Neuromyelitis optica adalah kondisi yang muncul ketika sistem imun menyerang sel-sel yang sehat di dalam sistem saraf pusat. Kondisi medis yang kerap disingkat NMO ini menyerang saraf optik yang memberikan sinyal cahaya dari mata ke otak sehingga tidak dapat melihat dengan jelas.

Saraf tulang belakang juga bisa terkena dampaknya, sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.

Pada umumnya, kemunculan serangan neuromyelitis optica tidak bisa diprediksi. Makin parah kondisi pasien, serangan akan makin sering terjadi.

NMO juga bisa dialami oleh siapa pun. Namun penyakit langka ini lebih banyak ditemukan pada wanita.

Gejala neuromyelitis optica tidak selalu sama pada tiap penderita. Perbedaan ini tergantung pada tingkat keparahannya.

Tapi secara umum, neuromyelitis optica bisa ditandai dengan adanya kondisi transverse myelitis dan optic neuritis.

Transverse myelitis adalah pembengkakan dan peradangan pada saraf tulang belakang. Sedangkan optic neuritis merupakan pembengkakan dan peradangan pada saraf optik yang mengarah ke otak.

Di bawah ini adalah sejumlah gejala transverse myelitis dan optic neuritis yang sering ditemukan:

  • Mata yang nyeri.
  • Pandangan buram.
  • Tidak dapat melihat warna dengan jelas karena tampak lebih redup.
  • Kehilangan kemampuan melihat atau kebutaan.
  • Kejang otot yang parah di sekitar lengan dan kaki.
  • Lengan dan kaki terasa lemas, nyeri seperti terbakar serta kebas, dan lebih sensitif terhadap rasa panas atau dingin.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Koma.
  • Gangguan pada fungsi usus dan kandung kemih.
  • Masalah pada fungsi seksual.
  • Lapang pandang menyempit, sehingga bagian tepi penglihatan tidak jelas terlihat.

Sebagian penderita neuromyelitis optica bisa saja hanya mengalami gejala transverse myelitis atau optic neuritis.

NMO yang terjadi pada anak-anak bisa menimbulkan gejala berupa kejang, koma dan kebingungan. Sementara gejala lainnya serupa dengan NMO pada orang dewasa, yaitu kehilangan penglihatan dan sulit berjalan.

Neuromyelitis optica merupakan salah satu penyakit autoimun. Pada kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh bereaksi secara tidak normal dengan menyerang sel-sel yang sehat.

Karena termasuk kondisi autoimun, penyebab neuromyelitis optica belum diketahui sampai sekarang. Meski umumnya tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan, anggota keluarga dari penderita NMO kemungkinan ada yang mengidap kondisi autoimun lainnya.

Untuk mendiagnosis neuromyelitis optica, pada tahap awal dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi kesehatan pasien. Mulai dari menanyakan gejala, memeriksa riwayat kesehatan pasien serta keluarga, dan melakukan pemeriksaan fisik.

Pada tahap selanjutnya, dokter kemungkinan akan menerapkan serangkaian prosedur di bawah ini untuk memastikan diagnosis neuromyelitis optica:

  • Pemeriksaan saraf

Dokter akan memeriksa kekuatan otot, kemampuan gerak dan koordinasi, sensasi, serta kemampuan penglihatan dan berbicara pasien.

  • Tes darah

Tes ini bertujuan mengetahui ada tidaknya autoantibodi NMO-IgG dalam tubuh penderita. Keberadaan autoantibodi ini akan membedakan NMO dengan penyakit saraf lain.

  • MRI

Pemindaian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai struktur maupun kondisi otak, saraf optik, dan saraf tulang belakang secara lebih detail.

  • Pungsi lumbal

Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel cairan dari tulang belakang guna memeriksa kandungan sel imun, protein, dan antibodi dalam tubuh pasien.

  • Tes respons otak

Tes ini bertujuan mengetahui kemampuan otak dalam merespons suatu rangsangan, misalnya sentuhan atau suara.

Neuromyelitis optica termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Upaya pengobatannya bertujuan meredakan gejala yang dialami, memperlambat perkembangan penyakit, sekaligus mencegah agar serangan tidak kambuh lagi. Apa sajakah penanganan neuromyelitis optica yang bisa dilakukan?

  • Obat-obatan kortikosteroid

Pada tahap awal, dokter akan memberikan obat-obatan kortikosteroid melalui infus. Obat-obatan ini umumnya diberikan selama lima hari. Dosisnya kemudian perlahan-lahan akan dikurangi dalam beberapa hari kemudian.

Obat kortikosteroid jangka panjang juga akan membantu pasien untuk mencegah serangan NMO di kemudian hari.

  • Terapi penggantian plasma

Dokter juga mungkin akan menganjurkan pasien untuk menjalani terapi penggantian plasma sebagai tambahan. Plasma diperoleh dari darah pasien yang diambil kemudian diolah agar sel-sel darahnya hilang dan menyisakan cairan kuning.

  • Imunosupresan

Di samping kortikosteroid, obat-obatan imunosupresan juga bisa dianjurkan untuk mencegah kambuhnya serangan NMO. Obat ini akan menekan kinerja sistem imun dalam tubuh pasien.

  • Fisioterapi

Selain pengobatan, fisioterapi pun terkadang diperlukan untuk mengembalikan fungsi tubuh pasien yang terganggu. Terutama jika NMO sampai menyebabkan pasien mengalami kesulitan untuk bergerak.

Pada beberapa kasus, NMO juga bisa menyebabkan rasa sakit di kandung kemih dan usus. Jika kondisi ini terjadi, dokter kemungkinan akan memberikan obat-obatan tambahan untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul.

Kemunculan penyakit ini sering tidak bisa ditebak. Oleh sebab itu, pemeriksaan kondisi kesehatan yang menyeluruh secara berkala sangat dianjurkan.

Mengingat penyakit ini termasuk kondisi autoimun, pencegahan neuromyelitis optica belum diketahui hingga saat ini.

Berkonsultasilah ke dokter apabila Anda mengalami gejala neuromyelitis optica. Jangan menunda pemeriksaan hingga kondisi Anda bertambah parah.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat obat-obatan, obat herbal, suplemen, maupun vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat konsultasi. Selain memberikan dukungan moral, mereka juga bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Bila mencurigai Anda mengalami neuromyelitis optica, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko neuromyelitis optica?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini akan memastikan diagnosis neuromyelitis optica.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/neuromyelitis-optica/symptoms-causes/syc-20375652
Diakses pada 13 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/neuromyelitis-optica/#treatments-for-nmo
Diakses pada 13 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/neuromyelitis-optica#1
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait