Nodul tiroid adalah benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid yang terletak di bagian bawah leher. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang mengatur metabolisme, denyut jantung, dan suhu tubuh. 

Benjolan pada tiroid bisa berbentuk padat atau lembek berisi cairan, dan lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Selain itu, kondisi ini juga sering menyerang orang berusia di atas 60 tahun.

Sebagian besar kasus nodul tiroid tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala apapun. Kasus benjolan yang disebabkan oleh kanker juga hanya sedikit. 

Akan tetapi, nodul tiroid dengan ukuran yang terlalu besar dapat menimbulkan kesulitan menelan atau bernapas. Karena itu, perlu ditangani lebih lanjut.

Kebanyakan nodul tiroid tidak menimbulkan tanda atau gejala apapun. Namun gejala dapat timbul apabila ukuran nodul terlalu besar. Keluhan ini meliputi:

  • Benjolan yang bisa diraba
  • Benjolan yang tampak sebagai pembengkakan di leher bawah
  • Kesulitan menelan atau bernapas

Nodul tiroid juga dapat menghasilkan peningkatan kadar hormon dalam tubuh. Kondisi ini akan menimbulkan gejala-gejala berupa:

  • Berat badan yang turun, tapi penyebabnya tidak jelas
  • Keringat berlebih
  • Tremor
  • Rasa cemas
  • Jantung berdebar atau denyut jantung yang tidak teratur

Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab nodul tiroid meliputi:

 

  • Kekurangan yodium

 

Asupan yodium yang rendah dapat menyebabkan munculnya nodul tiroid. Yodium umumnya ditemukan dalam garam dapur, keju, telur, susu sapi.

 

  • Pertumbuhan jaringan kelenjar tiroid yang berlebihan (adenoma tiroid)

 

Adenoma tiroid biasanya tidak serius kecuali apabila ukurannya terlalu besar. Pada beberapa kasus, kondisi ini disertai dengan produksi hormon tiroid dalam jumlah berlebihan sehingga dapat menimbulkan gejala.

 

  • Kista tiroid

 

Kista tiroid biasanya disebabkan oleh adenoma tiroid yang mengalami degenerasi. Kista ini umumnya berisi cairan.

 

  • Peradangan tiroid kronis

 

Penyakit Hashimoto dapat menyebabkan peradangan kronis dari kelenjar tiroid. Peradangan ini memicu tumbuhnya nodul tiroid pada leher.

Kondisi ini biasanya disertai dengan aktivitas kelenjar tiroid yang berkurang atau hipotiroidisme.

 

  • Goiter multinodular

 

Goiter multinodular ditandai dengan munculnya lebih dari satu benjolan yang membentuk nodul tiroid. Penyebab kondisi ini masih belum diketahui secara pasti.

 

  • Kanker tiroid

 

Faktor seperti riwayat keluarga dengan kanker tiroid dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Demikian pula dengan faktor lain yang meliputi usia di bawah 30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki riwayat paparan radiasi di kepala dan leher.

Kanker tiroid perlu dicurigai sebagai penyebab nodul tiroid apabila benjolan berukuran besar, terasa keras, atau menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada penderita.

Dalam menentukan diagnosis nodul tiroid, fokus utama dokter adalah menyingkirkan kemungkinan kanker. Dokter juga akan mencari tahu apakah kelenjar tiroid pasien masih berfungsi dengan baik.

Sederet pemeriksaan medis di bawah ini bisa dianjurkan oleh dokter: 

 

  • Pemeriksaan fisik

 

Pasien akan diminta untuk menelan saat dokter memeriksa kelenjar tiroid. Pasalnya, nodul tiroid biasanya akan bergerak naik dan turun saat pasien menelan. 

Dokter juga akan memeriksa ada tidaknya tanda dan gejala kelebihan hormon tiroid. Misalnya, tremor dan jantung berdebar. Begitu juga dengan tanda hormon tiroid terlalu rendah seperti denyut jantung yang lambat dan kulit kering.

 

  • USG

 

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi struktur nodul tiroid.

 

  • Pemindaian pada tiroid

 

Pemeriksaan ini dilakukan terutama pada nodul tiroid dengan gejala berlebihnya hormon tiroid.

 

  • Aspirasi jarum halus

 

Aspirasi jarum halus adalah salah satu metode biopsi atau pengambilan sampel jaringan. Lewat prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan dari nodul tiroid  untuk diperiksa lebih lanjut di bawah mikroskop.

 

  • Tes darah

 

Pemeriksaan ini bertujuan memeriksa kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid stimulating hormone) dalam tubuh penderita.

Penanganan nodul tiroid tergantung dari ukuran dan jenisnya. Beberapa metode pengobatannya meliputi:

 

  • Pemantauan berkala

 

Apabila benjolan tidak disebabkan oleh kanker, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemantauan berkala guna memantau pertumbuhan nodul tiroid.

 

  • Pemberian yodium radioaktif

 

Dokter mungkin akan memberikan yodium radioaktif untuk nodul tiroid dengan gejala kadar hormon tiroid berlebih dan goiter multinodular. Senyawa ini akan diserap oleh kelenjar tiroid dan membuat ukuran nodul menyusut.

Meski begitu, terapi ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau yang berencana hamil.

 

  • Operasi tiroid

 

Operasi diperlukan bagi nodul tiroid yang disebabkan oleh kanker, berukuran terlalu besar, menimbulkan gejala kesulitan bernapas atau menelan, dan tidak bisa didiagnosis secara pasti oleh dokter. 

Belum ada upaya pencegahan nodul tiroid yang bisa dilakukan. Apabila Anda didiagnosis mengalaminya, dokter akan mengangkat atau memantau perkembangan nodul tersebut. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Meski sebagian besar nodul tiroid tidak bergejala dan tidak disebabkan oleh kanker, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan apabila kondisi ini disertai:

  • Pembengkakan pada leher yang disertai dengan kesulitan menelan atau bernapas. 
  • Berat badan yang turun mendadak walau nafsu makan normal atau malah meningkat.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Kesulitan tidur.
  • Kelemahan otot.
  • Ganggauan kecemasan.
  • Uring-uringan.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat penyakit serupa pada keluarga Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait nodul tiroid?
  • Apakah keluarga Anda memiliki gejala serupa?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab nodul tiroid. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat

Healthline. https://www.healthline.com/health/thyroid-nodule
Diakses pada 8 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-are-thyroid-nodules#1
Diakses pada 8 Januari 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13121-thyroid-nodule/management-and-treatment
Diakses pada 8 Januari 2020

Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/t/thyroid-nodules.html
Diakses pada 8 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-nodules/symptoms-causes/syc-20355262
Diakses pada 8 Januari 2020

American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/thyroid-nodules/
Diakses pada 8 Januari 2020

American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/iodine-deficiency/
Diakses pada 8 Januari 2020

Artikel Terkait