Penyakit Lainnya

Nyeri Otot

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Nyeri Otot
Nyeri otot dapat terjadi di bagian otot leher, punggung, kaki, dan tangan.
Nyeri otot adalah suatu kondisi di mana otot merasakan ketidaknyamanan berupa sakit atau nyeri. Nyeri otot, atau myalgia dalam istilah medisnya, dapat terjadi di semua bagian otot seperti ligamen, tendon, fasia dan jaringan lunak yang menghubungkan tulang dan organ.Karena otot berada di hamper semua bagian tubuh, nyeri otot dapat menyerang bagian tubuh mana pun. Nyeri otot memiliki tingkat keparahan yang beragam tergantung penyebabnya.  Umumnya, nyeri otot dapat disebabkan oleh cedera, benturan, aktivitas berat atau penggunaan obat-obatan tertentu.           Penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu yang singkat, tetapi dapat juga terjadi sampai berbulan-bulan. Oleh karena itu, perawatan menggunakan obat-obatan dapat diberikan. 
Nyeri Otot
Dokter spesialis Ortopedi, Saraf
GejalaTarikan otot, bengkak, sulit digerakan
Faktor risikoLansia, obesitas, sering melakukan pekerjaan berat
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, x-ray
PengobatanObat-obatan
ObatIbuprofen, cyclobenzaprine dan tizanidine
KomplikasiOtot mengecil, imobilitas, nyeri tak tertahankan
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala
Secara umum, tanda dan gejala nyeri otot meliputi:
  • Otot terasa tertarik
  • Pada nyeri otot kronis, otot terasa sakit saat bergerak maupun saat beristirahat
  • Otot menjadi lunak dan bengkak
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat nyeri otot adalah:
  • Nyeri otot di satu area atau meluas di banyak area
  • Pegal-pegal yang terasa menusuk
  • Nyeri ringan atau parah yang mungkin berlangsung beberapa menit atau terus menerus
  • Demam dan menggigil jika ada infeksi
  • Nyeri sendi yang berhubungan dengan nyeri otot
  • Kelelahan sehingga sulit melakukan aktivitas normal
 
Beberapa hal yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah:
  • Mengalami cedera atau trauma
  • Melakukan kegiatan berat tanpa pemanasan
  • Mengalami stres dan tegang
Selain itu, penyakit ini juga disebabkan oleh beberapa hal lainnya, seperti:
  • Mengonsumsi obat tertentu seperti obat penurun kolestrol dan tekanan darah
  • Menderita dermatomiositis (penyakit peradangn yang ditandai dengan kelemahan otot dan ruam kulit).
  • Kurangnya kalium dan kalsium dalam tubuh
  • Mengidap fibromyalgia
  • Mengalami infeksi seperti flu, malaria, dan abses otot
  • Mengidap lupus
  • Mengidap polymyalgia reumatika
  • Mengidap polymyositis (sekelompok penyakit otot yang ditandai dengan peradangan pada otot serta jaringan terkait seperti pembuluh darah yang menyuplai otot)
  • Mengidap rhabdomiolisis (kerusakan jaringan otot yang melepaskan protein ke dalam darah)
Faktor risikoAdapun faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya nyeri otot adalah:
  • Usia tua
  • Kelebihan berat badan
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Sering melakukan pekerjaan berat
  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti hipotiroidisme
 
Diagnosis nyeri otot dilakukan dengan evaluasi klinis yang cermat termasuk memeriksa kondisi yang mendasari nyeri otot, biasanya melibatkan diagnosis terkait penyakit lain.Termasuk ke dalamnya adalah:
  • Menelusuri riwayat Kesehatan
    Proses ini melibatkan riwayat lengkap cedera dan penyakit sebelumnya dan saat ini serta pengobatan yang saat ini sedang dikonsumsi.
  • Pemeriksaan fisik
    Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menekan berbagai otot untuk mengevaluasi nyeri yang muncul akibat tekanan. Serta memeriksa kulit dan jaringan di sekitarnya untuk melihat tanda pembengkakan, kehangatan, kemerahan, atau perubahan kulit.
Pemeriksaan fisik yang lebih khusus lagi mungkin akan dilakukan jika dokter mencurigai adanya sindrom nyeri myofascial atau fibromyalgia. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa titik pemicu nyeri.
  • Tes darah
    tes darah dapat membantu mendeteksi kerusakan otot atau peradangan yang terjadi.
  • Tes pencitraan
    Tes pencitraan seperti sinar-X dan magnetic resonance imaging (MRI) dapat digunakan untuk mendiagnosis dan menyingkirkan penyebab mialgia yang berbeda.
 
