Penyakit Lainnya

Mulut Kering

Diterbitkan: 09 Dec 2018 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mulut Kering
Mulut kering bisa menimbulkan kesulitan bicara
Mulut kering adalah kondisi yang terjadi ketika mulut menjadi kering akibat berkurangnya produksi air liur di rongga mulut. Mulut kering atau xerostomia memiliki tingkat keparahan dari ringan hingga tahap yang dapat menganggu kualitas hidup.Meski kerap dianggap sepele, air liur memiliki berbagai fungsi yang penting bagi rongga mulut. Kurangnya air liur di rongga mulut dapat menyebabkan berbagai gangguan berikut ini:
  • Kesulitan merasakan makanan
  • Kesulitan mengunyah serta menelan makanan
  • Kesulitan berbicara
  • Ketidakseimbangkan bakteri di dalam mulut
  • Peningkatan risiko gigi berlubang, gigi sensitif, dan infeksi rongga mulut
Xerostomia dapat terjadi karena terganggunya fungsi kelenjar air liur akibat berbagai hal, seperti konsumsi obat-obatan, kemoterapi, terapi radiasi, penyakit autoimun maupun penyakit kronis lainnya. Kondisi mulut kering juga dapat muncul sebagai akibat dari kerusakan saraf.Mulut kering dapat ditangani dengan zat perangsang air liur, produk pengganti air liur, dan pengaturan gaya hidup.  
Mulut Kering
Dokter spesialis Gigi
GejalaMulut kering, bau mulut, sulit mengunyah
Faktor risikoLanjut usia, kondisi medis lain
Metode diagnosisPemeriksaan mulut, sialometri, sialografi
PengobatanPemakaian obat-obatan, pemberian air liur buatan, perubahan gaya hidup
ObatPilokarpin, cevimeline
KomplikasiSulit bicara, serak, penyakit gusi, infeksi mulut
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala mulut kering
Gejala mulut kering di antaranya:
  • Mulut terasa kering dan lengket
  • Air liur sedikit
  • Bau mulut
  • Kesulitan mengunyah, berbicara, dan menelan
  • Tenggorokan sakit dan kering, suara serak
  • Lidah kering
  • Tidak ada selera makan
  • Bermasalah ketika memakai gigi palsu
  • Muncul luka pada ujung bibir
  • Bibir pecah-pecah
  • Lidah terasa nyeri
  • Mudah haus, terutama pada malam hari
 
Mulut kering terjadi karena kelenjar ludah tidak menghasilkan cukup air liur untuk membuat mulut tetap basah. Hal tersebut muncul karena berbagai hal, antara lain:
  • Konsumsi obat-obatan. Mulut kering bisa terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan seperti obat penurun tekanan darah, diuretik, pelemas otot, antidepresan, obat diare, serta obat untuk penyakit seperti Parkinson's disease.
  • Bernapas melalui mulut di malam hari
  • Dehidrasi. Kurang minum atau banyak berkeringat bisa membuat mulut kering
  • Gangguan kecemasan
  • Sindrom Sjorgen. Penyakit autoimun ini dapat menyebabkan disfungsi saliva atau air liur.
  • Pengobatan kanker. Radioterapi dan kemoterapi dapat mengakibatkan mulut kering.
  • Kebiasaan merokok. Tembakau dapat menyebabkan risiko mulut menjadi kering.
 

Faktor Risiko

Beberapa faktor berikut ini pun meningkatkan risiko terjadinya mulut kering:

1. Penuaan

Mulut kering dilaporkan terjadi lebih sering pada pasien berusia lebih tua dari 65 tahun.

2. Kondisi kesehatan lain

Beberapa kondisi maupun penyakit ini diyakini berhubungan dengan mulut kering:
  • Fibrosis kistik
  • Infeksi virus hepatitis C
  • Infeksi HIV/AIDS
  • Penyakit Graft-versus-Host
  • Perubahan hormonal, karena kehamilan atau menopause
  • Limfoma
  • Kerusakan saraf akibat cedera kepala atau leher
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Stroke
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Agenesis atau aplasia kelenjar ludah (tidak adanya satu atau lebih kelenjar ludah)
Baca jawaban dokter: Mengapa mulut jadi kering setelah mengemut permen terlalu lama?  
Dokter akan meninjau riwayat kesehatan pasien dan semua obat-obatan yang sedang dikonsumsinya. Dokter juga akan memeriksa kondisi rongga mulut pasien. Bila diperlukan, dokter menjalankan serangkaian tes, seperti:
  • Tes darah
  • Sialometri, yaitu tes untuk mengukur produksi dan kecepatan laju aliran air liur
  • Sialografi, yakni tes pemindaian untuk mendapatkan gambaran kelenjar air liur
  • Biopsi, yang dilakukan melalui pengangkatan sedikit jaringan kelenjar ludah sebagai sampel untuk diperiksa di laboratorium.
    
Pengobatan mulut kering bermacam-macam jenisnya, tergantung penyebab mulut kering itu sendiri. Berikut ini beberapa pilihannya.

1. Mengganti obat yang menyebabkan mulut kering

Salah satu penyebab utama mulut kering adalah efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu. Dokter mungkin akan mengganti atau mengatur dosis dari obat-obatan tersebut.

