Pernapasan

Napas Bunyi

22 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Napas Bunyi
Napas bunyi akan terdengar ketika seseorang menarik dan membuang napas
Napas bunyi artinya terdengar suara ketika seseorang menarik dan membuang udara alias bernapas. Suara ini bisa didengar melalui stetoskop atau hanya ketika seseorang bernapas.Namun yang paling baik jika bunyi napas tersebut didengarkan melalui stetoskop (auskultasi). Selama melakukan pemeriksaan auskultasi, paru-paru akan menghasilkan tiga jenis suara. Ketiganya adalah suara napas, suara adventif, dan resonansi vokal.Bunyi yang dihasilkan paru-paru normalnya akan terdeteksi di semua area dada. Termasuk ketika suara tersebut muncul di atas tulang selangka dan di bawah tulang rusuk. Melalui stetoskop, suara yang didengar bisa berasal dari suara napas yang normal, tersengal, atau bahkan abnormal. 

Jenis-jenis napas bunyi

Ada beberapa jenis napas bunyi yang menandakan adanya ketidaknormalan. Jenis tersebut adalah:
  • Rales

Rales digambarkan sebagai suara klik yang kecil atau berderak di paru-paru. Biasanya suara ini terdengar ketika seseorang menarik napas.Kondisi ini muncul ketika udara membuka ruang udara yang tertutup. Jika terus berlanjut, rales biasanya akan digambarkan bunyi yang terdengar becek, kering, halus, atau kasar.
  • Ronki

Ronki digambarkan sebagai suara yang mirip dengkuran. Kondisi ini muncul saat udara tersumbat atau aliran udara menjadi kasar ketika melalui saluran udara yang besar.
  • Stridor

Stridor merupakan suara yang menyerupai mengi yang terdengar ketika seseorang bernapas. Umumnya, stridor terjadi karena penyumbatan aliran udara di tenggorokan atau di bagian belakang tenggorokan.
  • Mengi

Mengi adalah suara bernada tinggi yang dihasilkan oleh penyempitan saluran udara. Mengi dan suara abnormal lainnya terkadang bisa terdengar tanpa harus memakai stetoskop. 
Penyebab napas bunyi akan berbeda tergantung jenis bunyi dan bagian mana yang mengalami gangguan. Beberapa penyebab di bawah ini bisa diketahui berdasarkan jenis suara napas yang dihasilkan.

Penyebab rales atau crackling

  • Radang paru-paru
  • Penyakit jantung
  • Fibrosis paru
  • Fibrosis kistik
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Bronkitis
  • Asbestosis
  • Perikarditis

Penyebab ronki

  • Bronkitis
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Bronkiektasis

Penyebab stridor

  • Laryngomalacia
  • Pita suara lumpuh
  • Kotak suara menyempit
  • Hemangioma di bawah pita suara
  • Croup
  • Infeksi batang tenggorokan
  • Epiglottitis
  • Benda tersangkut di tenggorokan

Penyebab mengi

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Asma
  • Alergi
  • Bronkitis
  • Bronkiolitis
  • Epiglottitis
  • Penyakit gastroesophageal refluks (GERD)
  • Gagal jantung
  • Kanker paru-paru
  • Apnea tidur
  • Radang paru-paru
  • Virus respiratory syncytial (RSV)
  • Pita suara bermasalah
  • Benda terjebak di kotak suara
  • Benda terjebak di tenggorokan
  • Pneumonia
  • Emfisema
  • Penyakit paru interstisial
  • Edema paru
  • Trakebronkitis
 
Anda sebaiknya menghubungi dokter jika saat bernapas muncul mengi atau suara yang tak normal lainnya. Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pernapasan Anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa penyebab dari munculnya kondisi tersebut.Jika mengalami napas bunyi dibarengi kesulitan napas tiba-tiba atau berhenti bernapas, maka Anda harus segera menghubungi layanan gawat darurat. Begitu juga jika mengalami sianosis atau kulit kebiruan pada bibir atau wajah akibat kekurangan oksigen. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/breath-sounds
Diakses pada 27 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/lung/lung-sounds#1-4
Diakses pada 27 Januari 2021
Medine Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007535.htm
Diakses pada 27 Januari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537253/
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email