Oppositional Defiant Disorder

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Reni Utari
Oppositional Defiant Disorder (ODD) adalah gangguan perkembangan yang biasa dialami anak atau remaja awal
Penderita ODD biasanya memiliki pola kemarahan, pemberontakan, perdebatan, dan pembalasan dendam secara terus-menerus kepada figur otoritas.

Pengertian Oppositional Defiant Disorder

Oppositional Defiant Disorder (ODD) adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan pola kemarahan, pemberontakan, perdebatan, dan pembalasan dendam secara terus-menerus kepada figur otoritas. ODD kebanyakan dialami oleh anak-anak atau remaja awal. Dalam hal ini, figur otoritas bisa berupa orangtua maupun pihak yang berwenang. Jika tidak ditangani secara serius, gangguan ini dapat berkembang menjadi Conduct Disorder (CD).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual and Mental Disorders edisi kelima (DSM 5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), gejala-gejala ODD terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Perilaku membalas dendam 

  • Penuh dendam atau kebencian selama setidaknya dua kali dalam enam bulan terakhir.

Perilaku berdebat atau memberontak

  • Seringkali secara sengaja membuat orang lain kesal.
  • Seringkali secara aktif memberontak atau menolak untuk taat terhadap keinginan dari figur otoritas.
  • Seringkali menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan atau perilaku buruknya.
  • Seringkali berdebat dengan figur otoritas atau dengan orang dewasa.

Suasana hati yang marah atau kesal

  • Sering sensitif atau mudah kesal.
  • Sering marah atau merasa kepahitan karena tidak diperlakukan dengan adil.
  • Sering hilang kesabaran.

ODD memiliki tingkat keparahan, mulai dari tahap ringan dengan ciri terjadi dalam satu situasi, seperti hanya di sekolah atau di rumah saja. Tahap moderat ketika gejala terjadi dalam dua situasi, seperti hanya di sekolah dan rumah, dan tahap parah ketika gejala muncul lebih dari dua situasi, speerti di sekolah, rumah, dan pusat pembelanjaan.

Penyebab

Penyebab ODD dibagi menjadi,

  • Biologis: Beberapa penelitian bahwa cacat atau cedera pada area otak tertentu dapat menyebabkan masalah perilaku serius pada anak-anak atau remaja. Anak-anak atau remaja yang tempramental bisa menjadi sebab dari gangguan ini. 

  • Genetik: Banyak anak-anak dan remaja dengan ODD memiliki anggota keluarga dengan gangguan mental. 

  • Lingkungan: Faktor-faktor seperti penyalahgunaan obat, kehidupan keluarga yang terganggu, dan ketidakkonsistenan orangtua dalam mendisiplinkan anak, tidak adanya supervisi orangtua terhadap anak, cara disiplin anak yang terlalu keras, dan pelecehan serta pengabaian orangtua terhadap anak dapat berkontribusi pada perkembangan gangguan ini. 

Diagnosis

Berdasarkan DSM-5, anak atau remaja akan didiagnosis mengalami ODD jika:

  • Memiliki pola kemarahan/kekesalan, pemberontakan/perdebatan, atau pembalasan dendam yang muncul secara terus menerus selama enam bulan.
  • Memiliki empat atau lebih gejala dari delapan gejala yang dicantumkan di atas (pada bagian "Gejala). 

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dapat mendiagnosis ODD berdasarkan evaluasi anak atau remaja dengan menilai:

  • Situasi dan interaksi keluarga.
  • Emosi dan perilaku yang ditampilkan dalam berbagai situasi dan hubungan.
  • Frekuensi dan intensitas perilaku.
  • Kesehatan anak atau remaja.
  • Keberadaan gangguan dalam kesehatan mental, belajar, dan komunikasi.
  • Strategi yang membantu dan tidak membantu dalam mengatasi perilaku.

Pengobatan

Perawatan gangguan mental ODD harus melibatkan orangtua. Sebab, penderita biasanya adalah anak-anak dan remaja. Langkah dan psikoterapi yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Terapi interaksi orangtua-anak (PCIT), melatih orangtua untuk berinteraksi dengan anak atau remaja, serta memperkuat perilaku positif pada anak atau remaja. Orangtua dapat mempelajari keterampilan dalam mendidik anak atau remaja yang lebih efektif serta meningkatkan kualitas komunikasi antara orangtua dengan anak atau remaja, dan mengurangi munculnya perilaku yang bermasalah.

  • Pelatihan keterampilan sosial, membantu anak lebih fleksibel dan dapat berinteraksi secara lebih positif dan efektif dengan teman sebayanya.

  • Terapi individu dan keluarga, membantu anak atau remaja untuk mengendalikan kemarahan dan mengekspresikan perasaannya secara sehat. Terapi keluarga dapat meningkatkan komunikasi dan hubungan antara orangtua dengan anak atau remaja serta membantu anggota-anggota keluarga untuk belajar saling bekerja sama. 

  • Pelatihan orangtua, membantu mengembangkan keterampilan orangtua dalam mendidik anak atau remaja yang lebih konsisten dan positif, serta dapat mengurangi stres pada orangtua dan anak/remaja. Pada pelatihan orangtua, orangtua akan belajar cara memberikan instruksi yang jelas serta konsekuensi-konsekuensi yang akan diberikan kepada anak atau remaja jika anak atau remaja tidak mengikuti instruksi tersebut. Orangtua juga akan belajar bagaimana mengenali dan memuji perilaku-perilaku dan karakter-karakter pada anak yang baik dan positif untuk dapat meningkatkan perilaku yang diinginkan.

