Penyakit Lainnya

Nodul Tiroid

Diterbitkan: 08 Jan 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Nodul Tiroid
Nodul tiroid umumnya tampak seperti benjolan di leher
Nodul tiroid adalah benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid, yang terletak di bagian bawah leher. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang mengatur metabolisme, denyut jantung, dan suhu tubuh.Benjolan pada tiroid bisa berbentuk padat atau lembek berisi cairan, dan lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Selain itu, kondisi ini juga sering menyerang orang berusia di atas 60 tahun.Sebagian besar kasus nodul tiroid tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala apapun. Kasus benjolan yang disebabkan oleh kanker juga hanya sedikit. Akan tetapi, nodul tiroid dengan ukuran yang terlalu besar dapat menimbulkan kesulitan menelan atau bernapas. Karena itu, perlu ditangani lebih lanjut. 
Nodul Tiroid
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBenjolan di leher, sulit bernapas atau menelan
Faktor risikoKeturunan, penyakit tiroid lain, usia 60 tahun atau lebih
Metode diagnosisTes darah, USG, scan tiroid
PengobatanPemantauan berkala, obat-obatan, operasi
ObatYodium radioaktif
KomplikasiGangguan pernapasan atau menelan, hipertiroid, komplikasi operasi tiroid
Kapan harus ke dokter?Gejala hipertiroid dan hipotiroid, masalah pernapasan dan menelan
Kebanyakan nodul tiroid tidak menimbulkan tanda atau gejala apapun. Namun gejala dapat timbul apabila ukuran nodul terlalu besar. Keluhan ini meliputi:
  • Benjolan yang bisa diraba
  • Benjolan yang tampak sebagai pembengkakan di leher bawah
  • Kesulitan menelan atau bernapas
Nodul tiroid juga dapat menghasilkan peningkatan kadar hormon dalam tubuh. Kondisi ini akan menimbulkan gejala-gejala berupa:
  • Berat badan yang turun, tapi penyebabnya tidak jelas
  • Keringat berlebih
  • Tremor
  • Rasa cemas
  • Jantung berdebar atau denyut jantung yang tidak teratur
 
Penyebab nodul tiroid adalah pertumbuhan jaringan tiroid yang berlebihan. Pemicu yang mendasari pertumbuhan jaringan ini biasanya tidak diketahui, namun faktor keturunan diduga memiliki peran yang penting. 

Faktor risiko nodul tiroid

Beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan munculnya nodul tiroid. Faktor risiko tersebut meliputi:
  • Pernah menjalani X-ray tiroid ketika masih anak-anak
  • Memiliki penyakit tiroid lain, seperti tiroiditis atau penyakit Hashimoto
  • Memiliki riwayat keluarga dengan nodul tiroid
  • Berusia 60 tahun atau lebih
  • Berjenis kelamin wanita
Nodul tiroid lebih umum terjadi pada wanita. Saat ditemukan pada kaum pria, nodul ini lebih berisiko bersifat ganas (kanker). 

Jenis-jenis nodul tiroid

Nodul tiroid dapat dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung kondisi medis yang mendasarinya. Jenis-jenis nodul tiroid tersebut meliputi:
  • Kekurangan yodium

Asupan yodium yang rendah dapat menyebabkan munculnya nodul tiroid. Yodium umumnya ditemukan dalam garam dapur, keju, telur, susu sapi.
  • Pertumbuhan jaringan kelenjar tiroid yang berlebihan (adenoma tiroid)

Adenoma tiroid biasanya tidak serius kecuali apabila ukurannya terlalu besar. Pada beberapa kasus, kondisi ini disertai dengan produksi hormon tiroid dalam jumlah berlebihan sehingga dapat menimbulkan gejala.
  • Kista tiroid

Kista tiroid biasanya disebabkan oleh adenoma tiroid yang mengalami degenerasi. Kista ini umumnya berisi cairan.
  • Peradangan tiroid kronis

