Perut

Muntah

Diterbitkan: 10 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Muntah
Muntah bisa dialami oleh bayi, anak, ataupun orang dewasa dan bisa disebabkan oleh berbagai macam hal.
Muntah adalah dorongan kuat untuk mengeluarkan isi perut. Kondisi yang juga dikenal dengan sebutan vomitus ini bisa terjadi hanya sekali dan berhubungan dengan sesuatu yang tidak tepat di dalam tubuh.Muntah berulang dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Muntah yang sering terjadi dapat menyebabkan dehidrasi dan mematikan jika tidak ditangani.Muntah yang sering disertai mual biasanya merupakan gejala dari suatu penyakit tertentu. Penyebab muntah bervariasi dan meliputi dan keracunan makanan, infeksi, masalah pada otak dan sistem saraf pusat, dan penyakit sistemik. Beberapa penyakit dapat menyebabkan mual dan muntah, meskipun tidak ada keterlibatan sistem pencernaan.Salah satu penyebab muntah yang paling sering adalah gastroentritis, yaitu infeksi usus yang biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Vomitus pada umumnya membaik dalam beberapa hari. 
Muntah
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaMual, muntah
Faktor risikoAnak-anak, ibu hamil di trimester pertama, pasien yang menjalani perawatan kanker
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes urine
PengobatanRehidrasi, obat-obatan
ObatPromethazine, diphenhydramine, ondansetron
KomplikasiDehidrasi, kekurangan nutrisi
Kapan harus ke dokter?Jika mual dan muntah disertai gejala sakit perut, nyeri dada, dan pandangan buram
Muntah sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi penyakit lain. Gejala muntah merupakan hal yang umum terjadi. Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman seperti alkohol dapat menyebabkan muntah.Muntah dengan frekuensi yang sering yang tidak berhubungan dengan penyebab di atas mungkin merupakan gejala dari cyclic vomiting syndrome (sindrom muntah berulang).Pada kondisi ini, muntah dapat berlangsung sampai dengan sepuluh hari lamanya. Biasanya kondisi ini disertai dengan mual dan kekurangan energi. Sindrom ini biasanya terjadi pada anak-anak, yang berusia sekitar 5 tahun. 
Penyebab muntah adalah perubahan kimia yang mengiritasi bagian otak, tepatnya pada chemoreceptor trigger zone (CTZ) atau dikenal juga dengan nama pusat muntah.Pusat muntah merupakan beberapa reseptor pada otak yang dapat mendeteksi zat beracun dan memicu terjadinya muntah.Terdapat banyak hal yang bisa menjadi penyebab dan faktor risiko muntah. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Morning sickness saat kehamilan (muntah yang dialami pada saat kehamilan, biasanya pada pagi hari)
  • Gastroenteritis (infeksi pada lambung dan usus halus) dan infeksi bakteri serta virus lainnya.
  • Migrain
  • Mabuk saat berkendara
  • Keracunan makanan
  • Efek samping obat-obatan termasuk kemoterapi pada kanker
  • GERD (Gastroesophageal reflux disease)
  • Obstruksi usus (sumbatan usus)
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepala
  • Terlalu banyak makan
  • Cedera otak
  • Mengonsumsi zat toksin, seperti alkohol
 
Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit, dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik pasien. Dokter juga akan mencari tanda-tanda dehidrasi.Pemeriksaan laboratorium mungkin akan dilakukan, seperti tes darah dan tes urine. Tes kehamilan pun bisa dianjurkan pada wanita yang mengalami mual dan muntah. 
Cara mengobati muntah dilakukan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Pengobatannya dapat berupa:

Pengobatan mandiri di rumah

Beberapa upaya pengobatan mandiri di rumah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
  • Hindari makanan terlalu manis, berminyak, pedas, asin atau yang terlalu berbumbu.
  • Ibu hamil disarankan mengonsumsi biskuit asin sebelum bangun dari tempat tidur setiap pagi.
  • Hindari makanan atau produk dengan aroma kuat atau menyengat, karena dapat memicu terjadinya mual dan muntah.
  • Minum air putih yang banyak agar tidak dehidrasi, namun minum sedikit-sedikit dalam satu waktu.
  • Hindari makanan padat hingga muntah berhenti.
  •  
  • Hindari penggunaan obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau kortikosteroid.
  • Mengonsumsi oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang.

Pemberian obat-obatan

Sebelum meresepkan obat, dokter akan menanyakan terkait sejak kapan gejala dirasakan dan dalam kondisi apa muntah memberat. Dokter juga akan bertanya mengenai kebiasaan makan dan apakah ada yang membuat gejala membaik atau memburuk.Beberapa jenis obat yang dapat diberikan antara lain promethazine, diphenhydramine, trimethobenzamine, dan ondansentron. 

Komplikasi muntah

Komplikasi muntah yang paling umum terjadi adalah dehidrasi. Perut bisa mengeluarkan banyak makanan dan cairan. Dehidrasi sendiri bisa menyebabkan:
  • Mulut kering
  • Kelelahan
  • Urine berwarna gelap
  • Frekuensi buang air kecil yang berkurang
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
Komplikasi ini dapat menjadi kondisi yang serius pada bayi dan anak kecil. Sebab, anak kecil memiliki massa tubuh yang lebih kecil. Sehingga, jumlah cairan untuk mempertahankan tubuh pun juga sedikit. Oleh karena itu, orangtua yang memiliki anak dengan gejala dehidrasi harus berkonsultasi dengan dokter secepatnya.Selain dehidrasi, komplikasi muntah lainnya adalah kekurangan nutrisi. Tubuh akan kehilangan nutrisi jika tidak mendapatkan asupan makanan padat. Orang yang sangat lelah dan lemah akibat muntah, harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya. 
Cara mencegah muntah bsa dilakukan dengan menghindari pemicunya yang berupa:
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan
  • Migrain
  • Berolahraga setelah makan
  • Stres
  • Makanan yang pedas dan panas
  • Kurang tidur
Menjalani gaya hidup yang lebih baik dapat membantu mencegah muntah berulang. Sangat sulit untuk menghindari virus dan bakteri yang menyebabkan muntah. Namun, kemungkinan terkena virus atau bakteri dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan.Mengetahui langkah pengobatan muntah dapat membantu menghindari komplikasi lebih jauh. 
Periksakan diri ke dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan penanganan medis jika mual ataupun muntah yang terjadi dengan gejala lain yang meliputi:
  • Sakit pada dada
  • Sakit perut berat atau kram
  • Penglihatan yang buram
  • Kebingungan atau linglung
  • Demam tinggi dan leher yang kaku
  • Sakit kepala berat
  • Feses berbau atau muntahan yang berbau seperti kotoran
  • Pendarahan rektal
  • Muntah yang dicurigai disebabkan oleh keracunan makan
  • Muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Muntah disertai darah
  • Terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil atau urine berwarna gelap
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait muntah?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis muntah. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vomiting
Diakses pada 28 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/nausea/basics/when-to-see-doctor/sym-20050736
Diakses pada 28 November 2018
Mediline Plus. https://medlineplus.gov/nauseaandvomiting.html
Diakses pada 28 November 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/vomiting/symptoms.htm
Diakses pada 10 Maret 2021
NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/vomiting-in-adults
Diakses pada 10 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318851
Diakses pada 10 Maret 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea--vomiting
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email