Nefropati Diabetik

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Widiastuti
Nefropati diabetik dapat menyebabkan penurunan fungsi dan kerusakan pada ginjal
Terlalu banyak kadar gula di dalam darah dapat menyebabkan penurunan fungsi dan kerusakan pada ginjal.

Pengertian Nefropati Diabetik

Nefropati diabetik adalah penyakit serius yang berhubungan dengan ginjal dan penderita diabetes (kencing manis) tipe 1 atau tipe 2. Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit diabetes ginjal. Nefropati diabetikum didefinisikan dengan adanya kebocoran protein pada urin >0.5 gram selama 24 jam (proteinuria).

Nefropati diabetik terjadi ketika pembuluh darah kecil pada ginjal rusak secara perlahan karena kadar gula yang tinggi di dalam darah dan akan memengaruhi kemampuan ginjal untuk bekerja sesuai dengan fungsinya. Saat pembuluh darah rusak, protein akan bocor ke urine (proteinuria) dan ginjal mulai kehilangan kemampuannya untuk membuang produk limbah ke dalam darah.

Penyakit ginjal pada penderita diabetes biasanya berjalan lambat selama bertahun–tahun, dan paling umum pada orang yang telah menderita diabetes selama lebih dari 20 tahun, dengan faktor risiko pada orang–orang dengan hiperglikemia, tekanan darah tinggi dan kerentanan genetik.

Penyakit ginjal pada diabetes dapat berkembang menjadi gagal ginjal yang disebut pula dengan penyakit ginjal tahap akhir, dan merupakan kondisi yang mengancam nyawa.

Nefropati diabetikum dapat dikategorikan menjadi 2 tahap, yaitu:

  • Tahap mikroalbuminuria dimana ekskresi albumin urin > 20 µg/ menit dan ≤ 199 µg/ menit.
  • Tahap makroalbuminuria dimana ekskresi albumin urin ≥ 200 µg/menit.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Penyakit nefropati diabetik tahap awal umumnya tidak menunjukkan tanda dan gejala. Pada tahap lanjut, gejala-gejala yang mungkin muncul pada penderita nefropati diabetik diantaranya adalah bengkak pada pergelangan kaki, tangan atau mata dan tubuh mudah lelah. Selain itu, tanda dan gejala lain yang mungkin muncul seperti:

  • Selalu merasa letih.
  • Mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.
  • Sakit kepala
  • Kulit yang kering dan gatal
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan meningkatnya keinginan untuk buang air kecil.
  • Tekanan darah
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Terdapatnya protein dalam urin.
  • Kebutuhan insulin atau obat–obatan untuk insulin berkurang.

Penyebab

Nefropati diabetik muncul saat penyakit diabetes merusak pembuluh darah dan sel nefron di dalam ginjal. Nefron adalah struktur kecil di dalam ginjal yang menyaring produk limbah dari dalam darah, dan terdapat sekitar 1 juta nefron di dalam ginjal. Diabetes dapat menyebabkan nefron tersebut menebal dan menjadi jaringan parut. Sel-sel yang rusak tersebut akan menurunkan fungsi ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Nefropati diabetik merupakan komplikasi umum yang terjadi jika seseorang menderita diabetes tipe 1 atau 2.

Seiring berjalannya waktu, gula darah yang tinggi yang berhubungan dengan diabetes yang tidak diobati atau tidak terkontrol akan menyebabkan tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada ginjal dengan meningkatkan tekanan sistem filtrasi ginjal.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang yang akan meningkatkan risiko seseorang terkena nefropati diabetik, diantaranya adalah:

  • Diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.
  • Menderita diabetes tipe 1 sebelum mencapai usia < 20 tahun.
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia) yang sulit dikontrol.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikontrol.
  • Merokok, dan memiliki riwayat diabetes.
  • Kolesterol tinggi dan memiliki riwayat diabetes.
  • Memiliki riwayat diabetes dan penyakit ginjal pada keluarga.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Memiliki komplikasi diabetes lainnya seperti retinopati diabetikum (penyakit mata karena diabetes) atau neuropati diabetikum (kerusakan saraf karena diabetes)

Diagnosis

Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit, termasuk didalamnya riwayat penyakit keluarga. Lalu dokter akan menanyakan dan memeriksa tanda dan gejala yang dialami, dan melakukan pemeriksaan fisik.