Penyakit Hashimoto dapat menyebabkan peradangan kronis dari kelenjar tiroid. Peradangan ini memicu tumbuhnya nodul tiroid pada leher.Kondisi ini biasanya disertai dengan aktivitas kelenjar tiroid yang berkurang atau hipotiroidisme.
  • Goiter multinodular

Goiter multinodular ditandai dengan munculnya lebih dari satu benjolan yang membentuk nodul tiroid. Penyebab kondisi ini masih belum diketahui secara pasti.
  • Kanker tiroid

Faktor seperti riwayat keluarga dengan kanker tiroid dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Demikian pula dengan faktor lain yang meliputi usia di bawah 30 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki riwayat paparan radiasi di kepala dan leher.Kanker tiroid perlu dicurigai sebagai penyebab nodul tiroid apabila benjolan berukuran besar, terasa keras, atau menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada penderita.Baca Juga: Fungsi Yodium dan Bahayanya Jika Tubuh Kekurangan Zat Ini 
Dalam menentukan diagnosis nodul tiroid, fokus utama dokter adalah menyingkirkan kemungkinan kanker. Dokter juga akan mencari tahu apakah kelenjar tiroid pasien masih berfungsi dengan baik atau tidak.Sederet pemeriksaan medis di bawah ini bisa dianjurkan oleh dokter: 
  • Pemeriksaan fisik

Pasien akan diminta untuk menelan saat dokter memeriksa kelenjar tiroid. Pasalnya, nodul tiroid biasanya akan bergerak naik dan turun saat pasien menelan. Dokter juga akan memeriksa ada tidaknya tanda dan gejala kelebihan hormon tiroid. Misalnya, tremor dan jantung berdebar. Begitu juga dengan tanda hormon tiroid terlalu rendah seperti denyut jantung yang lambat dan kulit kering.
  • USG

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi struktur nodul tiroid.
  • Biopsi tiroid

Biopsi tiroid dilakukan dengan cara aspirasi jarum halus. Lewat prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan dari nodul tiroid untuk diperiksa lebih lanjut di bawah mikroskop.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan memeriksa kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid stimulating hormone) dalam tubuh penderita.
  • Scan tiroid (pemindaian tiroid)

Scan tiroid menggunakan teknologi nuklir. Zat iodine yang mengandung senyawa radioaktif akan diberikan melalui mulut pasien.Setelah itu, dokter akan memindai tiroid untuk mengevaluasi seberapa banyak zat radioaktif dapat diserap oleh nodul maupun jaringan tiroid yang normal.Dengan scan tiroid, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan nodul tiroid yang disebabkan oleh kanker. 
Cara mengobati nodul tiroid tergantung pada ukuran dan jenisnya. Beberapa metode penanganannya bisa meliputi:
  • Pemantauan berkala

Apabila benjolan tidak disebabkan oleh kanker, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menjalani pemantauan berkala. Langkah ini bertujuan mengawasi pertumbuhan nodul tiroid.Nodul tiroid yang bersifat jinak atau terlalu kecil untuk biopsi perlu dipantau dengan ketat. Dokter bisa melakukan pemeriksaan USG tiap 6-12 bulan sekali, disertai dengan pemeriksaan fisik tiap tahun.
  • Pemberian yodium radioaktif

Dokter mungkin akan memberikan yodium radioaktif untuk nodul tiroid dengan gejala kadar hormon tiroid berlebih dan goiter multinodular. Senyawa ini akan diserap oleh kelenjar tiroid dan membuat ukuran nodul menyusut.Meski begitu, terapi ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau yang berencana hamil.
  • Operasi tiroid

Operasi tiroid diperlukan bagi nodul tiroid yang disebabkan oleh kanker, berukuran terlalu besar, menimbulkan gejala kesulitan bernapas atau menelan, dan tidak bisa didiagnosis secara pasti oleh dokter.  

