Mata

Neuritis Optik

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Neuritis Optik
Neuritis optik merupakan peradangan di saraf optik
Neuritis optik adalah kondisi peradangan pada saraf mata (saraf optik). Saraf optik berfungsi mengirim informasi dari mata ke otak.Kondisi neuritis optik dapat terjadi tiba-tiba akibat infeksi, penyakit autoimun, maupun gangguan saraf tertentu.Neuritis optik sering dialami oleh orang yang tinggal di dataran tinggi. Contohnya, Amerika Utara, Eropa Barat dan Timur, Selandia Baru, serta Australia Selatan.Peradangan saraf optik ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan untuk sementara pada salah satu mata. Setelah radang sembuh, kemampuan penglihatan biasanya dapat kembali pulih.Namun pada beberapa kasus, gangguan penglihatan bisa terjadi secara permanen. Oleh karena itu, gejala neuritis optik harus diwaspadai dan segera ditangani. 
Neuritis Optik
Dokter spesialis Mata
GejalaNyeri di mata, gangguan penglihatan di salah satu mata, sering merasa silau
Faktor risikoUsia 20-40 tahun, wanita, ras Kaukasia
Metode diagnosisTes darah, MRI, OCT
PengobatanObat, plasma exchange
ObatMethylprednisolone, imunoglobulin intravena (IVIG), interferon
KomplikasiGangguan penglihatan permanen
Kapan harus ke dokter?Nyeri pada mata, pandangan kabur
Secara umum, gejala neuritis optik meliputi:
  • Nyeri mata yang memburuk ketika mata digerakkan
  • Gangguan penglihatan pada salah satu mata, bisa sementara atau permanen
  • Penurunan lapang pandang mata, misalnya sulit melihat benda lewat sudut terluar mata
  • Sukar membedakan warna karena tidak sejelas biasanya
  • Sering merasa silau atau melihat kilatan cahaya terang saat menggerakan mata
Mungkin saja ada tanda dan gejala neuritis optik yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Penyebab utama neuritis optik belum diketahui secara pasti sampai sekarang. Namun ada sederet faktor yang diperkirakan turut andil dalam meningkatkan risiko penyakit ini.Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

1. Penyakit autoimun

Pada kondisi autoimun, kekebalan tubuh malah menyerang struktur yang melapisi saraf mata (mielin atau myelin). Akibatnya, peradangan dan kerusakan terjadi pada mielin.Mielin berfungsi membantu aliran rangsang listrik dari mata ke otak agar bisa diubah menjadi informasi visual. Dengan ini, seseorang dapat melihat dengan jelas.Tetapi pada neuritis optik, fungsi mielin tersebut terganggu dan menyebabkan masalah penglihatan. Beberapa jenis penyakit autoimun yang diduga bisa memicu neuritis optik meliputi:
  • Multiple sclerosis

Multiple sclerosis membuat sistem autoimun menyerang mielin yang menutupi serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang.
  • Neuromyelitis optica

Neuromyelitis optica adalah kondisi peradangan di saraf optik dan sumsum tulang belakang.
  • Myelin oligodendrocyte glycoprotein (MOG) antibody disorder

MOG antibody disorder menyebabkan peradangan pada saraf mata, sumsum tulang belakang, atau otak. Penyakit autoimun lainnya juga bisa menjadi penyebab neuritis optik. Misalnya, sarkoidosis dan lupus.

2. Infeksi tertentu

Beberapa jenis infeksi juga berpengaruh dalam bertambahnya kemungkinan neuritis optik. Contohnya, penyakit lyme, sifilis, campak, gondongan, serta herpes.

3. Obat-obatan

Ada sederet obat yang bisa meningkatkan risiko neutiris optik, contohnya kina dan beberapa jenis antibiotik.

4. Usia

Neuritis optik lebih umum terjadi pada orang berusia 20-40 tahun.

5. Jenis kelamin

Kaum wanita lebih berisiko untuk mengalami neuritis optik daripada pria.