Penyakit nefropati diabetik dapat diketahui dengan cara melakukan beberapa jenis pemeriksaan darah secara spesifik yang juga untuk memperkirakan seberapa berat  kerusakan ginjal. Beberapa pemeriksaan yang akan dokter sarankan diantaranya adalah:

  • Tes darah, jika anda memiliki diabetes maka tes darah diperlukan untuk memonitor dan mengetahui performa atau fungsi ginjal. Pemeriksaan darah yang dilakukan adalah dengan memeriksa kadar BUN (kadar urea dan nitrogen di dalam darah). Tingginya kadar BUN dalam darah dapat menjadi tanda terjadinya gagal ginjal. Selain itu, pemeriksaan kadar serum kreatinin dalam darah, kreatinin biasanya akan dibuang keluar tubuh melalui urin. Jika terjadi gangguan pada ginjal, maka kadar kreatinin darah akan meningkat, dan kadar kreatinin darah akan digunakan untuk mengukur laju filtrasi glomerulus untuk menentukan seberapa baik ginjal bekerja.
  • Tes urin, untuk memberikan informasi tentang kondisi ginjal dan melihat protein yang ada di dalam urin. Mikroalbuminuria yang tinggi dapat mengindikasikan kondisi kerusakan pada ginjal.
  • Tes radiologi, dokter kemungkinan akan menggunakan X-ray ( foto rontgen ) dan ultrasound ( USG ) untuk mengetahui ukuran dan struktur ginjal. Selain itu, dapat pula dilakukan CT Scan dan MRI untuk menentukan seberapa baik sirkulasi darah didalam ginjal.
  • Biopsi ginjal untuk mengetahui performa ginjal dan seberapa berat kerusakan yang dialami.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan nefropati diabetik, tetapi pengobatan dapat mencegah, memperlambat dari penyakit tersebut dan komplikasi yang dapat ditimbulkan.

Tahap pertama dari pengobatan nefropati diabetik adalah dengan mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah dengan obat–obatan dan perubahan gaya hidup. Jika penyakit ginjal yang diderita memasuki tahap akhir, maka akan membutuhkan perawatan yang lebih invasif.

Obat–obatan

Pada tahap awal penyakit, pengobatan akan melibatkan obat–obatan yang akan membantu untuk:

  • Mengontrol gula darah yang tinggi. Memantau gula darah secara teratur dan menggunakan dosis insulin yang sesuai dan obat–obatan diabetes lainnya sesuai petunjuk dokter dapat membantu untuk mengontrol kadar gula darah.
  • Mengontrol tekanan darah tinggi. Obat seperti ACE Inhibitors (Angiotensin–Converting Enzyme Inhibitors) dan ARB (Angiotensin II Receptor Blockers) digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
  • Menurunkan kadar kolesterol. Obat yang digunakan adalah golongan statin. Dan obat ini bisa juga digunakan untuk menurunkan kadar protein di dalam urine.
  • Memelihara tulang yang sehat. Obat–obat diberikan untuk mengelola keseimbangan kalsium dan fosfat penting untuk mempertahankan tulang yang sehat.
  • Mengontrol protein didalam urin. Obat–obatan seringkali dapat membantu mengurangi kadar protein albumin pada urin dan memperbaiki fungsi ginjal.

Perubahan gaya hidup

Dokter dan ahli gizi akan membantu untuk merencanakan diet yang baik untuk ginjal. Diet ini akan lebih membatasi dibandingkan dengan diet diabetes pada umumnya. Dokter akan menyarankan untuk:

  • Membatasi asupan protein
  • Mengonsumsi lemak sehat, tetapi membatasi konsumsi minyak dan asam lemak jenuh
  • Mengurangi asupan garam antara 1500–2000 mg/dL atau kurang dari itu
  • Mengurangi asupan kalium (potassium), yang mengurangi atau membatasi asupan makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat dan bayam
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi fosfor seperti yogurt, susu dan daging olahan

Selain itu, dokter akan merekomendasikan program latihan atau olahraga untuk menjaga tekanan darah dan fungsi ginjal tetap baik.

