Risiko terkena nyeri dada akan meningkat karena faktor-faktor seperti merokok, diabetes, hipertensi, kolesterol, obesitas, dan lansia.
Risiko terkena nyeri dada akan meningkat karena faktor-faktor seperti merokok, diabetes, hipertensi, kolesterol, obesitas, dan lansia.

Nyeri dada adalah adanya rasa nyeri, sensasi seperti ditusuk atau tertimpa beban berat, dan bahkan dapat menyebar ke lengan, rahang, dan punggung, kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan beberapa organ, tidak hanya jantung, organ lain seperti paru-paru, tulang dan otot sekitar dada, kecemasan serta infeksi dapat menjadi penyebab nyeri dada.

Nyeri dada yang disebabkan oleh jantung disebut dengan angina. Angina merupakan suatu gejala yang disebabkan karena kurangnya aliran darah ke jantung. Perasaan yang ditimbulkan sering digambarkan seperti sesak dan sensasi nyeri seperti tertimpa beban berat pada dada.

Angina dibagi menjadi beberapa jenis seperti:

  • Stable angina
    Aktivitas fisik dan stress dapat memicunya. Biasanya nyeri dada ini berlangsung beberapa menit dan akan menghilang ketika Anda istirahat.
  • Unstable angina
    Nyeri dada ini biasanya terjadi saat Anda sedang istirahat. Rasa nyeri ini bisa kuat, berlangsung lama, dan dapat berulang. Ini memberi sinyal bahwa Anda mengalami serangan jantung.

Gejala nyeri dada yang disebabkan oleh jantung adalah :

  • Terasa nyeri dan tidak nyaman pada bagian dada kiri
  • Nyeri dada menjalar hingga lengan, leher, bahu, rahang ataupun punggung.
  • Terasa mual
  • Muntah
  • Mudah lelah
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pusing
  • Lemas

Nyeri dada yang disebabkan oleh gangguan jantung terjadi ketika aliran darah yang menuju ke jantung berkurang sehingga asupan oksigen berkurang. Penurunan aliran darah ke jantung juga dapat disebabkan oleh penumpukan lemak pada pembuluh darah. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang mengalami hiperkolestrolemia.

Penyebab lainnya nyeri dada yang bukan disebabkan oleh jantung adalah

  • Gangguan pencernaan

Peningkatan asam lambung berlebih dapat menyebabkan nyeri pada dada, keluhan lainnya adalah nyeri ulu hati, mual dan terasa begah pada perut.

  • Gangguan otot dan tulang

Infeksi pada otot dan tulang sekitar dada dapat menyebabkan nyeri pada dada. Biasanya nyeri bisa muncul ketika disentuh atau pergerakan tubuh misalnya costochondritis.

  • Gangguan paru

Emboli paru atau adanya sumbatan pada pembuluh darah paru dapat menyebabkan  nyeri pada dada, selain itu efusi pleura atau adanya cairan pada paru dapat menyebabkan kondisi serupa.

  • Cemas berlebih

Serangan cemas yang berlebih dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas, kondisi lainnya yang menyertai adalah gugup, jantung berdebar dan keringat dingin

  • Serangan Panik

Seseorang yang terserang panik akan menyebabkan jantung berdebar, mual, berkeringat dingin dan sesak napas.

 Ada beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko nyeri dada, yaitu:

  • Merokok
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Kolesterol
  • Riwayat keluarga
  • Lanjut usia
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Peningkatan asam lambung berlebih
  • Kecemasan berlebih
  • Infeksi paru
  • Terbentur pada dada

Dokter akan melakukan anamnesis atau menanyakan keluhan Anda secara mendalam dan melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis, seperti :

  • Elektrokardiogram (EKG)
    Tes ini digunakan untuk mengetahui dan melihat aliran darah pada jantung apakah aliran darah tersebut terhambat atau memiliki gejala serangan jantung.
  • Echocardiogram
    Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan kondisi jantung. Tes ini dapat menggambarkan apakah terdapat masalah terhadap aliran darah.
  • Scanning Nuklir Jantung
    Tes ini digunakan untuk mengukur aliran darah ke otot jantung.
  • Tes Darah
    Kerusakan otot jantung akan mengeluarkan enzim. Tes ini berguna untuk melihat apakah terdapat kandungan enzim pada darah yang diakibatkan kerusakan tersebut. Jika positif, mungkin hal ini dapat menjadi indikasi kuat serangan jantung.
  • Tes Pencitraan
    Tes ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi jantung. Ada beberapa tes pencitraan yang dapat dilakukan, seperti:
    • CT scan
    • X-ray
    • MRI
  • Endoskopi Gastrointestinal                                                                                                                                                             Pemeriksaan ini untuk melihat bagian dalam lambung dimana akan diketahui penyebab peningkatan asam lambung yang menyebabkan nyeri dada.