6. Ras

Orang dengan keturunan ras Kaukasia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena neuritis optik. 
Diagnosis neuritis optik dapat dipastikan dengan cara-cara berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang muncul, riwayat penyakit pasien dan keluarga, serta faktor risiko neuritis optik yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan mata rutin

 seperti: pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan kemampuan melihat dan membedakan warna, dan pemeriksaan lapang pandang penglihatan
  • Oftalmoskopi

Pemeriksaan oftalmoskopi menggunakan alat khusus untuk menyinari mata pasien. Dengan ini, dokter spesialis mata bisa mengecek struktur bagian belakang mata seperti retina dan saraf mata.Pada penderita neuritis optik, diskus optik di retina akan terlihat membengkak.
  • Tes pupil mata

Dokter akan menyinari pupil pasien untuk menilai reaksinya terhadap cahaya terang. Neuritis optik bisa menyebabkan pupil penderita tidak mengecil saat melihat cahaya sebaik pupil pada mata normal, sehingga pasien sering merasa silau.
  • Tes lapang pandang mata

Melalui pemeriksaan ini, dokter mata akan mengukur kemampuan pandang tepi (perifer) pada mata pasien. Dengan ini, kondisi hilangnya penglihatan bisa diketahui.
  • MRI

Dokter mungkin akan menyuntikkan cairan pewarna kontras sebelum prosedur MRI. Cairan ini akan menerangi saraf-saraf mata dan bagian lain otak agar terlihat lebih jelas pada foto X-ray.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mendeteksi tanda infeksi dan ada tidaknya infeksi spesifik yang menandakan kondisi autoimun. Pengidap neuritis optik berat juga mungkin disarankan untuk menjalani tes ini guna mendeteksi kondisi neuromyelitis optica.
  • Optical coherence tomography (OCT)

Tes ini dilakukan untuk mengukur ketebalan lapisan saraf pada retina.
  • Visual evoked response

Visual evoked response dapat membantu dokter dalam menentukan sinyal listrik di otak pasien lebih lambat dari normal atau tidak, akibat kerusakan saraf mata. 
Cara mengobati neuritis optik umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa pilihan penanganan yang dianjurkan bisa meliputi:

1. Obat-obatan

Pilihan obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi neuritis optik meliputi:

2. Terapi penggantian plasma

Apabila neuritis optik tidak kunjung membaik setelah pasien menggunakan obat-obatan, dokter mungkin merekomendasikan terapi penggantian plasma (plasma exchange).Terapi penggantian plasma dilakukan untuk membantu agar kemampuan penglihatan bisa diperbaiki. 

Komplikasi neuritis optik

Jika tidak ditangani dengan benar dan saksama, neuritis optik dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Kerusakan saraf mata yang permanen
  • Penurunan ketajaman penglihatan
  • Efek samping terkait pengobatan, misalnya penurunan sistem imun, perubahan mood, dan kenaikan berat badan
 
Sampai sekarang, cara mencegah neuritis optik belum tersedia secara spesifik. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui dengan pasti.Namun pasangan yang memiliki faktor risiko neuritis optik sebaiknya menjalani konseling genetika sebelum memiliki keturunan. Dengan ini, kemungkinan Anda untuk mewariskannya pada sang anak bisa diketahui. 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala-gejala berikut
  • Nyeri pada mata
  • Perubahan ketajaman penglihatan
  • Pandangan kabur atau ganda
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
    
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait neuritis optik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pada mata dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis neuritis optik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/optic-neuritis
Diakses pada 31 Oktober 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/optic-neuritis/symptoms-causes/syc-20354953
Diakses pada 31 Oktober 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3178158/
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Operasi Mata Juling Untuk Mengembalikan Rasa Percaya Diri Anak

Mata juling adalah kondisi di mana posisi kedua mata tidak sejajar. Akibatnya, mata tidak bisa bersamaan melihat suatu objek. Operasi mata juling bisa sebagai pilihan untuk langkah penyembuhan.
22 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Operasi mata juling dapat kembalikan rasa percaya diri pada anak

Inilah Ciri-ciri Mata Kering Beserta Penyebab dan Faktor Risikonya

Mata kering adalah kondisi mata tidak cukup melumasi permukaan bola mata. Salah satu penyebab mata kering adalah terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada lansia umur 50-an.
31 May 2019|Maria Intan Josi
Baca selengkapnya
Mata kering rentan terjadi saat seseorang berada di ruangan ber-AC

Retinitis Pigmentosa, Kelainan Mata Langka yang Turun-temurun

Retinitis pigmentosa adalah kelainan langka genetis pada mata yang mengganggu kerja retina. Untuk mengobatinya, dokter mungkin akan menyarankan beberapa tindakan.
05 May 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Retinitis pigmentosa adalah kelainan mata genetis yang mengganggu fungsi retina