Nyeri Anus

Ditulis oleh Aby Rachman
Ditinjau dr. Fridawati
Nyeri anus merupakan rasa sakit yang pada bagian dalam maupun sekitar anal atau rektum
Nyeri anus bukanlah penyakit yang berbahaya, tapi penyakit ini bisa menimbulkan rasa sakit yang hebat.

Pengertian Nyeri Anus

Nyeri anus merupakan rasa sakit yang pada bagian dalam maupun sekitar anal (anus) atau rektum (daerah perianal) yang dapat diobati. Nama lain dari kondisi ini adalah proctalgia. Walaupun sebagian besar dari penyebab nyeri anus tidaklah berbahaya, tetapi nyeri pada daerah ini dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat. Sebab, ada banyak ujung saraf pada daerah perianal.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala utama dari nyeri anus adalah rasa sakit di dalam dan sekitar anal (anus), maupun rektum (daerah perianal). Berikut ini gejala yang ditimbulkan oleh nyeri anus berdasarkan penyebabnya:

  • Duduk terlalu lama bisa menimbulkan gejala berupa nyeri.
  • Sering buang air besar dengan konsistensi tinja yang encer, setidaknya tiga kali dalam 24 jam. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada anus, yang bisa semakin parah setelah anus dibersihkan atau diseka dengan tisu toilet. Lecet hingga berdarah.
  • Cedera bisa menyebabkan nyeri pada anus. Misalnya, terjatuh pada bokong saat berolahraga. Berdasarkan tingkat cedera, sakit yang timbul bisa menyebar dari bokong ke punggung. Nyeri yang konstan dan berdenyut pun terlihat sebagai memar pada bokong.
  • Fisura ani (luka terbuka atau robekan pada kulit dan mukosa yang melapisi saluran anus) dengan gejala merasa sakit yang tajam secara tiba-tiba di sekitar anus dan ketika buang air besar, pendarahan pada anus, rasa sakit yang berlangsung selama beberapa jam setelah buang air besar. Kondisi ini dapat berlangsung sampai beberapa hari.
  • Wasir dengan gejala rasa nyeri ketika duduk terutama pada alas keras. Selain itu terdapat pula rasa nyeri tajam yang konstan, gatal atau nyeri tumpul sekitar anus, pendarahan pada anus saat buang air besar, terasa seperti ada benjolan didalam anus dan nyeri pada anus yang tajam ketika aliran darah menuju wasir terhambat seperti terdapatnya bekuan darah pada wasir.
  • Menstruasi dengan gejala anus yang terasa sakit, perih, dan tidak nyaman. Gejala ini biasanya akan berakhir ketika periode haid selesai
  • Proctalgia fugax atau spasme anal dengan gejala rasa nyeri pada anus yang tajam dan tidak terduga karena kontraksi otot sfringter anus.

Penyebab

Beberapa penyebab penyakit anus adalah:

  • Duduk dalam waktu lama pada alas yang keras. Sebab, tekanan pada saraf atau otot dubur yang menyebabkan timbulnya rasa sakit. Nyeri yang dirasakan dapat berlangsung selama beberapa jam setelah bangun. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang umum terjadi.
  • Diare. Terlalu sering buang air besar dapat membuat anus menjadi sakit dan berdarah.
  • Cedera ketika bokong jatuh yang dapat melukai otot, tulang, atau saraf sekitar anus.
  • Fisura ani yang terjadi karena robeknya jaringan anus yang rasa sakitnya dapat terjadi selama beberapa jam atau berhari-hari.
  • Wasir yang terjadi ketika pembuluh darah anal bengkak
  • Menstruasi. Sebab, haid menyebabkan rektum dan anus menjadi lebih sensitif.
  • Proctalgia Fugax atau apasme anal (kejang dubur) yang terjadi ketika muncul nyeri yang tajam pada anus tanpa terduga, akibat kontraksi otot sfringter anus.
  • Abses atau fistula anal (terbentuknya saluran kecil di anatara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus).
  • Levator ani syndrome, yaitu disfungsi dari otot-otot dasar panggul yang tegang
  • Inflammatory bowel disease seperti Crohn’s disease (peradangan saluran cerna)
  • Penyakit yang disebabkan oleh infeksi seperti infeksi jamur (fungal) atau penyakit menular seksual yang disebarkan melalui anus.
  • Kelainan yang melibatkan tulang seperti coccydinia (nyeri pada tulang ekor) atau nyeri yang menyebar dari punggung bagian bawah, panggul atau pinggang yang disebabkan oleh arthritis (radang sendi) atau tumor tulang
  • Masalah pada saluran kemih seperti prostatitis (radang pada kelenjar prostat)
  • Kanker anus atau rektum bagian bawah. Namun kasus ini jarang terjadi.

Pengobatan

Berikut ini beberapa pilihan penanganan nyeri anus berdasarkan penyebabnya.

Penyebab Nyeri Anus

Penanganan

Cedera

Tes pencitraan dengan sinar X, untuk memeriksa kerusakan tulang ekor atau tulang belakang, yang membutuhkan perawatan lanjutan

Diare dengan dehidrasi berat

Pemberian infus, untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang

Diare akibat peradangan saluran pencernaan

Pengobatan dan perawatan dari dokter

Fisura anal menahun

Pembedahan, agar pembuangan air besar tidak melukai otot sfingter. Pasien juga disarankan mengonsumsi makanan berserat.

Wasir

Dokter akan membungkus hemoroid dengan karet, melakukan pembedahan dan pembekuan untuk menyusutkannya. Pada kasus berat, dokter dapat melakukan prosedur hemoroidektomi untuk pengangkatan hemoroid.

 

Pencegahan

Anda dapat mencegah nyeri anal dengan melakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Minum air minimal 2 liter sehari untuk melancarkan buang air besar
  • Mengonsumsi lebih banyak sayur, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Jangan mengonsumsi makanan mentah, karena makanan tersebut dapat mengandung bakteri yang menyebabkan diare
  • Duduk dengan postur yang baik, luruskan punggung dan lutut membentuk 90 derajat
  • Jangan mengejan saat membuang air besar karena dapat menyebabkan wasir dan fisura ani
  • Bangun dan berjalanlah 30-50 menit sekali untuk mengurangi tekanan jangka panjang pada otot dan saraf anal serta tulang belakang
  • Pakai celana katun yang longgar untuk mencegah keringat yang dapat menyebabkan iritasi
  • Gunakan tisu basah untuk menyeka atau semprotan air sehabis buang air. Sebab, kertas toilet yang kering dapat membuat iritasi dan rentan terhadap infeksi
  • Konsumsi makanan sehat dan berserat, untuk mencegah pengerasan tinja dan melancarkan buang air besar

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Banyak kasus nyeri anus yang tidak memerlukan perawatan khusus, dan Anda dapat mengobatinya sendiri. Namun, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika merasakan nyeri yang berat. Misalnya tidak dapat berjalan, berdiri, duduk atau buang air besar, mengalami demam, dehidrasi berat, tidak bisa makan, rasa sakit yang tidak hilang dalam beberapa hari, dan jika terjadi pendarahan anus (terdapat darah pada kotoran). Dokter dapat membantu mengobati gejala dengan lebih cepat dan dapat mendiagnosis penyakit yang menyebabkan gejala.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/anus-pain#causes
Diakses pada 15 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/anal-pain/basics/definition/sym-20050918
Diakses pada 15 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/anal-pain/
Diakses pada 15 November 2018

Back to Top