Perut

Obstruksi Usus

03 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Obstruksi Usus
Obstruksi usus bisa terjadi pada usus besar maupun halus
Obstruksi usus adalah penyumbatan yang terjadi pada usus, baik usus besar maupun usus halus. Kondisi ini muncul ketika makanan atau tinja tidak dapat bergerak melalui usus.Penyumbatan pada usus bisa timbul sebagian atau total. Sumbatan usus total dapat menyebabkan kesulitan buang gas (kentut) atau buang air besar. Sedangkan sumbatan usus sebagian bisa memicu diare.Obstruksi usus dapat berasal dari dalam atau dari luar usus. Penyebab dari dalam bisa meliputi tumor atau pembengkakan usus. Sementara penyebab dari luar usus dapat berupa organ di sekitar usus yang menekan atau memuntir bagian dari usus.Jika penyumbatan terjadi, makanan, cairan, asam lambung dan gas akan menumpuk di lokasi tersebut. Bila tekanan cukup besar, usus bisa pecah sehingga bakteri berbahaya masuk ke rongga perut. Kondisi ini merupakan komplikasi yang mengancam jiwa. 
Obstruksi Usus
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri perut yang parah, kembung
Faktor risikoPenyakit Crohn, divertikulitis, hernia
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, CT scan
PengobatanTerapi cairan, obat-obatan, operasi
ObatAntimual, antinyeri
KomplikasiKematian jaringan, infeksi
Kapan harus ke dokter?Sakit perut parah atau gejala obstruksi usus lain
Gejala obstruksi usus di antaranya adalah:
  • Nyeri atau kram perut yang parah
  • Kembung
  • Suara bising pada perut yang berkurang
  • Tidak bisa buang angin (kentut)
  • Susah buang air besar (BAB) atau konstipasi
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Pembengkakan perut
Muntah dan diare adalah gejala awal obstruksi usus. Dengan mengenali gejala ini, penderita dapat mencari bantuan medis sebelum kondisinya semakin parah.Bila demam muncul sebelum atau setelah gejala lain, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi ini bisa menjadi tanda dari adanya robekan pada usus. 
Penyebab obstruksi usus dibedakan menjadi:

Obstruksi usus mekanik

Obstruksi usus mekanik terjadi ketika ada sesuatu yang menyumbat usus. Pemicunya bisa erbeda-beda pada usus halus dan usus besar. Apa sajakah itu?

Pada usus halus

  • Adhesi, yaitu perlengketan jaringan yang dapat muncul setelah operasi perut, operasi pinggul, atau peradangan berat
  • Volvulus atau usus yang terpelintir
  • Intususepsi, yaitu kondisi ketika sebagian usus masuk ke bagian usus yang lain.
  • Gangguan struktur usus, yang sering ditemui pada bayi baru lahir, tapi juga dapat terjadi pada anak-anak dan remaja
  • Tumor di dalam usus
  • Batu empedu
  • Benda asing yang tertelan. Hal ini kerap terjadi pada anak-anak
  • Hernia, yaitu adanya bagian usus yang keluar menekan bagian otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah
  • Inflammatory bowel disease, seperti penyakit Crohn

Pada usus besar

  • Feses yang menumpuk
  • Adhesi
  • Kanker ovarium
  • Kanker usus besar
  • Mekonium, yaitu feses pada bayi baru lahir
  • Intususepsi
  • Volvulus
  • Divertikulitis, yaitu peradangan atau infeksi pada penonjolan di usus
  • Striktur, yaitu penyempitan usus besar karena bekas luka atau peradangan

Obstruksi usus non-mekanik

Usus halus dan usus besar normalnya bekerja dalam gerakan yang terkoordinasi. Jika gerakan ini terganggu, obstruksi non-mekanik atau obstruksi fungsional bisa terjadi.Obstruksi non-mekanik biasanya bersifat sementara dan dikenal dengan istilah ileus. Penyebabnya dapat berupa:
Sementara itu, sumbatan usus besar yang bersifat kronis (jangka panjang) disebut pseudo-obstruction. Penyebab kondisi ini bisa berupa:
  • Penyakit Parkinson, sklerosis multipel, serta kelainan saraf dan otot lainnya.
  • Penyakit Hirschsprung.
  • Penyakit yang menyebabkan cedera saraf, seperti diabetes mellitus.
  • Hipotiroidisme
 

