Myelitis Transversa

Ditinjau dr. Widiastuti

Pengertian Myelitis Transversa

Myelitis transversa merupakan sebuah peradangan yang terjadi pada saraf tulang belakang, yang merupakan bagian dari sistem saraf pusat dalam tubuh. Keadaan ini menyebabkan terganggunya sinyal yang diberikan oleh saraf tulang belakang ke seluruh tubuh. Myelitis transversa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Akut

Myelitis transversa akut terjadi ketika gejala-gejala berkembang dalam jangka waktu beberapa jam atau beberapa hari.

  • Subakut

Myelitis transversa subakut terjadi ketika gejala-gejala berkembang dalam jangka waktu satu hingga empat minggu.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Peradangan saraf tulang belakang pada myelitis transversa dapat berdampak pada kedua sisi tubuh di bawah area saraf tulang belakang yang terkena, tetapi terkadang gejala yang dialami hanya pada satu sisi tubuh. Oleh karena itu, myelitis transversa memiliki gejala atau tanda-tanda, seperti:

  • Rasa nyeri yang merupakan gejala awal dari myelitis transversa, biasanya ditandai dengan nyeri pada bagian bawah punggung secara tiba-tiba dan rasa sakit yang tajam, berat, dan mendadak yang menyebar ke kaki, lengan, maupun sekitar perut dan dada. Gejala dari nyeri beragam tergantung dari bagian saraf tulang belakang yang terkena.
  • Rasa lemah pada kaki atau tangan. Rasa lemah pada kaki dapat memburuk secara cepat, sehingga apabila dibiarkan dapat berkembang menjadi paraparesis (kelumpuhan sebagian kaki) yang kemudian dapat berlanjut menjadi paraplegia (kelumpuhan total pada kaki).
  • Sensasi tidak normal (parestesi), seperti rasa terbakar, menggelitik, tertusuk, baal atau mati rasa, dingin pada kaki atau bagian tubuh lain, dan pada beberapa orang yang mengalami sensitivitas berlebihan terhadap cahaya, sentuhan, dan perubahan suhu panas atau dingin yang ekstrim. Sensasi abnormal umum dialami pada daerah badan dan genitalia.
  • Gangguan fungsi pada usus dan kandung kemih seperti meningkatnya frekuensi atau desakan untuk buang air kecil atau besar, inkontinensia, kesulitan untuk buang air, dan konstipasi.
  • Rasa tidak nyaman atau kejang pada otot.
  • Sakit kepala dan demam.
  • Kehilangan nafsu makan dan kelelahan.
  • Gangguan pada sistem pernapasan.
  • Disfungsi seksual.
  • Depresi dan kecemasan akibat stres dan rasa nyeri dalam jangka waktu yang lama.

Bagian atau segmen saraf tulang belakang yang terkena menentukan bagian tubuh yang terkena. Kerusakan pada satu segmen akan berdampak pada fungsi segmen tersebut atau di bawah segmen tersebut. Pada myelitis transversa, myelin yang rusak paling sering mengenai saraf pada bagian atas, sehingga menyebabkan gangguan pada pergerakan kaki, serta gangguan fungsi usus dan kandung kemih.

Penyebab

Penyebab dari peradangan saraf tulang belakang sehingga menyebabkan myelitis transversa belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor atau kondisi yang muncul yang dapat menyebabkan penyakit ini, antara lain:

  • Virus dan Infeksi Lain dari Sistem Pernapasan atau Sistem Pencernaan.

Pada umumnya, gangguan dari peradangan timbul setelah penyembuhan dari infeksi. Virus yang dapat langsung menginfeksi saraf tulang belakang adalah virus herpes, termasuk di dalamnya adalah virus herpes zoster (chickenpox), enterovirus, dan flavivirus, seperti virus West Nile dan Zika. Virus-virus lainnya dapat memicu reaksi autoimun secara tidak langsung menginfeksi saraf tulang belakang.

Parasit seperti toxoplasmosis, cysticercosis, shistosomiasis juga dapat menginfeksi saraf tulang belakang, meskipun hal ini jarang ditemukan.

Infeksi jamur pada saraf tulang belakang seperti aspergillus, blastomyces, coccidioides, dan cryptococcus.

Selain itu, beberapa bakteri seperti sifilis, tuberculosis, actinomyces, pertussis, tetanus, diphtheria, dan penyakit Lyme juga dapat menyebabkan peradangan yang menimbulkan rasa nyeri pada saraf tulang belakang.

  • Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis merupakan kelainan yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh merusak myelin (jaringan pelindung serabut saraf) pada saraf tulang belakang dan otak. Myelitis transversa dapat merupakan tanda pertama dari multiple sclerosis atau menandakan kekambuhan. Tetapi biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh.

  • Neuromyelitis Optica (Devic’s Disease)

Penyakit ini dapat mengakibatkan peradangan dan kehilangan myelin (jaringan pelindung serabut saraf) pada saraf-saraf, tulang belakang, maupun mata yang mengirim informasi kepada otak, dan terdapatnya aquaporin – 4 autoantibody yang berhubungan dengan neuromyelitis optica. Myelitis transversa yang berhubungan dengan neuromyelitis optica biasanya mengenai kedua sisi tubuh dan dapat disertai dengan gejala dari kerusakan myelin pada saraf optic, seperti rasa nyeri saat menggerakkan mata dan kehilangan penglihatan sementara. Namun, pada beberapa orang dengan kondisi ini tidak mengalami gangguan pada mata dan hanya mengalami episode berulang dari myelitis transversa.

  • Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Gangguan sistem kekebalan tubuh yang dapat menjadi penyebab myelitis transversa, antara lain adalah lupus, yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh; serta Sjorgen’s syndrome, yang ditandai dengan rasa kering pada mulut dan mata.

  • Gangguan vaskular (pembuluh darah) seperti AVM (arteriovenous malformation–malformasi arterivena), dural arterial–venous fistula, intra spinal cavernous malformations, atau disk embolism.

Myelitis transversa dapat menyerang segala kelompok usia (mulai dari anak-anak hingga lanjut usia), pria maupun wanita, dan pada segala suku atau ras. Akan tetapi, penyakit ini bukan merupakan penyakit genetik atau keturunan.

Diagnosis

Diagnosa dari myelitis transversa akan dilakukan berdasarkan riwayat penyakit, tanda dan gejala dari penyakit, penilaian klinis dari fungsi saraf, dan beberapa pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan tersebut dapat menandakan terjadinya peradangan pada saraf tulang belakang dan menyingkirkan kemungkinan gangguan lain.

Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan myelitis transversa, antara lain:

  • Pemeriksaan yang lengkap dan teliti mengenai saraf tubuh, termasuk riwayat mengenai infeksi virus dan bakteri yang pernah dialami.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) yaitu pemeriksaan dengan gelombang radio sehingga menghasilkan gambaran tiga dimensi untuk melihat keadaan otak, saraf tulang belakang. MRI pada tulang belakang akan hampir selalu mengonfirmasi adanya lesi atau peradangan pada saraf tulang belakang, sedangkan MRI pada otak dapat memberikan petunjuk untuk penyebab yang mendasari, seperti multiple sclerosis, mengingat myelitis transversa dapat menyerang saraf tulang belakang maupun otak.
  • Pemeriksaan darah untuk menyingkirkan gangguan lain, di antaranya seperti infeksi HIV atau defisiensi vitamin B12. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk mengetahui keberadaan antibodi yang berhubungan dengan neuromyelitis optica dan juga untuk mengetahui kemungkinan penyebab dari gejala-gejala yang timbul yang mengarah pada myelitis transversa.
  • Spinal tap (pungsi lumbal), yaitu pengambilan sample cairan serebrospinal (cairan yang menyelubungi otak dan tulang belakang) dengan cara menempatkan jarum diantara kedua tulang punggung. Hal tersebut dilakukan karena beberapa orang dengan myelitis transversa memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan jumlah sel darah putih yang meningkat pada cairan serebrospinalnya. Pemeriksaan ini penting untuk mengidentifikasi atau menyingkirkan infeksi yang menjadi penyebab.

Apabila seluruh pemeriksaan tersebut telah dilakukan dan tidak dapat menunjukkan penyebab yang spesifik, maka penderita dianggap mengalami myelitis transversa yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya).