 

Pada pasien dengan nyeri dada yang bukan disebabkan oleh jantung kemungkinan akan diberikan pengobatan sesuai dengan diagnosisnya. Apabila disebabkan oleh  gangguan lambung maka akan diberikan obat penurun produksi asam lambung. Jika disebabkan oleh masalah psikis maka kemungkinan dokter akan meresepkan obat antidepresan.

Pasien dapat meminum obat untuk mengurangi gejala dan mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil. Beberapa obat berguna untuk mengurangi beban kerja pada jantung, mengobati gagal jantung, dan membantu mengendalikan irama jantung seperti Nitrogliserin untuk mengatasi pembuluh darah jantung yang menyempit, Aspirin dan obat pengencer darah. Jika obat-obatan tidak cukup, maka akan dilakukan prosedur pembedahan seperti:

  • Angioplasty/stenting
    Dokter memasukan selang kecil berisi balon ke dalam pembuluh darah jantung, kemudian mengembangkan balon tersebut di dalam arteri yang tersumbat untuk memperlebar pembuluh darah.
  • CABG (Coronary Artery Bypass Grafting)
    Dokter akan mengambil arteri/vena yang sehat dari bagian lain tubuh Anda, dan menggunakannya untuk pembuluh darah yang tersumbat. 

Satu-satunya cara untuk mengurangi risiko nyeri dada adalah dengan mengubah gaya hidup. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aktivitas sehari-hari, di antaranya:

  • Berhenti merokok dan jangan mencoba untuk merokok.
  • Hindari menjadi perokok pasif, yaitu berada di ruangan penuh asap rokok.
  • Mengontrol tekanan darah, lemak darah, dan gula darah pada tubuh secara rutin
  • Berolahraga secara teratur tiga kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit persesi.
  • Tidak mengonsumsi alkohol.
  • Hindari stres.
  • Hindari konsumsi makanan berlemak secara berlebihan.
  • Hindari konsumsi makanan cepat saji.
  • Gunakan masker penutup hidung untuk mencegah penularan infeksi saluran napas.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Hindari menunda waktu makan.
  • Hindari berdiet ketat.
  • Lakukan pemanasan jika hendak berolahraga untuk  mencegah cedera otot.
  • Hindari obat-obat terlarang.

Jika Anda mengalami indikasi seperti nyeri dada dan sesak napas segera konsultasi dengan dokter. Terkadang nyeri dada terjadi secara tiba-tiba. Jika benar-benar terjadi, maka penderita harus segera dibawa ke unit gawat darurat. Selain itu, karena nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan organ lain maka waspadai jika :

  • Mual dan muntah.
  • Terdapat muntah darah.
  • Tubuh tidak dapat digerakan.
  • Penurunan kesadaran.

Jika mengalami hal diatas maka diharapkan juga segera ke UGD.

Siapkan daftar pertanyaan agar kunjungan lebih efektif. Untuk nyeri dada, berikut pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Jenis nyeri dada apa yang saya miliki?
  • Apakah saya memiliki kerusakan jantung?
  • Obat apa yang saya perlukan?
  • Adakah efek samping obat yang akan saya alami selama mengonsumsi obat yang akan diberikan?
  • Adakah makanan yang harus saya hindari?
  • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan agar mereka dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Kapan mengalami gejala pertama kali?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi?
  • Apakah nyeri dada yang dialami menjalar hingga rahang dan lengan?
  • Adakah riwayat penyakit yang disebabkan oleh asam lambung tinggi sebelumnya?
  • Seberapa sering kondisi ini terjadi?
  • Apakah sudah meminum obat sebelumnya? 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/angina/symptoms-causes/syc-20369373
Diakses pada 1 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/heart-disease-angina#2
Diakses pada 27 Februari 2019

Artikel Terkait