Faktor risiko obstruksi usus

Beberapa kondisi di bawah ini dapat meningkatkan risiko obstruksi usus:
  • Penyakit Crohn
  • Divertikulitis
  • Hernia
  • Kanker usus besar
  • Kanker lambung
  • Kanker ovarium
  • Jaringan parut dari luka bekas operasi
  • Paparan radiasi pada perut
  • Kanker paru, kanker payudara, atau melanoma yang menyebar ke usus
 
Untuk menentukan diagnosis obstruksi usus, dokter bisa melakukan serangkaian pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dialami pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien untuk mencari tanda-tanda obstruksi usus. Misalnya, mendeteksi nyeri tekan pada perut dan mendengarkan bunyi perut melalui stetoskop.
  • Rontgen

Dokter dapat memastikan diagnosaosobstruksi usus dengan melakukan rontgen perut.
  • CT scan

CT scan dilakukan untuk melihat struktur dari usus yang tersumbat.
  • Ultrasonografi (USG)

Ketika obstruksi usus terjadi pada anak-anak, USG merupakan jenis pencitraan yang bisa menjadi pilihan.
  • Enema udara atau barium

Enema udara atau barium dapat meningkatkan kualitas pencitraan usus, yang mungkin dilakukan untuk memastikan penyebab sumbatan usus tertentu. 
Cara mengobati obtsruksi usus akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien secara umum.Obstruksi usus sebagian umumnya dapat membaik tanpa operasi, terutama yang disebabkan oleh bekas luka atau perlengketan.Sementara obstruksi usus total memerlukan operasi dan termasuk kondisi medis darurat.  Pasien biasanya juga harus menjalani rawat inap di rumah sakit.Secara umum, pengobatan obstruksi usus bisa berupa:
  • Terapi cairan

Cairan infus dan elektrolit dibutuhkan untuk mengatasi dan mencegah dehidrasi.
  • Obat-obatan

Obat antimual dan antinyeri dapat diberikan oleh dokter guna mengatasi gejala pasien.
  • Selang nasogastrik

Dokter dapat memasukan memasang selang nasogastrik (selang makan) lewat hidung pasien, hingga mencapai lambung atau usus. Selang ini akan menyedot cairan dari sumbatan.
  • Enema barium

Prosedur enema barium bertujuan mendeteksi sumbatan usus sekaligus mengatasi berbagai masalah, seperti usus terpuntir.
  • Operasi

Dokter bisa mengajurkan operasi untuk mengangkat perlengketan atau tumor yang menyebabkan obstruksi usus. Prosedur ini juga dapat mengatasi hernia.Bila perlu, dokter akan memasang stent untuk menjaga agar usus tetap terbuka. Meski jarang, dokter juga dapat mengangkat bagian usus yang sudah rusak atau mati. 

Komplikasi obstruksi usus

Bila tidak ditangani dengan benar, obstruksi usus dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam nyawa. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Kematian jaringan

Obstruksi usus dapat menghalangi aliran darah ke bagian usus, yang bisa berujung pada jaringan dinding usus mati. Kematian jaringan (gangrene) ini lalu dapat memicu robeknya dinding usus serta infeksi.
  • Infeksi

Infeksi yang bisa terjadi akibat obstruksi usus adalah peritonitis. Infeksi pada rongga perut ini merupakan kondisi berbahaya yang membutuhkan penanganan dan operasi secepat mungkin. 
Beberapa cara mencegah dan mengurangi risiko terjadinya obstruksi usus yang bisa dilakukan meliputi:
  • Menerapkan pola makan rendah lemak
  • Mengonsumsi banyak sayur dan buah
  • Tidak merokok
  • Jangan mengangkat beban yang terlalu berat
  • Menjalani pemeriksaan medis, khususnya setelah berusia 50 tahun
 
Periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami sakit perut yang parah atau gejala gangguan pencernaan lain yang terasa janggal dan tidak kunjung membaik. Dengan ini, penyakit serius seperti obstruksi usus bisa dideteksi sedini mungkin. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah ada hal atau kondisi yang memperburuk atau meringankan gejala?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait obstruksi usus?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis obstruksi usus. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/intestinalobstruction.html
Diakses pada 28 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intestinal-obstruction/symptoms-causes/syc-20351460
Diakses pada 28 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/intestinal-obstruction
Diakses pada 28 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-bowel-obstruction#1
Diakses pada 28 Desember 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324037
Diakses pada 3 Februari 2021
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/bowel-obstruction-a-to-z
Diakses pada 3 Februari 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15287-large-bowel-intestinal-obstruction/management-and-treatment
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email