Neuropati

Ditinjau dr. Reni Utari
Neuropati merupakan rusaknya sistem saraf tepi yang dapat disebabkan faktor keturunan, trauma, infeksi virus, hingga penyakit autoimun.
Neuropati menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelumpuhan, dan sensitivitas berlebih pada kulit.

Pengertian Neuropati

Neuropati merupakan kondisi yang terjadi karena rusaknya sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi adalah jaringan saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) ke seluruh tubuh. Sistem saraf tepi diklasifikasikan menjadi:

  • Saraf sensoris: berfungsi menerima sensasi, seperti suhu, rasa sakit, getaran atau sentuhan
  • Saraf motorik: berfungsi mengontrol pergerakan otot
  • Saraf otonom: mengontrol fungsi seperti tekanan darah, detak jantung, pencernaan dan kandung kemih

Neuropati terjadi ketika sel-sel saraf (neuron) rusak atau hancur. Neuropati dapat menyerang satu saraf (mononeuropathy), dua saraf atau lebih di area yang berbeda (multiple mononeuropathy) atau banyak saraf (polyneuropathy).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Setiap saraf di sistem saraf pusat memiliki fungsi spesifik, sehingga gejalanya tergantung pada jenis saraf yang terkena neuropati. Gejala dan tanda yang menunjukkan neuropati termasuk:

  • Mati rasa
  • Rasa tertusuk atau kesemutan di kaki atau tangan
  • Rasa terbakar
  • Sensitivitas berlebihan jika disentuh
  • Hilangnya koordinasi dan mudah jatuh
  • Kelemahan otot atau kelumpuhan
  • Intoleransi panas (tidak tahan terhadap suhu panas)
  • Masalah pencernaan
  • Perubahan tekanan darah
  • Pusing

Penyebab

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan neuropati. Penyebab neuropati berbeda-beda tergantung jenisnya:

Neuropati herediter

Neuropati herediter terjadi dari turunan dari orang tua ke anak. Namun, neuropati jenis ini jarang terjadi. Neuropati herediter yang paling umum adalah penyakit Charcot-Marie-Tooth (CMT) yang menyerang saraf motorik dan sensorik. CMT menyebabkan kelemahan pada otot kaki dan kaki bagian bawah. Sayangnya, neuropati herediter tidak dapat diobati.

Acquired Neuropathy

Acquired neuropathy terjadi karena faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang dapat menyebabkan acquired neuropathy yaitu:

  • Trauma: akibat cedera jatuh, kecelakaan mobil atau aktivitas olahraga. Trauma saraf perifer dapat terjadi karena kompresi saraf karena tekanan berulang atau penyempitan ruang saraf.
  • Infeksi dan penyakit autoimun: misalnya virus HIV, virus herpes, dan bakteri yang menyebabkan penyakit Lyme dan sifilis. Beberapa gangguan autoimun juga dapat memengaruhi jaringan saraf. Contohnya termasuk sindrom Guillain-Barré, lupus, dan rheumatoid arthritis.
  • Penyakit lain: termasuk diabetes, gangguan ginjal, kanker, dan ketidakseimbangan hormon.
  • Obat-obatan dan racun: obat yang digunakan untuk mengobati kanker (kemoterapi) dapat merusak saraf perifer. Paparan logam berat (timbal dan merkuri) dan bahan kimia industri juga dapat memengaruhi fungsi saraf.
  • Gangguan pembuluh darah: Neuropati dapat terjadi ketika aliran darah ke lengan dan kaki terhambat karena peradangan, pembekuan darah, atau gangguan pembuluh darah lainnya.
  • Konsumsi alkohol.

Neuropati idiopatik

Neuropati jenis idiopatik tidak diketahui penyebabnya. Sepertiga dari neuropati adalah neuropati idiopatik.

Diagnosis

Langkah pertama dalam membuat diagnosis dengan pemeriksaan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan yaitu:

  1. Pemeriksaan saraf: Dokter memeriksa postur tubuh, koordinasi tubuh, refleks tendon, kekuatan otot, dan kemampuan tubuh untuk merasakan sensasi tertentu.
  2. Tes darah: untuk mendeteksi kekurangan vitamin, diabetes, penyakit autoimun, atau indikasi kondisi lain yang dapat menyebabkan neuropati perifer.
  3. Tes pencitraan: CT scan atau MRI untuk melihat adanya tumor atau kelainan lainnya.
  4. Tes fungsi saraf: Elektromiografi merekam aktivitas listrik di otot Anda untuk mendeteksi kerusakan saraf.
  5. Biopsi: dengan mengambil jaringan saraf atau kulit.

Pengobatan

Perawatan awal yang diberikan untuk mengobati neuropati adalah dengan mengidentifikasi masalah kesehatan yang menyebabkan neuropati, misalnya diabetes atau infeksi. Neuropati dapat diobati dengan:

  1. Obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit. Misalnya memberikan obat pereda nyeri (anti inflamasi), obat anti kejang (gabapentin, pregabalin), pengobatan topikal (krim capsaicin), antidepresan (amitriptyline, doxepin, nortriptyline)
  2. Terapi fisik dengan pijatan dan perawatan lain untuk membantu meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi otot tubuh
  3. Operasi, dilakukan jika neuropati disebabkan karena tekanan pada saraf
  4. Terapi okupasi untuk mengatasi rasa sakit dan mengembalikan fungsi tubuh
  5. Alat bantu mekanik, seperti braces (penyangga kaki) dan sepatu yang dirancang khusus

Pencegahan

Neuropati dapat dicegah dengan beberapa cara, misalnya:

  • Mengobati penyakit yang menyebabkan neuropati
  • Menerapkan hidup bersih dan sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengelola kadar gula darah jika Anda memiliki diabetes
  • Makan-makanan yang sehat dan bernutrisi
  • Menghindari konsumsi alkohol, rokok, dan paparan racun kimiawi

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Biasanya, neuropati perifer tidak menimbulkan gejala. Jika Anda merasakan gejala neuropati, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi. Jika tidak diobati, neuropati dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter yaitu:

  1. Tuliskan gejala yang Anda alami
  2. Ceritakan informasi mengenai riwayat medis, perubahan hidup yang Anda alami, dan konsumsi alkohol
  3. Tuliskan obat-obatan yang Anda konsumsi beserta dosisnya
  4. Buatlah daftar pertanyaan seperti pemeriksaan apa yang harus dilakukan, apakah terdapat efek samping dari pengobatan, apakah ada aktivitas terlarang, dan lain-lain.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  1. Apakah Anda memiliki menderita diabetes atau penyakit ginjal?
  2. Kapan gejala yang Anda rasakan muncul?
  3. Apakah gejala terjadi terus menerus atau sesekali?
  4. Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  5. Apakah ada hal yang memperburuk gejala Anda?
  6. Apakah ada anggota keluarga yang memiliki gejala yang mirip dengan gejala Anda?
Referensi

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14737-neuropathy
Diakses pada 19 Maret 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-neuropathy/symptoms-causes/syc-20352061
Diakses pada 19 Maret 2019.

Web MD. https://www.webmd.com/brain/understanding-peripheral-neuropathy-basics#1
Diakses pada 19 Maret 2019.

Back to Top