tulang. Scan ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan radioaktif secara infus ke dalam tubuh. Jika cairan tersebut tersebar secara merata, maka jaringan tulang dianggap sehat. Sebaliknya, jika terdapat tumor atau infeksi pada tulang, cairan tadi akan diserap secara tak berimbang oleh suatu area pada tulang.
  • Biopsi tulang, untuk mengetahui jenis kuman yang menginfeksi tulang. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel dari tulang yang diduga terinfeksi, untuk kemudian dianalisis.
  • Needle aspiration, pengambilan sampel cairan atau sel dari tulang tertentu dalam tubuh menggunakan jarum. Sampel ini kemudian dikembangkan di laboratorium. Dengan begini, metode pengobatan yang tepat dapat dipilih untuk melawan bakteri yang terdapat dalam sampel tadi.
Tujuan utama dari penanganan osteomielitis adalah untuk mengobati infeksi dan mengurangi kerusakan yang terjadi pada tulang. Obat antibiotik atau antijamur dapat diberikan sesuai dengan penyebab infeksi.Penanganan yang sering dilakukan untuk mengobati osteomielitis adalah operasi untuk mengangkat bagian tulang yang terinfeksi, kemudian diikuti oleh pemberian antibiotik secara intravena (infus) di rumah sakit.Operasi dilakukan berdasarkan tingkat keparahan gejala osteomielitis yang diderita pasien. Prosedur operasi biasanya meliputi:
  • Pengangkatan tulang yang terinfeksi serta jaringan di sekitarnya yang terinfeksi atau mati (debridement)
  • Penghilangan nanah atau kantong nanah dari area yang terinfeksi, dengan cara cairan di dalamnya dikeluarkan melalui metode needle aspiration yang sebelumnya telah disebut
  • Perbaikan aliran darah ke tulang
  • Pengangkatan materi asing seperti lempengan atau sekrup yang dipakai pada operasi tulang sebelumnya
  • Amputasi tungkai, sebagai pilihan terakhir untuk menghentikan penyebaran infeksi lebih lanjut
Setelah osteomielitis ditangani, obat antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter. Obat ini berfungsi untuk melawan bakteri yang tersisa dalam aliran darah dan untuk menghindari potensi untuk kembalinya infeksi. Selain melalui infus, antibiotik juga dapat diberikan dokter dalam bentuk obat yang ditelan.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, osteomielitis dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
  • Kematian tulang (osteonekrosis), kondisi di mana aliran darah ke tulang telah berhenti. Saat hal ini terjadi, tulang yang mati mesti diangkat melalui operasi.
  • Artritis septik, kondisi di mana infeksi pada tulang menjadi tersebar ke sendi di sekitar tulang tersebut.
  • Pertumbuhan yang terganggu, khususnya pada anak-anak. Osteomielitis pada pasien anak-anak dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka, terutama jika penyakit ini mempengaruhi tulang panjang baik di tangan maupun kaki, area tulang yang disebut growth plates, area di mana tulang banyak bertumbuh saat anak-anak mengalami masa pubertas.
  • Kanker kulit, dapat terjadi, terutama pada pasien osteomielitis dengan luka terbuka yang bernanah. Pada luka tersebut, area kulit sekitarnya memiliki risiko lebih tinggi terhadap munculnya karsinoma sel squamosa, salah satu jenis kanker kulit.
Sebisa mungkin, hindari kondisi yang dapat menyebabkan luka sayatan, lecet, atau gigitan dan cakaran hewan. Gunakan pelindung yang memadai atau patuhi aturan protokol kesehatan jika Anda sering beraktivitas di kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut.Pencegahan osteomielitis terbaik adalah dengan menjaga kebersihan diri, terlebih ketika sedang terluka. Jika Anda terluka, terutama luka yang dalam, cucilah seluruhnya dengan bersih. Bilas semua luka di bawah air mengalir selama 5 menit, kemudian balut dengan perban yang steril.Jika Anda menderita osteomielitis kronis, pastikan dokter mengetahui tentang riwayat kesehatan Anda. Jika Anda menderita diabetes, perhatikan kaki Anda dan hubungi dokter ketika menyadari adanya tanda infeksi pertama.
Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami sakit tulang yang memburuk disertai demam. Jika berisiko terkena infeksi karena kondisi kesehatan atau baru saja menjalani operasi baru-baru ini, atau Anda melihat tanda serta gejala infeksi, sebaiknya Anda menemui dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. 
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan seperti:
  • Kapan pertama kali Anda mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah Anda demam atau menggigil?
  • Adakah hal yang memperburuk atau meringankan gejala Anda?
  • Apakah Anda pernah mengalami luka sayatan, goresan atau luka lain akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda baru menjalani operasi belakangan ini?
  • Pernahkah Anda menjalani operasi patah tulang?
  • Apakah Anda menderita diabetes? Apakah Anda memiliki ulkus pada kaki?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis osteomielitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Organization of Rare Disorder – NORD. https://rarediseases.org/rare-diseases/osteomyelitis/
Diakses pada 10 September 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/osteomyelitis
Diakses pada 10 September 2021
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/osteomyelitis
Diakses pada 10 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9495-osteomyelitis
Diakses pada 10 September 2021
Genetic and Rare Disease Information Center - GARD. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7286/osteomyelitis
Diakses pada 10 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteomyelitis
Diakses pada 26 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomyelitis/symptoms-causes/syc-20375913
Diakses pada 26 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/osteomyeltis-treatment-diagnosis-symptoms#1
Diakses pada 26 November 2018
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/musculoskeletal-and-connective-tissue-disorders/infections-of-joints-and-bones/osteomyelitis
Diakses pada 10 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email