Penyakit Lainnya

Nyeri Betis

22 Jan 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Nyeri Betis
Nyeri betis umumnya muncul karena kram otot atau otot yang tegang
Nyeri betis adalah kondisi yang biasanya disebabkan oleh kram atau ketegangan otot. Namun, terkadang betis sakit bisa menjadi gejala dari sesuatu kondisi medis yang lebih serius.Betis sendiri terdiri dari tiga otot, yaitu gastrocnemius, soleus, dan plantaris. Jika salah satu otot tersebut mengalami cedera, maka nyeri akan muncul pada bagian ini. Meski demikian, nyeri juga bisa disebabkan oleh hal lain seperti masalah pembuluh darah, saraf, atau jaringan yang menyelimuti otot betis.Diagnosis kondisi ini akan dilakukan dengan memeriksa secara spesifik bentuk nyeri yang diderita apakah nyeri tajam atau dalam bentuk kram. Dokter juga akan mempertimbangkan derajat nyeri yang diderita apakah terasa ringan atau parah. 
Penyebab nyeri betis bisa berbagai faktor mulai terlalu banyak beraktivitas yang melibatkan betis hingga kondisi kaki pemiliknya. Beruntung, sebagian besar betis sakit bisa ditangani di rumah. Meski begitu, tetaplah waspada karena mungkin saja penyebabnya adalah kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan dokter.Beberapa penyebab nyeri betis berdasarkan area yang diserang antara lain:

Penyebab terkait otot

  • Kram otot betis
  • Ketegangan otot betis
  • Memar otot betis
  • Ketegangan otot soleus
  • Pecahnya otot plantaris
  • Sindroma kompartemen
  • Plantar pasciitis

Penyebab nonotot

  • Pecah atau robeknya tendon achilles
  • Pembekuan darah (deep vein thrombosit/DVT)
  • Kista baker
  • Saraf terjebak
  • Tendonitis poplitea
  • Jebakan arteri poplitea
  • Penyakit arteri perifer kaki bawah dan klaudikasio
  • Fraktur ruling kaki bagian bawah
  • Infeksi tulang
  • Linu panggul
  • Memar
  • Neuropati perifer diabetik
  • Varises
 
Anda sebaiknya menemui dokter jika mengalami beberapa kondisi di bawahm ini:
  • Betis mengalami bengkak
  • Betis terasa dingin atau terlihat pucat
  • Kaki terasa kesemutan atau mati rasa
  • Kaki terasa lemah
  • Mengalami penumpukan cairan (retensi cairan)
  • Betis memerah, hangat, dan terasa lembek
  • Kedua kaki bengkak dan mengalami masalah pernapasan
  • Betis sakit saat atau sesudah berjalan
  • Rasa sakit kian parah atau tak kunjung sembuh setelah beberapa hari dirawat di rumah
  • Terdapat varises yang menyakitkan
Hubungilah layanan gawat darurat jika mengalami gejala DVT dan duduk dalam waktu lama, seperti:
  • Betis membengkak
  • Kaki terasa sakit
  • Kulit betis berwarna merah
  • Betis terasa hangat
  • Demam lebih dari 37 derajat Celcius
  • Bengkak ekstrim tiba-tiba di kaki
 
Healthline: https://www.healthline.com/health/calf-pain
Diakses pada 6 Januari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321446
Diakses pada 6 Januari 2021
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/calf-pain
Diakses pada 6 Januari 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-calf-pain-and-treatment-options-2549387
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email