Oligomenore adalah suatu kondisi di mana periode menstruasi tidak teratur yang biasanya diderita oleh wanita usia subur.

Normalnya jarak antara haid satu bulan dengan bulan selanjutnya biasanya 21-35 hari. Seseorang dikatakan menderita oligomenore bila antar haid lebih dari 35 hari atau sama sekali tidak mendapat haid selama 90 hari. 

Seseorang juga bisa juga dikatakan menderita oligomenore bila mengalami kurang dari 9 kali menstruasi dalam periode setahun.

Gejala oligomenore di antaranya adalah:

  • Jarak antara haid lebih dari 35 hari 
  • Mengalami haid kurang dari 9 kali dalam setahun
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Perdarahan yang lebih sedikit pada saat haid daripada biasanya

Penyebab tersering oligomenore adalah akibat efek samping penggunaan pil KB hormonal. Banyak wanita yang mengalami perdarahan haid yang lebih sedikit dalam 3-6 bulan sejak menggunakan pil KB. 

Bahkan ada yang benar-benar tidak mendapat haid sama sekali karena menggunakan pil kontrasepsi hormonal.

Oligomenore juga bisa dialami oleh wanita yang baru pertama kali mendapat haid dan pada wanita menjelang menopause karena perubahan hormon yang terjadi pada kedua keadaan ini.  

Selain itu, oligomenore juga bisa disebabkan oleh:

Oligomenore dapat juga menjadi salah satu gejala dari penyakit lain yang mendasari, misalnya:

  • Gangguan ovarium atau indung telur
  • Penyakit radang panggul
  • Sindrom polikistik ovarium (polycystic ovarian syndrome/PCOS)
  • Hiperprolaktin (keadaan berlebihnya hormon prolaktin dalam tubuh)
  • Tumor pada kelenjar hipofisis (prolaktinoma)
  • Tumor yang menghasilkan hormon berlebihan 
  • Masalah pada rahim, mulut rahim dan/atau vagina
  • Penggunaan hormon steroid anabolik
  • Penyakit Graves
  • Sindroma Prader-Willi

Oligomenore biasanya didiagnosis dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik, tes darah, dan pemeriksaan USG perut. 

Pada saat wawancara dokter akan menanyakan tentang riwayat haid Anda dan riwayat haid keluarga Anda, termasuk apakah ada masalah pada saat pertama kali mendapat haid di usia remaja. 

Pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis penyebab oligomenore di antaranya pemeriksaan wajah dan leher, payudara, serta perut. Pemeriksaan panggul juga biasanya dilakukan. 

Dokter Anda juga mungkin akan melakukan pemeriksaan rektovaginal (pemeriksaan dalam) yaitu dengan memasukkan jari ke dalam vagina dan anus untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan pada area tersebut. 

Dokter melakukan pemeriksaan rektovaginal dengan menggunakan sarung tangan dan gel untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien. 

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan vagina menggunakan alat spekulum untuk melihat apakah ada kelainan di bagian dalam vagina dan mulut rahim. Jika Anda belum pernah melakukan hubungan seksual dokter akan melakukan diagnosis dengan menggunakan metode lain.

Bila dalam pemeriksaan-pemeriksaan ini Anda merasa tidak nyaman, segeralah beritahukan dokter atau perawat. 

Bila dokter belum dapat memastikan diagnosis oligemenore, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi apakah ada tanda perdarahan, kekurangan nutrisi, terjadi infeksi atau peradangan, dan lain-lain.
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi kadar hormon dan fungsi tiroid
  • Pemeriksaan urin untuk mendeteksi tanda kehamilan, infeksi, atau penyakit menular seksual
  • Pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi tanda kanker mulut rahim dan biopsi untuk mendeteksi kanker jenis lain dari sistem reproduksi

Selain itu, dokter juga mungkin menganjurkan pemeriksaan USG perut dan panggul serta pemeriksaan CT-scan atau MRI.

Ketika dokter sudah mengetahui apa penyebab oligomenore yang Anda alami, baru dokter akan mendiskusikan pilihan pengobatan yang tepat untuk Anda. 

Bila oligomenore disebabkan pola hidup yang salah misalnya berolahraga berlebihan, berat badan yang terlalu rendah atau akibat stress berlebih, dokter akan menyarankan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat. 

Jika oligomenore yang Anda alami disebabkan karena gangguan hormonal, maka dokter mungkin menyarankan mengganti pil kontrasepsi hormonal yang sedang Anda konsumsi dengan kontrasepsi jenis lain. 

Bila oligomenore merupakan tanda dari penyakit lain yang mendasari, misalnya penyakit menular seksual, maka dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk menangani masalah dasarnya. 

Begitu pula pada oligomenore yang disebabkan penyakit lain, penanganannya adalah sesuai dengan penanganan penyakit yang mendasari terjadinya oligomenore.

Hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah oligomenore adalah dengan menghindari faktor risiko yang menyebabkan oligoemenore seperti yang tertera di atas. 

Tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan di antaranya:

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda sering mengalami menstruasi setiap lebih dari 35 hari sekali.

Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum dulu. Bila dokter mencurigai kondisi yang Anda alami adalah oligomenore dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis kandungan dan sistem reproduksi

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala haid yang Anda rasakan
  • Catat riwayat haid Anda (termasuk pada usia berapa pertama kali haid, apakah ada masalah pada setiap kali haid, berapa lama sekali Anda mendapat haid, berapa kali Anda mengganti pembalut dalam sehari setiap kali haid)
  • Catat riwayat haid keluarga perempuan Anda (seperti ibu, saudara kandung, dan relatif lainnya)
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan atau vitamin yang secara rutin anda konsumsi
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Kapan Anda pertama kali mendapat haid?
  • Berapa lama jarak antara haid antar bulan?
  • Seberapa banyak perdarahan yang Anda alami setiap kali haid? Berapa kali dalam sehari Anda mengganti pembalut?
  • Apakah ada masalah yang Anda alami setiap kali haid, misalnya keluhan kram perut yang berlebihan atau masalah fisik lainnya yang cukup mengganggu sampai Anda tidak dapat beraktivitas dengan normal?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami?
  • Apa saja obat-obatan atau suplemen yang rutin Anda konsumsi?
  • Apa jenis kontrasepsi yang sedang Anda pakai?
  • Apakah dari keluarga perempuan Anda ada yang mengalami hal serupa?

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin mungkin menganjurkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab dasar dari oligomenore yang Anda alami.

Healthline. https://www.healthline.com/health/oligomenorrhea
Diakses 23 September 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/an-overview-of-oligomenorrhea-4584379
Diakses 23 September 2019

Up to Date. https://www.uptodate.com/contents/absent-or-irregular-periods-beyond-the-basics
Diakses 23 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/178635.php

Diakses 23 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/diagnosis-treatment/drc-20353795
Diakses 23 September 2019

Artikel Terkait