Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf akibat diabetes. Kondisi ini disebabkan oleh tingkat gula darah terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama.

Ada berbagai jenis neuropati diabetik. Perbedaan tergantung pada jenis dan lokasi saraf yang terpengaruh.

  • Neuropati perifer, mengacu pada kerusakan saraf perifer (saraf di luar otak dan tulang belakang), paling sering saraf pada kaki dan tungkai.
  • Neuropati proksimal (amiotropi diabetik), memengaruhi saraf di paha, pinggul, atau bokong. Neuropati ini jarang ditemukan dan biasanya dialami oleh penderita diabetes pria yang berusia >50 tahun.
  • Neuropati otonom, memengaruhi sistem saraf otonom, saraf yang mengontrol fungsi tubuh, seperti pada sistem gastrointestinal (pencernaan), saluran kemih, genital (kelamin), atau kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).
  • Neuropati fokal, memengaruhi saraf atau kelompok saraf tertentu di tempat manapun di tubuh. Neuropati ini paling sering ditemukan pada tangan, kepala, atau kaki.

Gejala neuropati diabetik bervariasi bergantung pada jenis neuropati.

Gejala neuropati perifer diabetik meliputi:

  • Mati rasa atau kesemutan pada kaki dan tungkai bawah kaki
  • Nyeri atau sensasi terbakar
  • Terkadang dapat terjadi di tangan atau lengan
  • Gangguan keseimbangan

Gejala neuropati proksimal diabetik meliputi:

  • Nyeri pada di satu sisi pinggul, pantat, atau paha
  • Kelemahan otot kaki yang dapat menyebabkan kesulitan berdiri

Gejala neuropati otonom diabetes tergantung pada sistem organ yang terlibat, diantaranya adalah:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Pusing
  • Pingsan
  • Cepat merasa kenyang
  • Disfungsi ereksi pada pria
  • Inkontinensia urin (tidak dapat menahan buang air kecil atau mengompol tanpa disadari)
  • Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
  • Penurunan lubrikasi vagina pada wanita
  • Kembung
  • Kesulitan menelan
  • Tekanan darah rendah tiba- tiba saat berdiri (hipotensi ortostatik)
  • Detak jantung saat istirahat terasa cepat

Gejala neuropati fokal diabetes juga tergantung pada lokasi saraf yang terkena. Gejala bisa muncul tiba-tiba. Biasanya tidak menyebabkan masalah jangka panjang, dan dapat membaik selama beberapa minggu sampai berbulan-bulan. Gejala dapat termasuk:

  • Sakit dada
  • Sakit mata
  • Perubahan penglihatan
  • Bell's palsy (lumpuh di satu sisi wajah)
  • Nyeri di area tubuh yang terlokalisasi

Mekanisme terjadinya neuropati diabetik belum dapat dipastikan. Neuropati diabetik disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap kadar glukosa darah yang tinggi. Paparan glukosa ini dapat merusak jaringan saraf.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau gejala dan medis pasien. Dokter akan memeriksa kekuatan otot secara keseluruhan, refleks tendon, sensitivitas terhadap sentuhan dan getaran.

Dokter juga akan memeriksa kaki pasien dari masalah luka, kulit pecah-pecah, melepuh, dan gangguan tulang dan sendi. Seiring dengan pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan khusus untuk membantu mendiagnosa neuropati diabetik, seperti:

  • Tes filamen. Dokter akan menyikat serat nilon lembut (monofilamen) di atas area kulit untuk menguji sensitivitas terhadap sentuhan.
  • Pengujian sensorik kuantitatif. Tes ini digunakan untuk mengetahui bagaimana saraf merespon getaran dan perubahan suhu.
  • Pemeriksaan konduksi saraf. Tes ini mengukur seberapa cepat saraf lengan dan kaki dalam menghantarkan sinyal listrik pada otot.
  • Elektromiografi (EMG). Sering dilakukan bersama dengan pemeriksaan konduksi saraf. EMG mengukur muatan listrik yang dihasilkan di otot.
  • Pemeriksaan otonom. Jika pasien memiliki gejala neuropati otonom, tes khusus mungkin dilakukan untuk menentukan bagaimana tekanan darah pasien berubah ketika berada di posisi yang berbeda, dan apakah pasien berkeringat secara normal.

Tidak ada obat untuk mengobati neuropati diabetik. Pengobatan ditujukan untuk memperlambat perburukan. Menjaga kadar gula darah menjadi normal adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko  neuropati diabetik dan mencegah agar neuropati tidak semakin memberat.

Berhenti merokok dan berolahraga secara teratur juga merupakan bagian dari perawatan yang komprehensif. Konsultasikan dengan dokter mengenai perawatan terbaik neuropati diabetik.

Manajemen nyeri

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati nyeri yang disebabkan oleh neuropati diabetik. Bicaralah dengan dokter tentang pilihan pengobatan yang tersedia, serta efek sampingnya. Terapi alternatif, seperti akupuntur dapat memberikan bantuan ketika digunakan bersama dengan obat-obatan.

Mengelola komplikasi

Bergantung pada jenis neuropati diabetik, dokter akan menyarankan obat-obatan, terapi dan perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengatasi gejala dan mencegah komplikasi.

Neuropati diabetik dapat dihindari dengan pengelolaan glukosa darah. Penting bagi penderita untuk:

  • Memantau kadar glukosa darah
  • Minum obat sesuai dengan resep dokter
  • Mengelola diet sehat
  • Aktif bergerak (berolahraga rutin)
  • Tidak merokok

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Luka di kaki yang tak kunjung sembuh
  • Rasa terbakar, kesemutan, atau lemah di tangan atau kaki yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Perubahan pencernaan, ekskresi atau fungsi seksual
  • Pusing

Gejala diatas tidak selalu berarti kerusakan saraf. Namun, gejala tersebut dapat menjadi tanda kondisi lain yang memerlukan kondisi medis.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan bertemu dokter, diantaranya adalah:

  • Tanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan sebelumnya, seperti membatasi diet
  • Tuliskan gejala apapun yang Anda alami
  • Tuliskan informasi pribadi utama, termasuk stres dan perubahan hidup
  • Membuat daftar obat, vitamin dan suplemen yang Anda konsumsi
  • Menuliskan kadar gula darah anda secara rutin
  • Meminta seorang anggota keluarga atau rekan untuk mendampingi Anda. Hal ini akan memudahkan Anda mengingat informasi yang diberikan dokter

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Bagaimana kontrol gula darah Anda?
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Adakah yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang memperburuk gejala Anda?
  • Apa yang dapat membantu Anda mengelola diabetes Anda agar lebih baik?

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/diabetic-neuropathy
Diakses pada 11 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-neuropathy/symptoms-causes/syc-20371580
Diakses pada 10 Desember 2018

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/diabetic_neuropathy/article.htm#what_is_diabetic_neuropathy
Diakses pada 11 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/diabetic-neuropathy-directory
Diakses pada 10 Desember 2018

Artikel Terkait