Nistagmus adalah kondisi di mana salah satu atau kedua bola mata bergerak secara cepat. Gerakan ini tidak bisa dikendalikan oleh penderitanya.

Pergerakan mata nistagmus bisa berupa gerakan naik-turun, kanan-kiri, atau gerakan memutar. Kelainan mata ini dapat menghalangi rutinitas hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya. Misalnya, tidak bisa menyetir maupun kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Sebagian besar kasus nistagmus dapat membaik dengan sendirinya tanpa penanganan spesifik. Namun gejalanya bisa tidak dapat benar-benar hilang dan menetap seumur hidup.

Gejala nistagmus adalah pergerakan mata yang cepat dan tidak dapat dikontrol oleh penderitanya. Arah gerakan mata menentukan tipe nistagmus yang dialami bisa berupa:

  • Gerakan horizontal, di mana bola mata bergerak ke kiri dan kanan.
  • Gerakan vertikal, di mana bola mata bergerak ke atas dan bawah.
  • Gerakan mata memutar.

Pada anak yang mengalami nistagmus, benda-benda akan terlihat kabur. Namun lingkungan sekitarnya tidak tampak goyang. 

Berbeda dengan penderita nistagmus pada orang dewasa, apapun yang mereka lihat akan tampak bergoyang ketika mereka mengalihkan sedikit saja pandangan mereka. 

Nistagmus juga dapat mempengaruhi daya penglihatan. Penderita bisa mengalami kesulitan melihat di tempat gelap atau mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang terang.

Penderita mungkin pula mengalami pusing dan masalah keseimbangan. Kondisi ini menjadi lebih parah bila penderita sedang lelah atau stres. 

Secara umum, nistagmus disebabkan oleh faktor genetik. Ini berarti, nistagmus diturunkan dari orangtua ke anaknya.

Meski begitu, ada pula sejumlah faktor dan kondisi medis yang bisa memicu nistagmus. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Gangguan mata, seperti katarak atau mata juling.
  • Stroke.
  • Multiple sclerosis.
  • Penyakit Meniere.
  • Cedera kepala.
  • Albinisme, yaitu kurangnya pigmen melanin pada kulit.
  • Gangguan telinga bagian dalam.
  • Obat-obatan tertentu, seperti lithium atau obat antikejang.
  • Pengguna alkohol atau obat-obatan terlarang.

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang guna mengevaluasi penyebab nistagmus.

Tanya jawab

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan mengenai keluhan yang Anda rasakan, serta riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita, obat-obatan yang Anda konsumsi, atau faktor lingkungan yang mungkin berpengaruh terhadap fungsi penglihatan Anda. 

Pemeriksaan fisik

Dokter dapat mendiagnosis nistagmus dengan melakukan pemeriksaan mata yang meliputi:

  • Pengukuran ketajaman penglihatan

Langkah ini bertujuan menentukan tipe gangguan penglihatan yang Anda alami.

  • Pemeriksaan refraksi

Pemeriksaan ini berguna dalam menentukan tipe lensa yang Anda butuhkan agar gangguan penglihatan Anda bisa ditangani.

  • Evaluasi fungsi mata secara keseluruhan

Contoh pemeriksaan ini meliputi evaluasi fungsi pemusatan atau fokus, hingga pergerakan mata. Melalui langkah ini, dokter akan menilai ada tidaknya masalah yang memengaruhi kontrol pergerakan mata atau membuat penderita kesulitan menggunakan kedua matanya secara bersamaan. 

Dokter juga bisa meminta Anda melakukan pemeriksaan sederhana untuk melakukan diagnosis nistagmus. Anda akan diminta untuk duduk dan berputar-putar di atas kursi selama 30 detik. Dokter kemudian menghentikan putaran kursi secara mendadak.

Anda lalu diminta memfokuskan pandangan Anda pada suatu obyek. Bila mengalami nistagmus, bola mata Anda akan bergerak secara lambat pada satu arah lalu bergerak dengan cepat ke arah sebaliknya.

  • Pemeriksaan telinga dan saraf

Dokter bisa pula melakukan pemeriksaan fisik pada telinga dan fungsi saraf Anda. Pemeriksaan ini akan menilai ada tidaknya masalah pada sistem saraf pusat atau telinga yang memicu nistagmus.

Pemeriksaan penunjang

Bila dibutuhkan, dokter bisa menyarankan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab nistagmus. Misalnya, CT scan atau MRI otak serta perekaman pergerakan mata. 

Penanganan nistagmus tergantung pada apakah kondisi ini bersifat keturunan atau muncul akibat kondisi lain.

Nistagmus bawaan

Nistagmus bawaan atau kongenital tidak memerlukan penanganan spesifik. Namun untuk membantu dalam meningkatkan fungsi penglihatan, Anda bisa menggunakan kacamata atau lensa kontak, serta meningkatkan pencahayaan di sekitar rumah.

Dalam beberapa kasus, nistagmus bawaan pada anak-anak dapat membaik seiring pertumbuhannya. Tetapi pada kasus yang berat, dokter mungkin menganjurkan prosedur operasi untuk mengubah posisi otot yang mengatur pergerakan mata.

Nistagmus akibat kondisi lain

Bila Anda mengalami nistagmus akibat gangguan medis lain, penanganannya harus sesuai dengan penyakit yang mendasarinya. Berikut contohnya:

  • Mengganti obat yang menyebabkan nistagmus.
  • Mengatasi kekurangan vitamin dengan suplemen.
  • Menggunakan obat tetes mata untuk mengatasi infeksi mata.
  • Mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi infeksi telinga bagian dalam.
  • Menerima toksin botulinum untuk mengatasi gangguan penglihatan berat yang disebabkan oleh nistagmus.
  • Menggunakan kacamata dengan lensa khusus yang disebut
  • Menjalani operasi otak bila terjadi gangguan pada sistem saraf pusat atau otak.

Segeralah berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami nistagmus. Mintalah bantuan pada keluarga maupun orang terdekat untuk mengantar Anda ke dokter.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita. Demikian pula dengan riwayat penyakit pada keluarga.
  • Catat obat-obatan, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang rutin dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda yang rasakan? Sudah berapa?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apa saja obat-obatan atau vitamin yang rutin Anda konsumsi?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda dapatkan?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis nistagmus. Dengan ini, penyebab dan pengobatannya bisa dilakukan secara tepat guna. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/nystagmus
Diakses pada 3 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/nystagmus#1
Diakses pada 3 Desember 2019

Artikel Terkait