Narkolepsi adalah gangguan neurologis (saraf) yang memengaruhi kontrol tidur dan kesadaran individu untuk tetap terjaga. Seseorang dengan narkolepsi mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan secara mendadak dan tak terkendali.
Penderita narkolepsi dapat tertidur secara tiba-tiba dan mengalami kantuk yang berlebihan di pagi dan siang hari.

Narkolepsi adalah gangguan neurologis (saraf) yang memengaruhi kontrol tidur dan kesadaran individu untuk tetap terjaga. Seseorang dengan narkolepsi mengalami kantuk di pagi dan siang hari yang berlebihan secara mendadak dan tak terkendali.

Penderita narkolepsi dapat tertidur secara tiba-tiba. Serangan tidur mendadak ini dapat terjadi pada saat aktivitas apapun di sepanjang hari.

Penderita narkolepsi juga dapat mengalami katapleksi atau melemasnya otot karena hilangnya kekuatan pada otot. Gejala narkolepsi biasanya muncul pada kisaran umur 10-25 tahun.

Gejala umum narkolepsi antara lain adalah:

  • Kantuk di pagi dan siang hari yang berlebihan. Kantuk yang berlebihan menyebabkan penderita sulit untuk beraktivitas secara normal.

  • Sleep paralysis atau ketidakmampuan untuk bergerak, berbicara, atau terbangun saat tertidur. Durasi dari sleep paralysis biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. 

  • Halusinasi saat tidur. Saat penderita bermimpi ketika sedang setengah terjaga, penderita dapat mengira mimpi yang dialami sebagai kenyataan. 

  • Katapleksi atau kehilangan tonus (kekuatan) otot secara tiba-tiba karena dipicu oleh emosi yang intens, seperti rasa gembira, tawa, kemarahan, atau ketakutan. Kehilangan tonus otot dapat berupa kepala terkulai lemas, bicara pelo atau tidak jelas, atau kaki lemas seperti lumpuh dan tidak dapat dikendalikan. Frekuensi dari katapleksi yang dialami tiap penderita berbeda-beda, sebagian penderita dapat mengalami katapleksi beberapa kali dalam sehari. Terkadang katapleksi pada anak-anak sering diasumsikan sebagai kejang-kejang. 

Narkolepsi juga dapat dikaitkan dengan gangguan tidur lainnya, seperti apnea tidur obstruktif, sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome), dan insomnia.

Namun, perlu diketahui bahwa terdapat dua tipe narkolepsi, yaitu narkolepsi Tipe 1 yang meliputi adanya katapleksi dan Tipe 2 yang tidak meliputi adanya katapleksi. 

Tidak diketahui penyebab pasti dari narkolepsi. Kebanyakan orang dengan narkolepsi dan katapleksi memiliki jumlah protein otak atau hipokretin yang rendah. Salah satu fungsi hipokretin adalah untuk mengatur siklus bangun dan tidur.

Tingkat hipokretin yang rendah mungkin dapat disebabkan oleh sistem imun yang salah mendeteksi dan menyerang sel-sel yang memproduksi hipokretin atau reseptor penerima hipokretin.

Selain itu, terdapat juga beberapa faktor lainnya yang mungkin dapat menyebabkan narkolepsi, seperti perubahan hormon, mutasi gen, stress, paparan racun, dan infeksi. 

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), individu dapat didiagnosis memiliki narkolepsi jika ia memiliki keinginan untuk tidur yang tidak dapat ditahan serta terjadi berulang-berulang dan membuatnya tertidur yang muncul di satu hari yang sama.

Hal tersebut harus dialami setidaknya tiga kali dalam seminggu dan selama tiga bulan terakhir. Selain itu, individu juga setidaknya harus mengalami satu dari tiga kriteria di bawah ini:

  • Kejadian katapleksi yang terjadi setidaknya beberapa kali per bulan.
  • Kekurangan hipokretin.
  • Memiliki waktu untuk memasuki tidur REM (tahapan pada siklus tidur saat seseorang mulai bermimpi) yang berkisar kurang dari atau pas 15 menit, atau memiliki rata-rata waktu untuk mulai tertidur kurang dari atau pas delapan menit, dan memiliki dua atau lebih periode tidur REM (sleep-onset REM periods).

Dokter juga dapat mendiagnosis narkolepsi berdasarkan gejala-gejala yang timbul, seperti kantuk di siang hari yang berlebihan dan hilangnya kekuatan otot secara tiba-tiba. 

Metode diagnosis narkolepsi meliputi:

  • Riwayat tidur. Individu akan diminta membuat riwayat tidurnya secara terperinci. Individu juga mungkin akan diminta untuk mengisi skala Epworth Sleepiness yang berisi beberapa pertanyaan singkat untuk mengukur tingkat rasa kantuk.  

  • Catatan tidur. Individu akan diminta untuk membuat catatan rinci tentang pola tidur selama satu atau dua minggu. Selain itu, individu juga mungkin akan dipasangkan alat ActiGraph di pergelangan tangannya yang dapat mengukur pola tidur individu.

