Obesitas

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Indra Wijaya
Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan dengan lemak pada tubuh
Penumpukan lemak dan kegemukan adalah tanda obesitas.

Pengertian Obesitas

Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan dengan lemak pada tubuh. Banyak cara untuk dapat menilai kesehatan seseorang dari berat badannya. Namun, yang paling umum adalah dengan menggunakan body mass index (BMI). Indeks ini bisa memperlihatkan berat ideal yang harus dicapai seseorang, dengan mempertimbangkan tinggi badan. Berikut ini panduan BMI untuk orang dewasa.

  • 5 – 24.9 menunjukkan berat ideal
  • 25 – 29.9 menunjukkan kelebihan berat badan
  • 30-39.9 menunjukkan obesitas awal
  • 40 ke atas menunjukkan obesitas berat

BMI tidak selalu digunakan untuk mendiagnosis obesitas. Sebab, orang yang berolahraga dan berotot terkadang memiliki BMI tinggi, meski tanpa lemak. Untuk kebanyakan orang, BMI merupakan indikasi yang berguna untuk menentukan status berat badan. Ukuran yang lebih baik untuk mengukur lemak adalah lingkar pinggang, sebagai ukuran tambahan bagi orang yang kelebihan berat badan (dengan BMI 25-29.9) atau obesitas (30-34.9).  Umumnya, laki-laki dengan lingkar pinggang ≥ 94 cm dan wanita dengan lingkar pinggang ≥ 80 cm termasuk kelompok obesitas.

Penjelasan Lebih Lanjut

Penyebab

Meskipun obesitas berhubungan dengan genetik, perilaku dan faktor hormonal juga memengaruhi berat tubuh. Obesitas terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibakar oleh tubuh.Biasanya hal ini terjadi melalui aktivitas sehari-hari. Tubuh akan menyimpan kelebihan kalori tersebut sebagai lemak. Obesitas terkadang bisa terjadi karena faktor kesehatan, seperti sindrom prader-willi, sindrom cushing, serta penyakit dan kondisi lain. Dua hal ini juga berisiko terhadap obesitas.

  • Tidak aktif
    Jika seseorang tidak terlalu aktif, maka ia tidak membakar banyak kalori. Kondisi ini mampu memicu timbunan lemak.
  • Diet yang tidak sehat dan kebiasaan makan
    Penambahan berat badan tidak dapat dihindari jika masih memiliki kebiasaan mengonsumsi banyak kalori, dibandingkan yang dibakar.

Faktor risiko

Faktor-faktor berikut ini bisa memicu obesitas.

  • Genetik
    Gen dapat memengaruhi lemak tubuh yang tersimpan dan distribusi lemak. Genetik juga berpengaruh terhadap efisiensi tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi, dan kemampuan tubuh membakar kalori saat beraktivitas.
  • Gaya hidup keluarga
    Obesitas biasanya diturunkan dari keluarga. Jika salah satu atau kedua orangtua mengalami obesitas, maka risiko obesitas pun meningkat. Hal ini bukan hanya karena genetik. Sebab, satu keluarga biasanya memiliki kebiasaan makan dan aktivitas yang sama.
  • Ketidakaktifan
    Jika tidak aktif, seseorang tidak membakar banyak kalori. Tanpa beraktivitas, seseorang akan menerima lebih banyak kalori. Masalah kesehatan seperti artritis juga berpotensi menyebabkan kelebihan berat badan.
  • Diet yang tidak sehat
    Diet dengan kalori yang tinggi, kurangnya buah dan sayuran, banyak mengonsumsi makanan cepat saji, dan makanan berkalori tinggi atau porsi makan yang berlebihan, juga berkontribusi terhadap kelebihan berat.
  • Masalah kesehatan
    Pada beberapa orang, sindrom prader-willi dan sindrom cushing bisa memicu obesitas. Sementara itu, artritis membatasi aktivitas penderitanya, yang akhirnya menyebabkan peningkatan berat badan.
  • Pengobatan tertentu
    Beberapa pengobatan dapat meningkatkan berat badan jika tidak diimbangi dengan diet dan olahraga. Pengobatan ini termasuk dengan antidepresan, obat antikejang, obat diabetes, obat antipsikotik, steroid dan beta blocker.
  • Masalah sosial dan ekonomi
    Obesitas berkaitan juga dengan hubungan sosial dan faktor ekonomi. Misalnya, dalam kesulitan finansial, seseorang sulit mendapatkan asupan makanan sehat. Selain itu, masalah pergaulan dan keluarga juga berpengaruh.
  • Usia
    Obesitas dapat terjadi pada segala usia, bahkan anak-anak. Namun seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia, hormon mengalami perubahan. Kurangnya aktivitas olahraga pun dapat meningkatkan risiko obesitas. Sebagai tambahan, jumlah otot di dalam tubuh akan berkurang saat usia bertambah. Otot yang berkurang mengakibatkan menurunnya metabolisme. Perubahan ini mengurangi kalori yang dibutuhkan. Seseorang dengan kondisi ini akan cukup sulit menurunkan berat badan. Jika tidak mengontrol makanan yang dikonsumsi, berat badan tentu akan naik.
  • Kehamilan
    Di masa kehamilan, berat badan wanita akan naik secara signifikan. Beberapa wanita bahkan kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan. Kenaikan berat badan dapat mengakibatkan obesitas pada wanita.
  • Berhenti merokok
    Berhenti merokok biasanya berhubungan dengan kenaikan berat badan. Beberapa orang bahkan mengalami obesitas setelah menghentikan kebiasaan merokok. Meski demikian, berhenti merokok pasti memiliki dampak baik bagi kesehatan.
  • Kurang atau kelebihan tidur
    Tidak mendapatkan tidur yang cukup atau tidur terlalu banyak dapat menyebabkan perubahan hormon, yang meningkatkan nafsu makan. Akibatnya, akan ada lebih banyak asupan makanan dengan kalori serta karbohidrat, yang dapat mengakibatkan kenaikan berat badan.

