Penyakit Lainnya

Nyeri Tumit

14 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Nyeri Tumit
Nyeri tumit terjadi karna penggunaan tumit terlalu sering dan tumit mendapat banyak tekanan.
Nyeri tumit bisa terjadi karena akumulasi tekanan dan beban berat yang diberikan tubuh pada kaki. Sebagaimana kita tahu, alat bergerak manusia ini akan terus-menerus menopang beban tubuh, terutama ketika digunakan untuk berjalan.Pada banyak kesempatan, nyeri tumit sebenarnya termasuk hal yang normal. Hanya saja, beberapa kondisi mungkin akan memberikan terlalu banyak tekanan hingga melampaui batas kekuatan kaki.Beberapa kondisi tersebut meliputi berjalan pada permukaan yang keras, berolahraga, atau mengenakan sepatu yang tidak pas. Alhasil, seseorang kemudian akan merasakan nyeri tumit.Nyeri tumit sendiri bukan masalah yang asing. Kondisi ini biasanya menyerang bagian belakang atau pangkal tumit.Nyeri mungkin hanya menerpa salah satu kaki, meski bukan tidak mungkin mendera keduanya. Biasanya, gangguan ini akan hilang sendiri dengan mengistirahatkan kaki.Namun sebagian orang sering mengabaikan nyeri pada tumit dan tetap beraktivitas seperti biasa. Akibatnya, kondisi ini lama-kelamaan memburuk hingga akhirnya nyeri tumit kronis. 
Nyeri Tumit
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri tumit yang memburuk saat pakai sepatu yang datar (flat shoes), nyeri saat berjalan atau berdiri, nyeri pada lengkungan kaki
Faktor risikoPlantar fasciitis, cedera, patah tulang
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, pencitraan
PengobatanObat-obatan, terapi fisik
ObatObat antiinflamasi non-steroid, suntikan steroid
KomplikasiSulit berjalan dan beraktivitas, kehilangan keseimbangan
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri tumit
Gejala nyeri tumit dapat berupa rasa sakit atau nyeri di bagian belakang, bawah atau sisi tumit. Selain itu gejala lain dari kondisi ini dapat berupa:
  • Nyeri yang muncul secara perlahan dan memburuk khususnya dengan pemakaian sepatu bersol tipis dan mendatar (flat shoes)
  • Nyeri yang memburuk khususnya ketika berjalan atau berdiri
  • Nyeri pada lengkungan kaki
  • Pembengkakan pada bagian bawah tumit
 
Penyebab nyeri tumit umumnya adalah penggunaan tumit yang terlalu sering. Namun, terdapat beberapa kondisi lain yang menyebabkan gangguan ini, antara lain:
  • Plantar fasciitis

Plantar fasciitis merupakan penyebab paling umum pada nyeri tumit. Kondisi ini  terjadi akibat tekanan berlebihan pada kaki sehingga terjadi peradangan. Hal ini umumnya terjadi pada orang dengan obesitas.
  • Cedera atau terkilir

Kaki mengalami cedera atau terkilir umumnya terjadi ketika melakukan aktivitas fisik.
  • Patah tulang atau fraktur

Fraktur memerlukan penanganan medis dengan segera. Kondisi ini terjadi karena tekanan berhubungan dengan tekanan berulang, latihan berat, olahraga, atau pekerjaan manual yang berat.
  • Achilles tendonitis

Achilles tendonitis adalah keadaan ketika tendon yang menghubungkan otot betis dengan tumit (tendon Achilles) mengalami peradangan atau nyeri. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan kaki secara berlebihan.Keadaan ini bersifat kronis dan berhubungan dengan degenerasi progresif dari tendon Achilles.
  • Heel bursitis

Heel bursitis adalah peradangan pada bursa, sehingga menyebabkan nyeri tumit. Bursa merupakan kantung berisi cairan di sekeliling sendi.Peradangan dapat disebabkan pendaratan kaki yang tidak benar atau mendarat terlalu keras pada tumit. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tekanan alas kaki.
  • Ankylosing spondylitis 