  • Polysomnogram (PSG), tes yang mengukur berbagai signal saat tidur, seperti detak jantung, pergerakan otot, dan sebagainya menggunakan elektroda yang ditempatkan di kulit kepala individu.

  • Multiple Sleep Latency Test (MSLT), pemeriksaan ini mengukur berapa lama Anda tidur di siang hari.

  • Spinal tap atau lumbar puncture, tes yang digunakan untuk memeriksa tingkat hipokretin dengan mengambil cairan cerebropsinal dengan cara memasukkan sebuah jarum kecil di antara kedua tulang punggung bagian bawah individu. 

Pemeriksaan dan evaluasi tersebut dapat membantu untuk mendiagnosis narkolepsi serta mengidentifikasi penyebab lain berdasarkan gejala-gejala yang timbul.

Narkolepsi belum dapat disembuhkan dan merupakan kondisi kronis yang berlangsung seumur hidup. Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala dan meningkatkan fungsi tubuh untuk tetap terjaga di siang hari. Stimulan, penyesuaian gaya hidup, dan menghindari kegiatan berbahaya penting dalam pengobatan narkolepsi.

Beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengobati narkolepsi, di antaranya adalah:

  • Stimulan seperti armodafinil, modafinil dan metilfenidat digunakan untuk meningkatkan kesadaran untuk tetap terjaga.

  • Antidepresan trisiklik dapat mengurangi katapleksi, sleep paralysis, dan halusinasi.

  • Serotonin- norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI) seperti venlafaxine dapat membantu mengatur tidur dan emosi.

  • Penghambat reuptake serotonin selektif, seperti fluoxetine dapat membantu mengatur tidur dan memperbaiki mood.

  • Sodium oxybate (Xyrem) dapat membantu katalepsi yang dialami penderita, meningkatkan waktu tidur, serta mengontrol kesadaran penderita untuk bisa tetap terjaga pada pagi dan siang hari. 

Beberapa hal yang dapat dilakukan saat Anda mengalami narkolepsi:

  • Memberitahukan orang-orang di sekitar Anda mengenai kondisi Anda.
  • Cobalah untuk mengambil waktu tidur selama kurang lebih 10-15 menit setelah makan siang.
  • Hindari nikotin dan alkohol karena dapat memperburuk gejala yang dialami.
  • Mengonsumsi makanan yang ringan saat Anda akan melakukan suatu aktivitas yang penting.
  • Jadwalkan waktu tidur Anda secara teratur.
  • Jaga berat badan Anda.
  • Berolahraga secara teratur untuk membantu istirahat saat malam hari dan membuat Anda tetap terjaga pada pagi dan siang hari. 

Tidak ada cara untuk mencegah narkolepsi, tetapi diagnosis dini akan membantu mencegah gejala semakin parah.

Temui dokter dan psikolog jika Anda atau orang-orang terdekat Anda memiliki rasa kantuk berlebihan di pagi dan siang hari yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak dapat dikendalikan. 

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebelum berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, diantaranya adalah:

  • Bertanya apakah ada sesuatu yang perlu dilakukan sebelum berkonsultasi.
  • Menuliskan gejala apapun yang Anda alami.
  • Menuliskan informasi diri Anda, seperti stres atau perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan baru-baru ini.
  • Membuat daftar obat, vitamin, atau suplemen yang digunakan.

Anda dapat meminta anggota keluarga atau teman untuk mendampingi. Hal ini akan memudahkan Anda mengingat informasi dari dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. Anda juga dapat menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter. 

Beberapa pertanyaan yang dapat Anda ajukan kepada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya adalah:

  • Apakah saya perlu untuk mengikuti rangkaian tes-tes tertentu?
  • Apa penyebab dari gejala-gejala yang saya alami?
  • Apa perawatan yang dapat dokter rekomendasikan?
  • Apakah ada alternatif untuk perawatan-perawatan lainnya?
  • Apa saja obat-obatan yang perlu saya konsumsi serta efek samping dan kontra indikasinya?
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Sebelum mendiagnosis keadaan Anda, dokter dan ahli kesehatan mental lainnya akan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Seberapa sering Anda tertidur di siang hari?
  • Apakah ada orang di keluarga Anda yang memiliki gejala serupa?
  • Apakah gejala Anda muncul secara terus menerus atau sesekali?
  • Apa yang dapat memperburuk gejala Anda?
  • Apakah ada yang memperbaiki gejala Anda?

 

Healthline. 
https://www.healthline.com/health/narcolepsy
Diakses pada 10 Desember 2018

Mayo Clinic. 
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcolepsy/symptoms-causes/syc-20375497
Diakses pada 10 Desember 2018

MedicineNet. 
https://www.medicinenet.com/narcolepsy/article.htm
Diakses pada 10 Desember 2018

Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/1188433-overview
Diakses pada 11 Maret 2019

NHS. 
https://www.nhs.uk/conditions/narcolepsy
Diakses pada 10 Desember 2018

WebMD. 
https://www.webmd.com/sleep-disorders/qa/what-is-narcolepsy
Diakses pada 10 Desember 2018

Artikel Terkait