Muntah

Ditinjau dr. Widiastuti
Muntah bisa dialami oleh bayi, anak, ataupun orang dewasa dan bisa disebabkan oleh berbagai hal.
Muntah bisa dialami oleh bayi, anak, ataupun orang dewasa dan bisa disebabkan oleh berbagai macam hal.

Pengertian Muntah

Muntah adalah dorongan kuat untuk mengeluarkan isi perut. Kondisi ini bisa terjadi hanya sekali dan berhubungan dengan sesuatu yang tidak tepat di dalam tubuh. Muntah berulang dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Muntah yang sering terjadi dapat menyebabkan dehidrasi dan mematikan jika tidak ditangani.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Muntah adalah hal yang umum terjadi. Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman seperti alkohol dapat menyebabkan muntah. Kondisi ini tidak mengkhawatirkan. Muntah sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi penyakit lain. Kondisi tersebut termasuk:

  • Morning sickness saat kehamilan (muntah yang dialami pada saat kehamilan, biasanya pada pagi hari)
  • Gastroenteritis (infeksi pada lambung dan usus halus) dan infeksi bakteri serta virus lainnya.
  • Migrain
  • Mabuk saat berkendara
  • Keracunan makanan
  • Obat-obatan termasuk kemoterapi pada kanker
  • GERD (Gastroesophageal reflux disease)
  • Obstruksi usus (sumbatan usus)
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepala

Muntah dengan frekuensi yang sering yang tidak berhubungan dengan penyebab di atas mungkin merupakan gejala dari cyclic vomiting syndrome (sindrom muntah berulang). Pada kondisi ini, muntah dapat berlangsung sampai dengan sepuluh hari lamanya. Biasanya kondisi ini disertai dengan mual dan kekurangan energi. Sindrom ini biasanya terjadi pada anak-anak, yang berusia sekitar 5 tahun.

Komplikasi

Dehidrasi adalah komplikasi yang paling umum terjadi bersamaan dengan muntah. Perut bisa mengeluarkan banyak makanan dan cairan. Dehidrasi sendiri bisa menyebabkan:

  • Mulut kering
  • Kelelahan
  • Urine berwarna gelap
  • Frekuensi buang air kecil yang berkurang
  • Sakit kepala
  • Kebingungan

Komplikasi ini dapat menjadi kondisi yang serius pada bayi dan anak kecil. Sebab, anak kecil memiliki massa tubuh yang lebih kecil. Sehingga, jumlah cairan untuk mempertahankan tubuh pun juga sedikit. Oleh karena itu, orangtua yang memiliki anak dengan gejala dehidrasi harus berkonsultasi dengan dokter secepatnya.

Kekurangan nutrisi adalah komplikasi lain dari muntah. Tubuh akan kehilangan nutrisi jika tidak mendapatkan asupan makanan padat. Orang yang sangat lelah dan lemah akibat muntah, harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Diagnosis

Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit, dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik pasien. Selain itu, dokter akan mencari tanda-tanda dehidrasi. Pemeriksaan laboratorium mungkin akan dilakukan, seperti tes darah dan urine. Pemeriksaan kehamilan mungkin akan dilakukan pada wanita yang mengalami muntah.

Pengobatan

Penanganan untuk muntah dilakukan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Pengobatan tidak dibutuhkan jika muntah hanya terjadi sesekali. Namun rehidrasi sangat penting meskipun pasien hanya muntah sekali. Minum banyak cairan sangat direkomendasikan. Air mineral mengandung elektrolit yang dapat membantu menyediakan nutrisi yang hilang saat muntah. Untuk muntah yang berat, pemberian infus dibutuhkan.

Makanan padat dapat mengiritasi perut yang sensitif, dan meningkatkan kemungkinan untuk muntah. Akan sangat bermanfaat untuk menghindari makanan padat sampai air mineral dapat dikonsumsi. Dokter akan meresepkan obat antiemetik (obat antimuntah) untuk muntah yang berlebihan dan sering. Obat ini membantu mengurangi frekuensi muntah. Selain obat-obatan, jahe, dan minyak serai dapat membantu. Namun penggunaan bahan herbal harus disetujui oleh dokter. Sebab, pemakaian obat kimia dan obat herbal dapat memicu interaksi yang menyebabkan efek samping tertentu.

Perubahan pola makan juga dapat membantu mengurangi muntah. Hal ini sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang mengalami morning sickness. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan untuk menghindari muntah.

  • Hindari makanan berminyak, pedas, asin atau yang terlalu berbumbu.
  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
  • Ibu hamil disarankan mengonsumsi biskuit asin sebelum bangun dari tempat tidur setiap pagi
  • Mengonsumsi produk jahe
  • Hindari makanan atau produk dengan aroma kuat atau menyengat, karena dapat memicu terjadinya mual dan muntah.

Pencegahan

Berikut ini pemicu yang bisa dikenali untuk mencegah terjadinya muntah.

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan
  • Migrain
  • Berolahraga setelah makan
  • Stres
  • Makanan yang pedas dan panas
  • Kurang tidur

Menjalani gaya hidup yang lebih baik dapat membantu mencegah muntah berulang. Sangat sulit untuk menghindari virus dan bakteri yang menyebabkan muntah. Namun, kemungkinan terkena virus atau bakteri dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan. Mengetahui langkah pengobatan muntah dapat membantu menghindari komplikasi lebih jauh.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter segera mungkin untuk mendapatkan penanganan medis jika mual ataupun muntah yang terjadi diikuti dengan tanda lain seperti:

  • Sakit pada dada
  • Sakit perut berat atau kram
  • Penglihatan yang buram
  • Kebingungan atau linglung
  • Demam tinggi dan leher yang kaku
  • Sakit kepala berat
  • Feses berbau atau muntahan yang berbau seperti kotoran
  • Pendarahan rektal
  • Muntah yang dicurigai disebabkan oleh keracunan makan
  • Muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam
  • Muntah disertai darah
  • Terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, berkurangnya frekuensi buang air kecil atau urine berwarna gelap
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vomiting
Diakses pada 28 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/nausea/basics/when-to-see-doctor/sym-20050736
Diakses pada 28 November 2018

Mayo Clinic. https://medlineplus.gov/nauseaandvomiting.html
Diakses pada 28 November 2018

Back to Top