Myasthenia Gravis

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Myasthenia Gravis

Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang berhubungan dengan saraf dan otot (neuromuskular). Penyakit ini menyebabkan berbagai derajat kelemahan pada otot rangka. Otot rangka berperan dalam pernapasan dan bagian tubuh yang bergerak, termasuk tangan dan kaki.  

Tanda dari myasthenia gravis adalah kelemahan otot yang memburuk setelah beraktivitas dan akan membaik setelah istirahat. Penyakit ini umumnya terjadi pada otot yang mengontrol mata dan kelopak mata, ekspresi wajah, mengunyah, menelan dan berbicara. Namun, penyakit ini dapat berdampak pada seluruh bagian tubuh seperti otot yang mengontrol pernapasan, leher dan anggota gerak tubuh. 

Penyakit ini dapat terjadi pada semua orang dengan segala usia, terutama wanita di bawah 40 tahun dan pria di atas 60 tahun. Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan myasthenia gravis. Namun, pengobatan dapat mengontrol gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala utama dari penyakit ini adalah kelemahan pada otot rangka. Kegagalan otot untuk berkontraksi secara normal, terjadi karena otot tersebut tidak dapat merespons impuls saraf. Tanpa transmisi yang tepat pada impuls, komunikasi antara saraf dan otot terhalang dan menghasilkan kelemahan pada otot. 

Kelemahan akibat penyakit ini akan memburuk jika penderitanya banyak beraktivitas, dan membaik setelah istirahat. Awal mula dari penyakit ini dapat terjadi secara tiba-tiba, dan gejala seringkali tidak dapat dengan segera dikenali sebagai myasthenia gravis

Gejala dari penyakit ini termasuk:

  • Kesulitan berbicara 
  • Kesulitan menaiki tangga atau mengangkat barang
  • Kelumpuhan wajah 
  • Kesulitan bernapas karena kelemahan otot pernapasan
  • Kesulitan menelan atau mengunyah
  • Kelelahan 
  • Satu atau kedua lipatan mata yang menurun (ptosis)
  • Penglihatan ganda karena kelemahan otot yang mengontrol gerakan mata 
  • Suara serak

Tidak penderita myasthenia gravis akan mengalami gejala. Selain itu, derajat kelemahan otot dapat berubah dari hari ke hari. Beratnya gejala biasanya akan meningkat seiring berjalannya waktu, jika tidak ditangani. 

Penyebab

Myasthenia gravis adalah kelainan  neuromuskular yang biasanya disebabkan oleh masalah autoimun. 

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun secara tidak sengaja menyerang jaringan yang sehat. Pada kondisi ini, antibodi tubuh yang biasanya menyerang benda asing, termasuk zat berbahaya di dalam tubuh, justru menyerang neuromuskular junction (area komunikasi secara kimiawi antara serat saraf dan sel otot).  

Kerusakan pada membran neuromuskular mengurangi efek dari zat neurotransmitter asetilkolin, yang merupakan zat penting untuk komunikasi antara sel saraf dan otot. Akibatnya, terjadi kelemahan pada otot. 

Penyebab utama dari reaksi autoimun ini tidak jelas. Menurut asosiasi muskular distropi, virus tertentu atau protein bakteri dapat mendorong tubuh untuk menyerang asetilkolin.

Kelenjar timus adalah kelenjar yang mengontrol fungsi imun dan diperkirakan berhubungan dengan myasthenia gravis. Kelenjar timus tumbuh secara bertahap sampai dengan remaja, lalu mengecil dan digantikan oleh jaringan lemak. Pada orang dewasa dengan MG, kelenjar timur ini tetap berukuran besar. 

Para peneliti percaya bahwa kelenjar timus mungkin memberikan instruksi keliru pada sel imun yang sedang berkembang. Akibatnya, sel tersebut menyerang sel dan jaringan yang sehat, serta memproduksi antibodi terhadap reseptor asetilkolin.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan melihat riwayat medis melalui gejala. Dokter juga akan melakukan tes saraf, dengan:

  • Memeriksa refleks 
  • Mencari lokasi kelemahan otot 
  • Memeriksa tonus otot
  • Memastikan mata bergerak dengan normal dan wajar
  • Memeriksa sensasi pada area berbeda dari tubuh 
  • Memeriksa fungsi motorik, seperti menyentuh tangan pada hidung

Pemeriksaan  lain yang dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi ini termasuk:

