Penyakit Lainnya

Myositis

21 Jul 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Myositis
Myositis dapat merusak serat otot
Myositis adalah inflamasi atau peradangan pada otot. Kondisi ini akan merusak serat otot dan mengganggu fungsi otot untuk berkontraksi. Myositis dapat menyebabkan gejala berupa pembengkakan, nyeri, atau kelemahan pada otot.Pada beberapa kasus, myositis dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun tidak jarang juga kondisi ini bersifat kronis yang dapat menyebabkan atrofi otot (penyusutan otot) dan kecacatan parah jika terus dibiarkan. 

Jenis-jenis myositis

Secara umum, peradangan otot ini terbagi dalam lima jenis di bawah ini:
  • Polymyositis

Polymyositis menyerang banyak otot yang berbeda, terutama otot bahu, pinggul, dan paha. Jenis ini paling sering dialami oleh wanita berusia 30 hingga 60 tahun.
  • Dermatomyositis

Pada dermatomyositis, peradangan yang terjadi pada otot menimbulkan ruam berwarna merah keunguan dan berbentuk seperti bunga. Perubahan warna kelopak mata menjadi keunguan atau kulit bersisik pada buku-buku jari juga dapat terjadi.Penyakit ini dapat diderita oleh siapa saja tanpa memandang umur. Namun dermatomyositis lebih sering menyerang wanita. 
  • Juvenile myositis

Juvenile myositis banyak dialami oleh anak-anak berusia 18 tahun ke bawah. Selain itu, penyakit ini lebih sering dialami oleh anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.
  • Toxic myositis

Penyakit ini diyakini disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti obat penurun kolesterol. Apabila konsumsi obat tersebut dihentikan, gejala toxic myositis akan membaik.
  • Inclusion body myositis (IBM)

Tidak seperti jenis myositis yang lain, IBM lebih sering menyerang pria daripada wanita. Penyakit ini biasanya diderita oleh pasien berusia di atas 50 tahun.Kelemahan otot pada IBM dimulai dari pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan paha. Gejala ini biasanya dialami oleh satu bagian otot saja. 
Myositis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaOtot lemah, bengkak, dan nyeri
Faktor risikoCedera, peradangan, konsumsi beberapa obat
Metode diagnosisTes darah, EMG, MRI
PengobatanObat-obatan, fisioterapi
ObatAntibiotik, prednisone, azathioprine
KomplikasiDisfagia, sakit paru, sakit jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala myositis
Gejala myositis meliputi:

Gejala umum

  • Otot lemah, bengkak, dan nyeri
  • Ruam
  • Kelelahan
  • Penebalan kulit tangan

Gejala polymyositis dan dermatomyositis

Gejala kedua jenis ini sering datang dengan periode gejala yang memburuk (flare) dengan keluhan berupa:
  • Nyeri sendi
  • Sesak napas
  • Kesulitan menelan
  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Fenomena Raynaud, yakni sensitivitas terhadap dingin dengan warna kebiruan atau putih pada ujung jari
 
Sampai sekarang, penyebab myositis belum diketahui. Namun ada sejumlah faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko myositis tersebut meliputi:

Peradangan

Kondisi yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh dapat memengaruhi otot dan menyebabkan myositis. Peradangan biasanya dipicu oleh kondisi autoimun, di mana tubuh menyerang jaringannya sendiri.Kondisi peradangan yang bisa menyebabkan bentuk myositis yang lebih ringan, yaitu:

Infeksi virus

Beberapa infeksi virus yang bisa meningkatkan risiko myositis adalah flu dan HIV.

Obat-obatan tertentu

Beberapa obat yang bisa memicu myositis adalah statin, kolkisin, plaquenil, interferon alfa, dan kokain. Selain itu, myositis juga bisa dipicu oleh mengonsumsi alkohol.

Cedera

Cedera akibat olahraga dapat menyebabkan otot nyeri, bengkak, dan lemah. Hal inilah yang kemudian bisa memicu myositis.

Rhabdomyolisis

Rhabdomyolysis adalah kondisi yang terjadi ketika otot rusak dengan cepat. 
Dokter dapat menduga pasien menderita myositis berdasarkan gejala khasnya yang dikeluhkan, yaitu seperti kelemahan otot. Dokter juga bisa menganjurkan beberapa pemeriksaan medis di bawah ini guna memastikan diagnosis myositis:
  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar enzim otot bernama creatine kinase dalam darah. Kadar enzim yang tinggi menandakan adanya peradangan otot.Selain itu, pemeriksaan kadar antibodi abnormal dalam darah juga dapat menandakan adanya kondisi autoimun.
  • MRI

Prosedur MRI akan membantu dokter dalam mengidentifikasi area otot yang terkena dampaknya dan perubahan yang terjadi pada otot tersebut.
  • Elektromiografi (EMG)

Dengan melakukan prosedur EMG, dokter dapat mendeteksi area otot yang melemah atau rusak karena myositis.
  • Biopsi otot

Dokter akan mengambil sampel jaringan otot untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi otot merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan diagnosis myositis. 
Hingga saat ini, belum ada cara mengobati myositis secara khusus. Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala agar kualitas hidup penderita bisa membaik.Untuk mengurangi gejala, beberapa penanganan berikut bisa disarankan oleh dokter:
  • Obat kortikosteroid seperti prednisone
  • Obat untuk menekan sistem imun atau imunosupresan, seperti azathioprine dan methotrexate.
  • Obat antibiotik untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Fisioterapi, olahraga, senam, dan yoga guna mempertahankan kekuatan otot serta mencegah atrofi otot. Diskusikan dengan dokter mengenai latihan fisik yang cocok untuk myositis Anda.
  • Menggunakan tabir surya, gunakan pakaian lengan, dan menghindari paparan sinar matahari langsung.
 

Komplikasi myositis

Jika tidak ditangani dengan optimal, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Disfagia, yakni kesulitan menelan atau tidak dapat menelan sama sekali
  • Sakit paru
  • Penyakit jantung. Peradangan otot jantung (miokarditis) dapat menyebabkan jaringan parut dan fungsi jantung yang buruk.
  • Myositis tidak menyebabkan kanker, tetapi orang dengan myositis (terutama dermatomiositis) lebih mungkin terkena kanker.
 
Cara mencegah myositis tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Berkonsultasilah dengan dokter apabila Anda mengalami kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Kelemahan otot yang tidak kunjung membaik
  • Ruam berwarna merah keunguan pada wajah yang tidak kunjung menghilang
  • Adanya sisik pada kulit di buku-buku jari
  • Nyeri otot yang tidak membaik dengan istirahat dan konsumsi obat antinyeri
  • Nyeri dan kelemahan otot yang muncul setelah konsumsi obat tertentu
  • Benjolan pada otot, terutama disertai dengan demam atau gejala lainnya
Segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul keluhan-keluhan berikut:
  • Demam yang disertai dengan nyeri dan kelemahan otot
  • Otot terasa panas, kaku, dan membengkak
  • Nyeri pada kaki dan sulit berjalan yang terjadi pada anak-anak
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah ada sesuatu yang mencetuskan gejala tersebut?
  • Adakah hal yang memperingan atau memperparah gejala?
  • Apakah Anda mengidap penyakit autoimun atau kondisi medis lainnya?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis myositis. Dengan ini, pengobatan yang tepat bisa diberikan. 
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/myositis-a-to-z
Diakses pada 21 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/myositis-symptoms-treatments-prognosis#1
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/myositis#types
Diakses pada 21 Juli 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/myositis/
Diakses pada 21 Juli 2021
Arthritis Foundation. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/myositis/
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email