Komplikasi nodul tiroid

Bila dibiarkan tanpan penanganan, nodul tiroid bisa menyebabkan komplikasi yang berupa:
  • Gangguan pernapasan atau menelan

Nodul yang berukuran terlalu besar atau berjumlah lebih dari satu dapat mengganggu saluran napas serta kerongkongan. Akibatnya, proses menelan atau pernapasan pasien akan terganggu.
  • Hipertiroidisme

Ketika nodul menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah besar, hormon ini akan menumpuk secara berlebihan di dalam tubuh pasien. Kondisi ini dikenal dengan nama hipertiroidisme.Hipertiroidisme dapat menyebabkan gejala berupa penurunan berat badan, kelemahan otot, tidak tahan terhadap udara panas, cemas, dan lebih mudah tersinggung.
  • Krisis tiroid

Jika tak ditangani, hipertiroidisme kemudian dapat memicu denyut jantung tidak teratur (aritmia), kelemahan tulang, dan krisis tiroid.Krisis tiroid adalah kondisi mengancam nyawa yang ditandai dengan gejala hipertiroid secara ekstrem. Kondisi ini membutuhkan penanganan darurat.
  • Masalah akibat operasi tiroid

Jika operasi pengangkatan nodul dan kelenjar tiroid dilakukan, pasien perlu mengonsumsi obat pengganti hormon tiroid seumur hidup.Baca Juga: Ini Beda Gangguan Hormon Tiroid Hipertiroidisme dan Tirotoksikosis 
Belum ada cara mencegah nodul tiroid yang bisa dilakukan. Apabila Anda didiagnosis mengalaminya, dokter akan mengangkat atau memantau perkembangan nodul tersebut.Pada kebanyakan kasus, kondisi nodul tiroid tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Meski sebagian besar nodul tiroid tidak bergejala dan tidak disebabkan oleh kanker, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan apabila kondisi ini disertai:
  • Pembengkakan pada leher yang disertai dengan kesulitan menelan atau bernapas
  • Berat badan yang turun mendadak walau nafsu makan normal atau malah meningkat
  • Jantung berdebar-debar
  • Kesulitan tidur
  • Kelemahan otot
  • Ganggauan kecemasan
  • Uring-uringan
Pasien juga perlu menghubungi dokter apabila mengalami gejala hipotiroid yang berupa:
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat penyakit serupa pada keluarga Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait nodul tiroid?
  • Apakah keluarga Anda memiliki gejala serupa?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab nodul tiroid. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat 
Healthline. https://www.healthline.com/health/thyroid-nodule
Diakses pada 8 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-are-thyroid-nodules#1
Diakses pada 8 Januari 2020
Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/t/thyroid-nodules.html
Diakses pada 8 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-nodules/symptoms-causes/syc-20355262
Diakses pada 8 Januari 2020
American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/thyroid-nodules/
Diakses pada 8 Januari 2020
American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/iodine-deficiency/
Diakses pada 8 Januari 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13121-thyroid-nodule/management-and-treatment
Diakses pada 8 Januari 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13121-thyroid-nodule/diagnosis-and-tests
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Beda Gangguan Hormon Tiroid Hipertiroidisme dan Tirotoksikosis

Hipertiroidisme adalah gangguan hormon tiroid yang bisa berujung pada tirotoksikosis. Meski gejalanya mirip, kedua penyakit tiroid ini sejatinya berbeda. Mulai dari penyebab hingga pengobatannya.
29 Jul 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Gangguan hormon tiroid hipertiroidisme dan tirotoksikosis memiliki perbedaan maupun terlihat sama

Bahaya Kelenjar Tiroid yang Alami Gangguan dan Tanpa Penanganan

Wanita berisiko mengalami masalah kelenjar tiroid. Ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu cepat atau lambat bisa berakibat hipertiroidisme atau hipotiroidisme.
05 Aug 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Kaum wanita memiliki risiko 5-8 kali lebih besar alami masalah di kelenjar tiroid.

Benjolan di Leher Sakit Bila Ditekan? Jangan Panik Dulu!

Benjolan di leher sakit bila ditekan tentu mengkhawatirkan. Meski benjolan ini termasuk umum terjadi, Anda tetap harus waspada karena penyebabnya bisa saja penyakit serius.
24 Nov 2020|Dedi Irawan
Baca selengkapnya
Benjolan di leher sakit bila ditekan dapat terjadi karena banyak hal