Necrotizing fasciitis sering disebut dengan infeksi pemakan daging.
Necrotizing fasciitis sering disebut dengan infeksi pemakan daging.

Necrotizing fasciitis adalah sebuah infeksi pada jaringan ikat yaitu fasia. Fasia merupakan jaringan ikat yang menyelimuti otot dan terletak di bawah kulit. Ketika terinfeksi, maka bisa saja infeksi meluas menuju lapisan di sekitarnya seperti kulit dan juga otot.

Bukan hanya menginfeksi, penyakit ini membuat bagian yang terinfeksi menjadi jaringan mati. Jika dibiarkan, jaringan mati ini akan meluas dengan cepat dan mengenai organ-organ terdekat. Oleh sebab itu, infeksi ini sering disebut dengan infeksi pemakan daging.

Di Amerika, setiap tahunnya kurang lebih ditemukan 600-700 kasus necrotizing fasciitis dan 25% di antaranya berakhir dengan meninggalnya penderita. Infeksi ini jarang terjadi dan jika terjadi lebih sering menimpa orang dewasa dibanding anak-anak.

Banyak penderita necrotizing fasciitis yang juga memiliki penyakit diabetes dan penyakit pembuluh darah perifer.

Gejala dan tanda yang dapat ditemukan saat awal terjadi necrotizing fasciitis dalam 24 jam yaitu:

  • Nyeri bertambah parah di daerah yang terluka, atau memiliki kulit yang terkelupas
  • Nyeri yang dirasakan melebihi perkiraan yang didasari dari penampakan luka
  • Kemerahan dan terasa hangat di sekitar daerah luka
  • Kehausan akibat dehidrasi
  • Gejala lain seperti diare, mual, demam, pusing, dan lemas

Setelah 3-4 hari, gejala baru akan muncul, seperti:

  • Pembengkakan, mungkin disertai juga dengan ruam berwarna keunguan
  • Berubahnya tanda keunguan menjadi kantung berisi cairan berwarna gelap dan berbau busuk
  • Perubahan warna menjadi hitam dan kulit yang terlepas sebagai tanda matinya jaringan

Pada beberapa kasus, hari ke-4 dan 5 dari awal mula infeksi bisa disertai dengan gejala kritis seperti:

  • Penurunan tekanan darah yang drastis
  • Napas menjadi cepat
  • Penurunan kesadaran

Penyebab tersering necrotizing fasciitis adalah bakteri. Namun, jamur seperti Candida juga dapat menjadi penyebab penyakit ini.

Bakteri yang paling sering ditemukan menjadi penyebab adalah Group A Streptococcus dan Staphylococcus. Bakteri ini membuat racun yang menghancurkan jaringan tubuh secara langsung.

Selain itu, bakteri ini membuat sistem kekebalan tubuh menghancurkan jaringannya sendiri saat melawan infeksi. Akan tetapi, beberapa bakteri lain juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

  • Bakteri anaerob (tidak memerlukan oksigen)
    • Clostridium
    • Bacteroides
    • Peptostreptococcus
  • Bakteri aerob (memerlukan oksigen)
    • E. coli
    • Klebsiella
    • Pseudomonas

Untuk menegakkan diagnosis pasti, dokter perlu melakukan kultur (menumbuhkan oranisme di laboratorium) dari cairan pada lokasi infeksi.

Pada awalnya, dokter akan mendiagnosis pasien secara klinis dengan necrotizing fasciitis berdasarkan gejala dan tanda yang ada serta wawancara riwayat keluhan sebelumnya.

Banyak kasus necrotizing fasciitis yang pada awal masuknya didiagnosis dengan selulitis dan kemudian berubah ketika pemeriksaan penunjang memberikan hasilnya.

Setelah itu biasanya dokter akan mulai memberikan terapi awal untuk melawan infeksi. Hal ini disebabkan karena jika menunggu kultur, maka terapi akan tertunda dan berisiko membuat infeksi semakin parah hingga mengancam nyawa.

Selain itu, pemeriksaan pewarnaan gram dari cairan di lokasi infeksi juga dapat dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Pemeriksaan ini pun tergolong lebih cepat dari kultur sehingga sangat mungkin dilakukan.

Hasil dari kultur akan memberitahu organisme penyebab infeksi. Setelah diketahui, perlu dilakukan pemeriksaan resistensi terhadap antibiotik agar pemberian antibiotik tepat sasaran.

Pemeriksaan darah juga akan dilakukan untuk melihat sel darah putih yang meningkat dan kadar urea dalam darah juga natrium yang menurun pada necrotizing fasciitis.

Pemeriksaan radiologi seperti x-ray, usg doppler, CT scan, hingga MRI dapat dipertimbangkan oleh dokter tergantung kondisi klinis infeksi pada pasien.

Penanganan pasien dengan necrotizing fasciitis dapat dilakukan oleh dokter umum pada mulanya. Selanjutnya, penanganan bergantung pada kondisi infeksi pada pasien.

Beberapa kondisi memerlukan penanganan oleh dokter spesialis bedah, bedah plastik, hingga kandungan jika mengenai area kewanitaan penderita.

Penanganan awal meliputi pemberian antibiotik intravena dan obat-obat lain untuk mengurangi keluhan penderita necrotizing fasciitis selagi menunggu pemeriksaan penunjang lainnya. Perawatan luka pada lokasi infeksi juga diberikan.

Beberapa kondisi mungkin memerlukan intervensi seperti operasi untuk membersihkan luka hingga amputasi akibat dari jaringan yang mati sudah meluas dan perlu ditindak.

Necrotizing fasciitis dapat dicegah sejak dini ketika terjadi luka pada anggota tubuh seseorang.

  1. Penanganan segera ketika terjadi luka
  2. Menerapkan pola hidup bersih seperti cuci tangan

Pada penderita diabetes, memeriksa kondisi kaki akan luka yang mungkin tidak terasa sangat perlu dilakukan.

Kunjungi dokter ketika terdapat luka pada tubuh Anda, atau jika luka Anda tidak membaik dalam hitungan hari, atau bahkan luka Anda memburuk dengan cepat.

Jangan menunda mengunjungi dokter terutama jika Anda sudah mengalami infeksi berhari-hari dengan gejala dan tanda yang sudah disebutkan di atas.

Sebelum Anda menemui dokter, persiapkanlah beberapa hal berikut yang mungkin akan ditanyakan dokter pada Anda.

  • Perjalanan luka Anda dari awal bagaimana terjadinya hingga kondisi saat ini
  • Apa saja yang Anda sudah lakukan pada luka Anda
  • Riwayat penyakit lainnya

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/necrotizing_fasciitis/article.htm
Diakses 6 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/necrotizing-soft-tissue-infection
Diakses 6 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/necrotizing-fasciitis-flesh-eating-bacteria
Diakses 6 Juni 2019

Wong CH, Chang HC, Pasupathy S, Khin LW, Tan JL, Low CO. Necrotizing fasciitis: clinical presentation, microbiology, and determinants of mortality. JBJS. 2003 Aug 1;85(8):1454-60.

Artikel Terkait