  • Pemeriksaan stimulasi saraf berulang, dengan mengirimkan aliran listrik kecil melalui elektroda, untuk mengukur kemampuan saraf dalam mengirimkan sinyal ke otot. Metode ini dilakukan secara berulang, untuk melihat kemungkinan penurunan kemampuan untuk mengirim sinyal, akibat kelelahan.
  • Elektromiografi (EMG), untuk mengukur aktivitas listrik yang berjalan antara otak dan otot. 
  • Pemeriksaan  darah untuk antibodi yang berhubungan dengan MG
  • Tes Edrophonium (tensilon), yang dilakukan dengan memasukkan obat tensilon atau edrophonium cloride (atau placebo) melalui pembuluh darah vena. Pasien akan diminta untuk melakukan gerakan otot di bawah pengawasan dokter. 
  • Pemeriksaan fungsi paru, untuk mengukur kekuatan pernapasan yang dapat digunakan untuk membantu melihat kemungkinan terjadinya kegagalan pernapasan, yang menyebabkan krisis myasthenia.
  • Pemeriksaan pencitraan menggunakan CT scan atau MRI, yang dapat menyingkirkan diagnosis tumor.

Krisis myasthenia adalah kondisi darurat medis yang timbul ketika otot yang mengontrol pernapasan melemah. Penderitanya membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan. Kondisi yang biasanya membutuhkan penanganan medis segera ini, dan dapat dipicu oleh infeksi, stres, operasi atau reaksi buruk pada obat-obatan. Namun, sebagian besar dari penderita tidak menunjukkan penyebab yang jelas.  

Pengobatan

Pengobatan yang diberikan akan tergantung dari:

  • Umur
  • Beratnya kondisi
  • Lokasi otot yang terkena
  • Kondisi medis lain

Beberapa langkah perawatan dan pengobatan tersedia untuk meringankan gejala dari myasthenia gravis terkontrol. Hal ini termasuk:

  • Menghindari hal atau kondisi yang dapat memicu gejala. Beberapa orang menemukan bahwa kondisi seperti kelelahan, kepanasan dan stres, membuat gejala memburuk.
  • Obat yang membantu memperbaiki kelemahan otot, seperti: 
    • Antikolinesterase (pyridostigmine) untuk memperkuat komunikasi antara saraf dan otot. Obat ini dapat memperbaiki kontraksi dan kekuatan otot.
    • Obat-obatan immunosupresan seperti prednisone, azathioprine, mycophenolate mofetil, tacrolimus dan rituximab yang bekerja untuk memperbaiki kekuatan otot, dengan menekan produksi dari antibodi yang tidak normal. 
  • Plasmaferesis, yaitu prosedur yang menggunakan mesin, untuk menyingkirkan antibodi berbahaya di dalam plasma, dan menggantinya dengan plasma baik 
  • Imunoglobulin intravena, berupa injeksi dengan konsentrasi tinggi dari antibodi yang didapat dari donor sehat, dan secara sementara mengubah cara kerja sistem imun 
  • Operasi untuk menghilangkan kelenjar timus (timektomi)

Jika gejala memburuk, misalnya saat mengalami kesulitan bernapas atau kesulitan menelan, penderita membutuhkan pengobatan sesegera mungkin di rumah sakit.

Pencegahan

Karena penyebab dari myasthenia gravis tidak diketahui, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, ketika penyakitnya berkembang, beberapa cara berikut ini dapat dilakukan, untuk mencegah sejumlah gejala menjadi lebih buruk.

  • Beristirahat 
  • Menghindari aktivitas yang melelahkan 
  • Menghindari panas atau dingin yang berlebihan 
  • Menghindari stres emosional
  • Jika mungkin, hindari paparan terhadap semua jenis infeksi, termasuk pilek dan flu. Penderita harus divaksin untuk melawan infeksi seperti flu.
  • Bekerja sama dengan dokter untuk memonitor reaksi dari obat yang sudah diresepkan. Beberapa obat biasanya diresepkan untuk masalah lain seperti infeksi, penyakit jantung atau hipertensi, yang dapat membuat myasthenia gravis memburuk.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Jika mengalami kesulitan bernapas
  • Kesulitan melihat 
  • Kesulitan mengunyah 
  • Kesulitan menelan 
  • Kesulitan berjalan 
  • Kesulitan menggunakan tangan atau lengan 
  • Kesulitan menegakkan kepala

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan gejala yang dialami ,termasuk yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter 
  • Tuliskan obat, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi 
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik. 

  • Kapan Anda mulai merasakan gejala?
  • Apakah gejala berlanjut atau hanya muncul pada saat tertentu?
  • Seberapa berat  gejalanya?
  • Apakah ada yang memperingan atau memperburuk gejala?
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/myasthenia-gravis.html
Diakses pada 11 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/myasthenia-gravis#diagnosis
Diakses pada 11 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myasthenia-gravis/diagnosis-treatment/drc-20352040
Diakses pada 11 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/myasthenia-gravis/
Diakses pada 11 Desember 2018

NIH. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Myasthenia-Gravis-Fact-Sheet
Diakses pada 11 Desember 2018

Back to Top