Pengobatan nyeri otot terdiri dari:Pengobatan rumahanBerikut adalah beberapa cara untuk mengurangi rasa yang kurang nyaman akibat cedera otot yang bisa Anda lakukan di rumah sebelum memutuskan pergi ke dokter:
  • Mengistirahatkan bagian tubuh yang terasa nyeri dan sakit
  • Mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dapat diberi tanpa resep dokter seperti ibuprofen atau parasetamol
  • Kompres dengan air es pada bagian yang mengalami cedera untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan
Sebaiknya tutup bagian yang terkena dengan kompres es dalam beberapa hari setelah mengalami cedera. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki nyeri otot, yaitu:
  • Melakukan peregangan otot dengan cara yang lembut dan benar
  • Tidak melakukan aktivitas berat sampai nyeri otot sembuh
  • Beristirahat dengan cukup
  • Melakukan yoga dan meditasi untuk mengurangi stres dan ketegangan
Terapi fisikTerapi fisik atau fisioterapi adalah pengobatan paling umum untuk nyeri otot kronis, biasanya dilakukan oleh seorang fisioterapis. Terapi fisik bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas otot yang sakit dengan memperkuat jaringan di sekitarnya.Fsioterapis juga dapat membantu Anda menemukan cara untuk mengelola stres dan mengatur faktor ergonomi dari tempat kerja dan rumah Anda.Obat-obatanSelain terapi fisik, beberapa obat dapat membantu mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan dari nyeri otot. Pengobatan tersebut diberikan berdasarkan penyakit atau kondisi yang mendasarinya, mencakup:
  • Anti-Inflamasi Nonsteroid (NSAID)
  • Relaksan Otot, seperti cyclobenzaprine dan tizanidine
  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
  • Kortikosteroid, misalnya prednisone 
Komplikasi Nyeri otot bisa saja menimbulkan komplikasi bergantung pada penyakit, gangguan, atau kondisi yang mendasarinya, termasuk ke dalamnya adalah:
  • Imobilitas
  • Nyeri tak tertahankan yang tidak hilang meskipun sudah diberi obat
  • Atrofi otot
  • Kontraktur otot
  • Kerusakan otot atau saraf permanen termasuk kelumpuhan
  • Kualitas hidup yang buruk
 
Apabila nyeri yang terjadi diakibatkan oleh aktivitas fisik, maka lakukanlah beberapa hal ini untuk memperkecil risiko terjadinya nyeri otot:
  • Meregangkan otot sebelum berolahraga dan beraktivitas
  • Menggabungkan pemanasan dan pendinginan pada latihan
  • Melakukan olahraga secara teratur
  • Melakukan peregangan apabila bekerja dalam keadaan duduk atau yang mempunyai risiko cedera otot
  • Tetap terhidrasi, terutama pada hari-haridi mana Anda sangat aktif bergerak.
 
Segera konsultasi apabila terjadi beberapa hal ini:
  • Nyeri lebih dari 3 hari
  • Merasakan sakit yang penyebabnya tidak diketahui
  • Memiliki tanda-tanda infeksi
  • Memiliki sirkulasi darah yang buruk pada bagian yang terkena
  • Terdapat ruam kemerahan pada kulit
  • Merasakan nyeri akibat dari penggunaan obat
Selain itu, apabila mengalami hal-hal berikut ini, segera bawa ke unit gawat darurat:
  • Kenaikan berat badan secara mendadak
  • Sulit menelan
  • Merasakan lemah pada otot
  • Mengalami muntah
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait nyeri otot?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis nyeri otot agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/muscle-aches
Diakses pada 13 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/muscle-pain/basics/definition/sym-20050866
Diakses pada 13 Desember 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003178.htm
Diakses pada 13 Desember 2018
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/bones-joints-and-muscles/muscle-pain-myalgia
Diakses pada 13 Agustus 2020
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/muscle-pain-what-you-should-know-190093
Diakses pada 13 Agustus 2020
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/myalgia-overview-4584594#
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Penyebab Kram Perut Saat Lari dan Tips Manjur untuk Mencegahnya

Kram perut saat lari dapat disebabkan oleh beragam faktor, seperti terlalu banyak makan dan minum, dehidrasi, serta cara Anda bernapas. Faktor hormonal juga berisiko memicu kram perut saat lari.
30 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Kram perut saat lari dapat terjadi akibat terlalu banyak makan dan minum sebelum lari

Mengenal Spasme Otot, Mulai dari Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Spasme otot adalah kontraksi pada satu otot atau lebih secara tiba-tiba yang tidak disengaja. Kondisi ini bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman, nyeri, kram, atau bahkan tidak bisa bergerak.
12 Oct 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Spasme otot dapat terjadi akibat tidak melakukan pemanasan sebelum berolahraga

Atasi Stres dengan Relaksasi Otot Progresif, Caranya Amat Mudah Dilakukan

Relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi untuk mengontrol stres dan meredakan kecemasan. Teknik ini dilakukan dengan memberikan tegangan pada otot tertentu dan dilanjutkan dengan relaksasi. Relaksasi otot progresif juga dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia.
23 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi yang membantu merilekskan tubuh dan mengendalikan gejala gangguan psikologis tertentu