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan myelitis transversa. Oleh karena itu, pengobatan dilakukan untuk mengatasi infeksi yang dapat menjadi penyebab, mengurangi peradangan pada saraf tulang belakang, mengontrol penyakit tersebut, dan meredakan gejala-gejala yang timbul. Beberapa pengobatan yang dapat diberikan, antara lain:

  • Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen, ibuprofen, naproxen, karena nyeri menahun merupakan gejala dan komplikasi yang umum terjadi pada penderita myelitis transversa.
  • Obat antivirus, karena myelitis transversa dapat diakibatkan oleh infeksi virus.
  • Steroid, untuk membantu meredakan peradangan dan pembengkakan pada tulang belakang serta mengurangi keaktifan sistem imun. Steroid dapat diberikan melalui tablet maupun injeksi secara intravena.
  • Terapi pergantian plasma (plasma exchange therapy atau plasmapheresis), adalah prosedur untuk mengurangi keaktifan sistem imun dengan cara mengganti cairan plasma dalam sel-sel darah dengan cairan khusus yang mungkin dapat menyingkirkan antibodi dan protein-protein lainnya yang dapat menyebabkan reaksi peradangan. Prosedur ini juga dapat menyingkirkan penyebab sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri sehingga tidak merusak organ tubuh lainnya. Terapi ini dilakukan apabila pengobatan dengan steroid intravena tidak dapat meredakan peradangan dalam tubuh Anda.
  • Respirator merupakan sebuah alat yang digunakan untuk membantu Anda bernapas apabila gejala-gejala yang timbul berdampak pada sistem pernapasan Anda.
  • Obat-obatan lain yang digunakan untuk mengobati nyeri dan kaku pada otot, gangguan pada kandung kemih dan usus, bahkan untuk meredakan depresi dan komplikasi lainnya yang berhubungan dengan myelitis transversa.

Selain macam-macam pengobatan di atas, terdapat pula cara nonmedis untuk membantu proses penyembuhan myelitis transversa, seperti:

  • Beristirahat total selama Anda dalam proses penyembuhan penyakit myelitis transversa.
  • Terapi fisik yang berguna untuk membantu Anda melatih otot dan anggota gerak tubuh Anda agar tetap kuat selama masa pemulihan, serta cara penggunaan alat-alat bantu seperti kursi roda dan tongkat.
  • Terapi okupasi yang dilakukan untuk membantu melakukan tugas sehari-hari, seperti memasak, mandi, memakai pakaian, atau membersihkan rumah.
  • Terapi psikologis (psikoterapi) untuk membantu Anda mengatasi rasa kecemasan, disfungsi seksual, dan depresi serta gangguan emosional dan perilaku lainnya akibat penyakit yang dialami.
  • Terapi vokasional meliputi memberikan instruksi atau petunjuk untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan keterampilan kerja, mengidentifikasi atasan yang potensial dan dapat membantu menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan Anda.

Masa pemulihan dari penderita myelitis transversa biasanya terjadi dengan cepat pada tiga bulan pertama setelah serangan. Untuk beberapa penderita, masa pemulihan dapat berlanjut dalam jangka waktu dua tahun atau bahkan lebih.

Pencegahan

Mayoritas myelitis transversa hanya muncul sekali pada setiap penderita (monofasik). Akan tetapi, beberapa pengobatan jangka panjang untuk memodifikasi sistem kekebalan tubuh diperlukan apabila myelitis transversa terjadi dalam jangka waktu yang lama. Obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh (immunosupresan) diberikan ketika multiple sclerosis atau neuromyelitis optica diduga menjadi penyebab myelitis transversa. Hal ini dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya myelitis transversa di kemudian hari.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami tanda atau gejala yang mengarah pada myelitis transversa. Beberapa gejala neurologis dapat menyebabkan gangguan sensorik, kelemahan, gangguan fungsi pencernaan, berkemih, dan kompresi dari saraf tulang belakang yang merupakan kondisi darurat yang memerlukan pembedahan.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Tanda atau gejala yang melatarbelakangi myelitis transversa umumnya terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, sebelum Anda berkonsultasi mengenai myelitis transversa, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter yang tepat. Dokter yang menangani masalah ini adalah dokter spesialis saraf.

 

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transverse-myelitis/symptoms-causes/syc-20354726
Diakses pada 5 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transverse-myelitis/diagnosis-treatment/drc-20354730
Diakses pada 5 November 2018

National Multiple Sclerosis Society. https://www.nationalmssociety.org/What-is-MS/Related-Conditions/Transverse-Myelitis/Symptoms-and-Diagnosis
Diakses pada 5 November 2018

National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Transverse-Myelitis-Fact-Sheet
Diakses pada 5 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/multiple-sclerosis/transverse-myelitis-facts#3
Diakses pada 5 November 2018

Back to Top