Penyakit Lainnya

Ngiler saat Tidur

Diterbitkan: 14 Apr 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ngiler saat Tidur
Ngiler saat tidur bukan sesuatu yang aneh meski terkesan memalukan. Kondisi ini mungkin tidak disadari ketika tengah terlelap. Namun, seseorang biasanya akan sadar ketika bangun dengan bantal atau guling yang basah.Seseorang mengeluarkan air liur saat tidur karena meski sedang terlelap produksi cairan ini tetap terjadi. Sebagai catatan, tubuh biasanya menghasilkan air liur hingga 1 liter setiap harinya. Kelenjar ludah memproduksi cairan ini kemudian kita biasa menelannya lalu diedarkan kembali melalui aliran darah.Saat tertidur, air liur ini terkumpul di dalam mulut. Sayangnya, kumpulan cairan tidak bisa ditelan. Tentu saja cairan kemudia menetes atau keluar melewati bibir. Ketika itu terjadi, maka jangan heran jika bangun dengan leleran air liur di pipi atau tempat tidur. 
Penyebab ngiler saat tidur ada beragam, mulai dari sesuatu yang normal hingga harus menjadi perhatian. Beberapa penyebab kondisi ini antara lain:
  • Tidur dengan mulut terbuka
  • Tidur dengan posisi miring
  • Hidung tersumbat
  • Alergi
  • Sinus tersumbat
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Radang tenggorokan
  • Apnea tidur
  • Efek samping pengobatan untuk kondisi tertentu, seperti gangguan kejiwaan, penyakit Alzheimer, serta myasthenia gravis
  • Stroke
  • Bell’s Palsy
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit ALS
  • Pembengkakan epiglotis
  • Sindrom Guillain-Barré
 
Umumnya tidak ada cara menghilangkan ngiler saat tidur yang khusus diberikan oleh dokter. Cara mengatasi ngiler saat tidur bisa dilakukan secara mandiri. Bahkan jikapun hal ini dianggap mengganggu, dokter kemungkinan tidak akan memberikan obat sebagai cara agar tidak ngiler saat tidur.Tidak adanya cara khusus dari dokter untuk kondisi ngiler saat tidur yang umum karena minimnya efek negatif yang ditimbulkan. Meski air liur keluar dari mulut, hal tersebut tidak akan menyebabkan dehidrasi, infeksi, atau masalah lainnya.Jika terjadi karena kondisi medis tertentu, dokter mungkin meresepkan obat. Adapun obat yang mungkin diresepkan adalah obat tetes atropine atau koyo skopolamin. Berbicara dengan dokter bisa dilakukan jika kondisi ini sudah kronis dan penderita ingin mengetahui apakah ada kondisi medis yang perlu dikhawatirkan. 
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/why-we-drool-in-our-sleep-3015103
Diakses pada 14 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321622
Diakses pada 14 April 2021
Penn Medicine. https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/october/drooling
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email