Nyeri payudara adalah gejala yang umum dikeluhkan oleh para wanita. Sensasi ini dapat berupa rasa nyeri ketika disentuh, nyeri yang tajam, atau rasa penuh pada payudara.

Banyak wanita yang mengalami nyeri payudara atau mastalgia menjadi khawatir apakah gejala ini disebabkan oleh kanker payudara atau bukan. Namun nyeri pada salah satu atau kedua payudara tidak selalu menandakan kanker.

Nyeri pada payudara seringkali dialami oleh wanita usia subur (sekitar 20-30 tahun) atau pada wanita yang mendekati usia menopause.

Penyebab nyeri payudara sangat beragam. Oleh sebab itu, pemicunya perlu dicari dengan pasti.

Nyeri payudara biasanya bersifat siklik. Ini berarti, rasa sakit terjadi berhubungan dengan siklus menstruasi.

Gejala nyeri payudara juga bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Beberapa gejala umumnya meliputi:

  • Rasa penuh atau berat pada payudara.
  • Pembengkakan pada payudara atau terjadi benjolan pada payudara
  • Nyeri yang terjadi pada kedua payudara, terutama di bagian atas dan sisi luar (di dekat ketiak). Kadangkala, nyeri dapat menjalar hingga ke ketiak.
  • Nyeri payudara biasanya semakin parah dalam waktu dua minggu sebelum menstruasi, lalu membaik setelahnya.

Penyebab nyeri payudara seringkali sulit diketahui secara pasti. Para pakar memperkirakan bahwa faktor-faktor di bawah ini turut andil sebagai pemicu nyeri pada payudara:

  • Masalah mental, misalnya depresi, gangguan kecemasan, atau stres.
  • Asam lambung naik (GERD).
  • Sering mengonsumsi alkohol, sehingga menyebabkan kerusakan hati.
  • Nyeri dada akibat penyumbatan pembuluh darah jantung (angina).
  • Tumor jinak pada payudara.
  • Kanker payudara.
  • Kista payudara.
  • Penyakit Bornholm.
  • Trauma payudara, misalnya pernah menjalani operasi pada payudara.
  • Infeksi yang berhubungan dengan menyusui.

Dokter akan menentukan diagnosis nyeri payudara melalui proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan secara mendetail. Begitu juga dengan riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda derita.

Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik berikut untuk mengevaluasi kondisi Anda:

  • Memeriksa payudara untuk mengindentifikasi ada tidaknya pembengkakan atau perubahan tertentu pada payudara. Perubahan yang terlihat bisa berupa kulit yang kemerahan, permukaan kulit seperti kulit jeruk, dan bentuk puting yang masuk ke dalam.
  • Mengecek ada tidaknya pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak maupun leher bagian bawah.

Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang yang meliputi:

  • Mammogram

Mammogram dilakukan apabila terdapat benjolan payudara atau penebalan yang tidak biasa pada kulit payudara, serta untuk mendeteksi area nyeri pada jaringan payudara.

  • USG

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan mammogram.

  • Biopsi

Pengambilan jaringan pada payudara bisa dilakukan jika ada benjolan payudara dengan karakteristik menyerupai kanker payudara, atau ketika kejanggalan pada jaringan yang terlihat melalui pemeriksaan mammogram.

Pada kebanyakan wanita nyeri payudara dapat membaik seiring waktu tanpa pengobatan. Apabila diperlukan, penanganan nyeri payudara bisa meliputi:

  • Hindari penyebab dasar atau faktor yang memperparah nyeri payudara

Langkah ini bisa dilakukan dengan beberapa perubahan kecil, seperti memakai bra yang pas dan bisa menyokong payudara dengan baik.

  • Gunakan obat antinyeri

Dokter biasanya menganjurkan penggunaan obat antinyeri dalam bentuk oles (topikal) terlebih dulu. Contohnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Bila obat oles tidak mempan, dokter bisa meresepkan obat antinyeri oral (minum). Misalnya, danazol.

  • Ganti metode kontrasepsi

Jika sedang mengkonsumsi pil kontrasepsi, Anda akan dianjurkan untuk menghentikan konsumsinya untuk sementara waktu. Dokter kemudian akan memberikan metode kontrasepsi dengan cara lain agar dapat mengurangi nyeri payudara.

  • Kurangi dosis terapi hormonal pada menopause

Pada pasien yang sudah menopause dan mengalami nyeri payudara yang dicurigai akibat terapi hormon, dokter akan menganjurkannya untuk berhenti dulu.

Untuk mencegah nyeri payudara atau mengurangi intensitasnya, terutama yang bersifat siklik (memburuk mendekati masa menstruasi), Anda bisa:

  • Memakai bra yang nyaman dan pas.
  • Mengurangi asupan makanan tinggi natrium.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium.
  • Minum pil kontrasepsi yang kadar hormon lebih seimbang.
  • Mengonsumsi obat golongan antagonis estrogen, seperti tamoxifen.

Harap diingat bahwa konsumsi suplemen maupun obat-obatan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami nyeri payudara yang:

  • Mendadak muncul.
  • Diikuti nyeri dada serta kesemutan di seluruh tungkai maupun kaki. Mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Hanya terasa di bagian tertentu dari payudara.
  • Berlangsung lebih dari dua minggu.
  • Gejalanya memburuk seiring waktu.
  • Disertai munculnya benjolan baru dengan kulit yang semakin menebal atau seperti kulit jeruk.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Kapan gejala nyeri payudara pertama kali muncul?
  • Seberapa besar intensitas nyeri payudara yang Anda alami?
  • Seperti apa nyeri payudara yang Anda rasakan? Misalnya, sakit berdenyut atau terasa menusuk-nusuk.
  • Apa yang membuat nyeri payudara bertambah buruk dan membaik?
  • Apakah nyeri payudara memburuk dengan semakin dekatnya masa haid?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Dengan ini, penyebab nyeri payudara bisa terdeteksi dan pengobatan yang sesuai dapat diberikan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-pain/diagnosis-treatment/drc-20350426
Diakses pada 5 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-pain#when-to-seek-help
Diakses pada 5 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/why-do-my-breasts-hurt#1
Diakses pada 5 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263566.php#what_causes_breast_pain
Diakses pada 5 Desember 2019

Artikel Terkait