Ankylosing spondylitis merupakan bentuk lain dari arthritis yang utamanya menyerang tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan peradangan berat pada tulang belakang dan nyeri kronis atau kecacatan. 
  • Osteochondrosis 

Osteochondrosis merupakan kelainan yang memengaruhi pertumbuhan tulang pada anak-anak dan remaja. Karena pertumbuhan tulang terganggu, tak heran jika penderita kelainan ini dapat merasakan nyeri tumit.
  • Reactive arthritisy

Bentuk lain dari artritis yang diakibatkan adanya infeksi pada tubuh adalah reactive arthritisy.
  • Tarsal tunnel syndrome

Sindrom terowongan tarsal merupakan kondisi dimana saraf besar pada bagian belakang kaki terjepit atau tertekan (kompresi). Tekanan tersebut dapat menyebabkan sensasi kebas atau kesemutan pada kaki (neuropati).
  • Heel bumps atau pump bump

Heel bump atau pump bump merupakan kondisi umum yang dialami oleh remaja. Kedaan ini terjadi ketika tulang tumit belum matang sepenuhnya, tapi mendapat gesekan berlebihan sehingga menyebabkan pembentukan tulang yang terlalu banyak.Kondisi ini seringkali disebabkan telapak kaki datar (flat foot). Namun hal ini dapat juga karena mengenakan sepatu dengan hak tinggi sebelum tulang matang sepenuhnya.
  • Inflamasi atau peradangan kronis

Nyeri tumit bisa juga disebabkan inflamasi atau peradangan kronis. Hal ini biasanya disebabkan oleh alas tumit yang menipis atau langkah kaki yang berat.Selain itu, terdapat pula kondisi lain yang berpotensi menyebabkan nyeri tumit seperti:
  • Ruptur tendon Achilles, dimana tendon Achilles tersebut robek
  • Robekan pada plantar fascia
  • Baxter’s nerve entrapment
  • Tumor pada tulang
  • Kista pada tulang
  • Haglund’s deformity
  • Osteomielitis
  • Penyakit Paget pada tulang
  • Calcaneal stress fracture
  • Calcaneal cyst
  • Tumor pada jaringan lunak
  • Arthritis sistemik seperti rheumatoid arthritis, lupus, psoriatic arthritis.
  • Sarkoidosis
  • Postur yang buruk ketika berjalan atau berlari
  • Gout (asam urat)
  • Neuropati perifer
  • Neuroma atau morton’s neuroma
  • Diabetes
 
Diagnosis nyeri tumit bisa dilakukan dengan berbagai cara. Adapun cara yang bisa digunakan antara lain
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, fator risiko, serta riwayat medis pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik tertentu untuk mengetahui ada tidaknya kista pada lokasi nyeri.
  • Pencitraan

Sejumlah pemeriksaan pencitraan dapat dilakukan. Misalnya rontgen, CT scan, serta MRI. 
Cara mengobati nyeri tumit yang biasanya direkomendasikan oleh dokter meliputi:

Penanganan mandiri

  • Mengistirahatkan kaki
  • Mengaplikasikan kompres es pada tumit sekitar 10-15 menit 2x dalam sehari.
  • Mengenakan sepatu atau alas kaki yang sesuai.
  • Mengenakan night splint yaitu alat khusus yang meregangkan kaki ketika sedang tidur
  • Menggunakan sisipan sepatu untuk mengurangi rasa sakit
  • Mengoleskan minyak esensial Lavender guna memerangi inflamasi
  • Mengenakan belat pada malam hari guna meregangkan lengkungan dan betis saat malam hari
  • Gantilah sepatu jika sudah tak nyaman digunakan
  • Lakukan peregangan lengkungan kaki dan betis dengan lembut
  • Nyeri pada tumit bisa diredakan dengan melakukan pijatan pada tumit
Jika perawatan sendiri di rumah tidak dapat mengurangi rasa sakit, segera kunjungi dokter. Dokter biasanya akan melakukan peninjauan kembali dan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebab dari nyeri tumit.Ketika telah diketahui penyebabnya, maka dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Terapi fisik

Untuk meregangkan plantar fascia dan tendon Achilles, dan menguatkan otot kaki bawah dan tendon pada daerah kaki yang dapat menghasilkan stabilitas kaki dan pergelangan kaki dengan lebih baik dan dapat mencegah cedera di kemudian hari.