Pengobatan

Berkonsultasilah dengan dokter tentang cara mengurangi berat badan yang sehat. Dokter akan menyarankan konsumsi makanan sehat, menjalankan diet yang seimbang, dan berolahraga, serta melalui:

  • Grup menurunkan berat badan
    Kelompok ini biasanya dikelola suatu instansi maupun layanan komersial.
  • Tim kesehatan
    Untuk membantu pasien mengikuti serangkaian kegiatan olahraga.

Jika seseorang memiliki masalah yang harus mendapat perhatian lebih seperti obesitas, polycystic ovary syndrome (PCOS), tekanan darah tinggi, diabetes dan kesulitan tidur, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut maupun perawatan khusus. Dalam beberapa kasus, pasien akan dirujuk kepada dokter spesialis.

Pencegahan

Tindakan pencegahan terhadap obesitas lebih baik, meski belum mengalami kelebihan berat badan. Anda bisa melakukan olahraga setiap hari, menjalani diet sehat, serta menjaga berat badan ideal. Tentunya disertai komitmen terhadap segala sesuatu yang dikonsumsi. Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk menghindari kondisi obesitas.

  • Olahraga secara rutin
    Anda perlu berolahraga 150-300 menit dalam seminggu untuk mencegah kenaikan berat badan. Aktivitas fisik yang intensif bisa berupa berjalan dan berenang.
  • Mengonsumsi makanan sehat
    Fokus dengan kalori rendah, makanan bernutrisi seperti buah-buahan, sayuran dan gandum. Hindari lemak jenuh, makanan manis, maupun konsumsi makanan tiga kali sehari dan kurangi cemilan. Orang yang menjalani diet sehat, dapat mengonsumsi makanan tinggi lemak dan berkalori, tetapi intensitasnya dibatasi. Pastikan memilih makanan yang dapat menjaga berat ideal dan bagus untuk kesehatan.
  • Kontrol pola makan
    Perhatikan situasi yang bisa memicu Anda makan tanpa terkontrol. Cobalah untuk menulis makanan yang dikonsumsi, jumlah, waktu, serta perasaan Anda sebelum dan sesudah menyantapnya.
  • Pantau berat badan secara teratur
    Jika rutin memeriksakan berat badan seminggu sekali, Anda lebih sukses untuk menurunkan berat badan. Pemantauan berat badan dilakukan untuk melihat efektivitas penurunan bobot Anda. Selain itu, pemantauan ini berguna membantu Anda mengontrol kenaikan berat badan.
  • Konsisten
    Tetap jalankan program diet baik di hari kerja maupun libur, untuk mencapai berat badan ideal dalam jangka panjang.
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742
diakses pada 3 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/obesity/
diakses pada 3 Oktober 2018.

Back to Top