2. Memakai produk untuk melembabkan mulut

Ada beberapa produk yang bisa dipakai sebagai pelumas mulut atau sebagai air liur buatan. Produk-produk ini tersedia dalam berbagai bentuk seperti obat semprot, obat kumur, gel, kapas, atau tablet larut.Meski tidak mengandung enzim, elektrolit, dan mukus yang biasa ada di air liur alami, kombinasi dari kandungan yang terdapat pada berbagai produk tersebut dapat membantu meredakan gejala mulut kering. Berikut ini adalah kandungan yang dimaksud.
  • Karboksimetilselulosa (CMC)

    CMC berfungsi untuk meningkatkan viskositas atau kentalnya air liur dan membantu melumasi rongga mulut.
  • Gliserin

    Zat ini berguna untuk melapisi lidah, gigi, dan gusi untuk mencegah hilangnya kelembapan dan melindungi mulut dari benturan.
  • Mineral

    Mineral seperti fosfat, kalsium, dan fluorida dapat membantu melindungi dan memperkuat gigi serta gusi.
  • Xylitol

    Xylitol dipercaya dapat meningkatkan produksi air liur dan melindungi gigi dari bakteri dan pembusukan.

3. Pengaturan gaya hidup

Beberapa langkah sederhana berikut ini dapat meredakan gejala mulut kering.
  • Tidak mengonsumsi makanan yang keras atau renyah untuk sementara waktu.
  • Mengonsumsi permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur.
  • Minum air putih untuk tetap terhidrasi atau mengulum es batu untuk melembapkan mulut
  • Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung flouride
 

Penanganan untuk mulut kering dalam kondisi serius

Jika kondisi mulut kering cukup serius, dokter akan merekomendasikan:

1. Obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat merangsang produksi air liur seperti pilokarpin atau cevimeline.

2. Perawatan gigi

Untuk mencegah dan mengontrol gigi berlubang akibat mulut kering, dokter akan memberikan perawatan dengan memberikan fluoride atau klorheksidin.Baca juga: Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Agar Bebas Bau Mulut


Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, xerostomia dapat menyebabkan komplikasi seperti:
  • Sakit tenggorokkan yang dirasakan terus-menerus
  • Sensasi terbakar
  • Kesulitan bicara atau menelan
  • Suara menjadi serak
  • Saluran hidung kering
  • Penyakit gusi dan gigi tanggal
  • Penurunan pH mulut secara signifikan, sehingga menyebabkan berkembangnya plak dan karies gigi
  • Infeksi mulut
 
Beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mulut kering:
  • Minum 2 liter atau 8 gelas air putih per harinya
  • Memasang humidifier atau alat pelembap udara di kamar tidur
  • Bernapas melalui hidung, bukan dari mulut
  • Menghindari kafein dan alkohol, maupun makanan serta minuman yang manis atau asam
Baca juga: Sayangi Gigi Anda dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Perusak Gigi Ini     
Segera periksakan diri ke dokter bila mulut Anda masih kering, memburuk, atau:
  • Kesulitan mengunyah, menelan, atau berbicara
  • Mulut terasa sakit, merah, atau bengkak
  • Ada bercak putih di atas mulut
  • Anda berpikir obat yang anda konsumsi membuat mulut Anda kering
  • Memiliki gejala lain seperti haus, sering buang air kecil, atau mata kering
     
Sebelum menjalani pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini.
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
    
Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini untuk mendiagnosis.
  • Kapan anda mulai mengalami gejala tersebut?
  • Apakah gejala tersebut datang terus-menerus atau hanya sesekali saja?
  • Apakah Anda mengkonsumsi obat-obatan atau menjalankan pengobatan tertentu?
  • Apakah Anda merokok?
  • Berapa banyak alkohol yang Anda minum?
  • Apakah ada sesuatu yang dapat memperbaiki gejala Anda?
  • Apakah ada sesuatu yang memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mulut kering agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4278738/
Diakses 18 Februari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-mouth/diagnosis-treatment/drc-20356052
Diakses 18 Februari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dry-mouth/
Diakses 18 Februari 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/187640.php
Diakses 18 Februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/artificial-saliva#see-a-doctor
Diakses 5 November 2020
Oral Cancer Foundation. https://oralcancerfoundation.org/complications/xerostomia/
Diakses 5 November 2020
Myhealth Alberta. https://myhealth.alberta.ca/Health/Pages/conditions.aspx?hwid=sig258316
Diakses 5 November 2020
American Dental Association (ADA). https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/xerostomia
Diakses 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

8 Penyebab Langit-langit Mulut Bengkak yang Harus Segera Ditangani

Langit-langit mulut bengkak umunya disertai dengan gejala nyeri, mulut kering, hingga sariawan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari yang ringan seperti dehidrasi hingga yang serius seperti kanker.
06 Oct 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Langit-langit mulut bengkak dapat disebabkan oleh sariawan.

Gigi Copot? Selamatkan Kondisinya dengan Cara-cara Berikut

Gigi copot atau avulsi gigi adalah terlepasnya gigi dari soket pada gusi. Penanganan yang segera sangatlah penting, terutama dalam 30 menit pertama untuk menyelamatkan gigi yang copot.Baca selengkapnya
Gigi copot atau avulsi gigi adalah terlepasnya gigi dari soket pada gusi

Cara Menutupi Gigi Berlubang Bagian Depan yang Sudah Menghitam

Cara menutupi gigi berlubang bagian depan antara lain dengan tambal gigi, pemasangan mahkota jaket, dan veneer gigi. Memilih metode yang tepat, harus disesuaikan dengan kondisi gigi.
16 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Cara menutupi gigi depan yang berlubang bisa dengan tambal, veneer, hingga mahkota jaket