    Terkadang anak atau remaja juga diajak untuk mengikuti penanganan agar satu keluarga dapat memiliki tujuan yang sama dalam menghadapi permasalahan-permasalahan. Guru ataupun figur otoritas terkait lainnnya juga dapat mengikuti penanganan ini. 

  • Pelatihan pemecahan masalah kognitif, membantu anak atau remaja mengidentifikasi dan mengubah pola pikir yang mengarah pada masalah. Terdapat juga pemecahan masalah secara kolaborasi antara orangtua dan anak atau remaja untuk dapat mencari solusi jalan tengah antara orangtua dengan anak atau remaja. 

Bagi orangtua, Anda perlu menyadari bahwa teknik mendidik anak atau remaja tidaklah mudah untuk dijalankan dan menggunakan teknik-teknik tersebut di saat anak atau remaja sedang memberontak membutuhkan rutinitas dan kesabaran. Orangtua harus selalu memberikan kasih sayang yang tak bersyarat dan penerimaaan orangtua terhadap anak atau remaja yang konsisten dalam situasi apapun. Proses ini tentunya membutuhkan kesabaran yang besar bagi para orangtua.

Terdapat beberapa hal yang orangtua dapat lakukan untuk menangani anak atau remaja yang mengalami ODD, yaitu:

  • Perlihatkan contoh perilaku dan interaksi yang benar kepada anak atau remaja untuk dapat meningkatkan kemampuan sosial anak atau remaja.
  • Membuat suatu rutinitas yang teratur.
  • Menetapkan dan mendiskusikan batasan dengan memberikan instruksi dan konsekuensi yang efektif, jelas, dan konsisten bersama anak atau remaja. 
  • Tetapkan pekerjaan-pekerjaan rumah dengan instruksi yang mudah dan jelas yang harus dilakukan oleh anak atau remaja.
  • Luangkan dan jadwalkan waktu bersama dengan anak atau remaja.
  • Jangan menjadikan setiap konflik menjadi perebutan kekuasaan antara Anda dan anak atau remaja. 
  • Mengenali dan memuji perilaku-perilaku atau karakter-karakter anak atau remaja yang baik dan benar. 
  • Bekerjasama dengan satu sama lain (kedua orangtua) dan dengan anggota keluarga lainnya atau guru untuk memastikan berjalannya disiplin anak atau remaja.
  • Tetap konsisten dan siap menghadapi situasi saat anak atau remaja tidak ingin bekerja sama dengan Anda atau tidak mengapresiasi Anda.

Pencegahan

Penting bagi orangtua dan orang-orang di sekitar anak atau remaja, seperti guru dan sebagainya untuk dapat mengenali dan segera menindaklanjuti gejala-gejala ODD yang muncul pada anak atau remaja agar tidak menjadi lebih parah lagi. Keluarga dapat mendukung anak atau remaja dengan menyediakan lingkungan rumah yang menjaga, suportif, dan konsisten kepada anak atau remaja ketika anak atau remaja memiliki kemungkinan untuk kembali mengalami ODD. Keluarga juga dapat memberikan kasih sayang dan disiplin yang seimbang untuk dapat mengurangi gejala-gejala ODD dan kemungkinan anak atau remaja untuk mengalami ODD lagi. 

 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika orangtua atau figur otoritas terkait lainnya melihat anak atau remaja mengalami gejala-gejala ODD seperti yang tertera di atas, segera hubungi dan berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Persiapkan terlebih dahulu daftar gejala yang dialami anak atau remaja, informasi pribadi, performa anak atau remaja di sekolah, informasi medis, obat, vitamin, atau suplemen yang dikonsumsi anak atau remaja, serta pertanyaan yang ingin disampaikan kepada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, seperti:

  • Apa penyebab gejala-gejala pada anak saya?
  • Perlukah anak saya mengikuti terapi? Terapi apa yang dibutuhkannya?
  • Apakah anak saya perlu menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan mental lainnya?
  • Haruskah saya memberitahu guru di sekolah mengenai permasalahan ini?
  • Apa yang harus saya, keluarga, serta guru dapat lakukan untuk membantu mengurangi atau menghilangkan ODD pada anak saya?
  • Apakah ada faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi dalam gangguan yang dialami oleh anak saya?
  • Apa saja yang harus diubah pada lingkungan rumah atau sekolah?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Sejak kapan Anda mendapati permasalahan ini?
  • Apakah terdapat masalah dalam keluarga Anda?
  • Apakah anak Anda pernah didiagnosis mengalami gangguan mental?
  • Apa yang menjadi kekhawatiran Anda terhadap masalah yang dihadapi anak Anda?
  • Seberapa sering selama enam bulan terakhir, anak Anda memiliki suasana hati seperti marah, mudah tersinggung, menantang, atau ingin membalas dendam?
  • Apa ada situasi tertentu yang dapat memicu perilaku yang menentang pada anak?
  • Pada situasi apa saja anak Anda menunjukkan perilaku tersebut? 
  • Bagaimana Anda menangani perilaku anak?
  • Bagaimana cara Anda mendisiplinkan anak?
  • Bisakah Anda menceritakan kehidupan anak di rumah dan keluarga?
  • Apakah guru atau pengasuh anak pernah melaporkan perilaku-perilaku serupa?
Referensi

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/oppositional-defiant-disorder/symptoms-causes/syc-20375831
Diakses pada 17 Oktober 2018.

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/918095-overview
Diakses pada 12 Maret 2019

Web MD.
https://www.webmd.com/mental-health/oppositional-defiant-disorder#1
Diakses pada 17 Oktober 2018. 

Back to Top