Obat-obatan

Pasien mungkin akan diresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen sodium dapat meredakan nyeri dan peradangan yang disebabkan oleh plantar fasciitis.

Injeksi kortikosteroid

Injeksi jenis ini akan diberikan apabila obat anti inflamasi non-steroid tidak efektif menangani nyeri tumit.

Operasi

Pada kasus yang sangat jarang, operasi mungkin disarankan dokter untuk memperbaiki masalah. Harap diingat bahwa operasi tumit sering membutuhkan waktu pemulihan yang lama dan tidak selalu dapat meredakan nyeri pada tumit atau kaki. 

Komplikasi nyeri tumit

Komplikasi nyeri tumit yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut
  • Pecahnya plantar fascia akibat suntikan steroid dalam jangka panjang
  • Bantalan lemak berhenti tumbuh, yang diakibatkan suntik steroid jangka panjang dan tidak mencapai ke dalam fascia
  • Kolapsnya lengkungan longitudinal medial dan lateral karena pelepasan lengkap plantas fascia
  • Kerusakan saraf lebih tinggi dan neuroma yang nyeri dan sangat sensitif
  • Mengalami tendon pecah, patah tulang tumit, dan arthritis lebih lanjut
 
Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah nyeri tumit. Berikut contohnya:
  • Menggunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai dan nyaman
  • Menggunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas fisik tertentu
  • Melakukan peregangan sebelum berolahraga
  • Sesuaikan kecepatan ketika melakukan aktivitas fisik
  • Menjalani diet sehat
  • Beristirahat dengan cukup setelah melakukan aktivitas fisik yang melelahkan atau ketika otot terasa pegal
  • Menjaga berat badan ideal
 
Anda perlu mengunjungi dokter segera jika:
  • Rasa sakit kian parah atau menghentikan aktivitas sehari-hari Anda
  • Rasa nyeri makin parah atau terus kambuh
  • Meski sudah dilakukan penrawatan mandiri di rumah selama 2 minggu namun belum sembuh juga
  • Merasakan kesemutan atau hilangnya sensasi di kaki
  • Menderita diabetes, masalah kaki bisa menjadi lebih serius jika pasien menderita diabetes
  • Pembengkakan dan nyeri berat di sekitar tumit
  • Tidak dapat menekuk kaki ke bawah, bangun dengan menggunakan jari kaki atau berjalan secara normal
  • Nyeri tumit yang disertai demam, kebas atau sensasi kesemutan
  • Nyeri tumit yang berat setelah mengalami cedera
Selain itu, Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter jika mengalami kondisi berikut:
  • Nyeri tumit yang terus berlangsung meskipun Anda sedang tidak berjalan atau berdiri
  • Nyeri tumit yang berlangsung selama lebih dari beberapa minggu dan setelah melakukan berbagai pengobatan rumahan seperti kompres es batu dan mengistirahatkan kaki
  • Mengalami penurunan kesadaran, pusing, atau mual akibat nyeri
  • Pergelangan kaki atau kaki mengalami perubahan bentuk atau miring
  • Terdengar suara mencurigakan ketika mengalami cedera
  • Tidak bisa berjalan
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait nyeri tumit?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis nyeri tumit agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Foot Health Facts. https://www.foothealthfacts.org/conditions/heel-pain-(plantar-fasciitis)
Diakses pada 12 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/heel-pain
Diakses pada 12 Mei 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/plantar-fasciitis-home-remedies
Diakses pada 12 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/heel-pain/basics/definition/sym-20050788
Diakses pada 12 Mei 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-fasciitis/diagnosis-treatment/drc-20354851
Diakses pada 12 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/181453.php
Diakses pada 12 Mei 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heel-pain/
Diakses pada 12 Mei 2021
Orthoinfo. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/heel-pain
Diakses pada 12 Mei 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1233178-treatment#d2
Diakses pada 12 Mei 2021
Cincinati Foot & Ankle Care. https://www.cfac.net/2020/11/17/complications-of-heel-pain/
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email