Pengobatan untuk penyakit ginjal tahap lanjut karena diabetes

Jika penyakit berkembang menjadi gagal ginjal (penyakit ginjal tahap akhir), maka dokter akan melakukan perawatan yang bertujuan untuk mengganti fungsi ginjal secara buatan atau membuat penderita merasa nyaman. Pengobatan atau perawatan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Dialisis (cuci darah) ginjal. Pengobatan ini adalah cara untuk mengeluarkan produk limbah dan cairan berlebih dari dalam darah. terdapat 2 jenis dialisis yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal.
  • Transplantasi ginjal. Dokter akan mengevaluasi kondisi penderita untuk menentukan apakah memenuhi syarat untuk menjalani operasi transplantasi ginjal.
  • Mengelola gejala. Jika penderita memilih untuk tidak menjalani dialisis atau transplantasi ginjal, maka harapan hidup hanya akan bertahan selama beberapa bulan. Penderita akan diberikan pengobatan untuk membantu membuat penderita merasa lebih nyaman dengan kondisinya.

 

 

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terjangkit diabetes ginjal, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Mengontrol penyakit diabetes yang Anda miliki untuk mencegah terjangkit diabetes ginjal
  • Mengontrol tekanan darah dan penyakit lainnya agar risiko terkena penyakit ginjal karena diabetes dapat berkurang
  • Menghindari obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin, ibuprofen dan acetaminophen. Ikuti petunjuk penggunaannya dengan benar. Pada orang dengan penyakit ginjal karena diabetes, penggunaan obat–obatan ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal
  • Mengontrol berat badan dengan rajin beraktivitas fisik dan hindari rokok

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda mengalami gejala-gejala nefropati diabetik maka konsultasikan dengan dokter sedini mungkin agar penanganannya tepat.

Selain itu bagi penderita diabetes sebaiknya melakukan tes urine untuk mendeteksi keberadaan protein secara rutin minimal satu tahun sekali. Tes tersebut akan membantu untuk mengetahui apakah ginjal anda masih berfungsi dengan baik atau tidak.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum anda menemui dokter, sebaiknya siapkan beberapa hal terlebih dahulu seperti berikut ini:

  • Pastikan apakah Anda memerlukan diet atau puasa sebelum menemui dokter. Karena beberapa pemeriksaan mengharuskan Anda untuk berpuasa atau melakukan diet sebelumnya.
  • Beritahu kepada dokter seluruh gejala yang Anda alami, meskipun tidak terlalu berhubungan dengan kesehatan ginjal atau kebiasaan buang air kecil.
  • Beritahukan kepada dokter riwayat penyakit yang Anda miliki, termasuk riwayat penyakit keluarga dengan penyakit diabetes atau penyakit ginjal.
  • Buatlah daftar segala macam obat, vitamin, atau suplemen yang dikonsumsi termasuk dosisnya.
  • Tanyakan apakah Anda perlu melakukan diet atau perubahan pola hidup.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat Anda menemui dokter dan mengkonsultasikan penyakit nefropati diabetik, maka pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter adalah sebagai berikut:

  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit diabetes (kencing manis) atau hipertensi (tekanan darah tinggi)? Sudah berapa lama anda mengidap penyakit tersebut?
  • Apakah anda mengalami gejala-gejala seperti perubahan kebiasaan buang air kecil dan mudah lelah?
  • Sudah berapa lama anda mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Hal apa yang membuat kondisi anda bertambah buruk, dan hal apa yang membuat kondisi anda membaik?
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/diabetic-nephropathy.html
Diakses pada 8 Januari 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-nephropathy/symptoms-causes/syc-20354556
Diakses pada 8 Januari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/diabetickidneyproblems.html
Diakses pada 8 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/diabetes-kidney-disease
Diakses pada 8 Januari 2019

Diabetesjournals. http://care.diabetesjournals.org/content/28/1/164
Diakses pada 8 Januari 2019

Kidney. https://www.kidney.org/atoz/content/diabetes
Diakses pada 8 Januari 2019

Back to Top