Penyakit Lainnya

Mulut Berbusa

Diterbitkan: 16 Apr 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mulut Berbusa
Mulut berbusa adalah gejala fisik yang ditunjukkan ketika seseorang kehilangan kemampuannya untuk menelan. Hal ini kemudian menyebabkan air liur menumpuk di mulut atau paru-paru. Ketika orang tersebut bernapas, air liur akan bercampur dengan udara atau gas sehingga terbentuk busa.Tidak seperti yang sering digambarkan film atau acara televisi, mulut berbusa yang terjadi akibat kondisi medis tidak muncul dalam jumlah banyak. Busa atau buih yang dihasilkan biasanya hanya sedikit.Meski begitu, mulut berbusa dapat menandakan kondisi darurat yang membutuhkan perawatan medis dengan segera. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan masalah sistem saraf pusat dengan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk koma dan kematian.
Sejumlah kondisi berikut ini dapat memicu terjadinya mulut berbusa, antara lain:1. Overdosis obatOverdosis terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat atau zat beracun dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang dapat diproses tubuh.Overdosis yang parah dapat menyebabkan kejang, serangan jantung dan edema paru. Berbagai hal tersebut dapat menyebabkan pergerakan jantung atau paru yang melambat sehingga menyebabkan cairan berkumpul di paru-paru, yang bisa bercampur dengan karbon dioksida dan keluar dari mulut sebagai lendir berbusa.Busa tersebut terkadang berwarna merah muda atau merah darah. Lendir berbusa ini dapat keluar secara tidak terkendali dari mulut seseorang yang tengah mengalami overdosis.Dua kategori obat yang paling umum untuk disalahgunakan sehingga menyebabkan overdosis adalah opioid (penghilang rasa sakit) dan stimulan. Misalnya:Jenis opioid:
  • Heroin
  • OxyContin
  • Vicodin
Jenis stimulant:
  • Ritalin
  • Adderall
  • metamfetamin
2. KejangKejang bisa menyebabkan hilangnya kontrol otot yang dapat membuat Anda sulit menelan atau membuka mulut. Selama kejang terjadi, ludah di dalam mulut cenderung mengumpul di sebelum didorong melalui gigi yang terkatup. Jika bercampur dengan oksigen dan gas di dalam mulut lantas akan menimbulkan busa.Kejang dapat disebabkan karena penyakit epilepsi, kegiatan yang memicu kejang seperti penggunaan senjata listrik atau karena trauma dan kondisi psikologis.3. RabiesRabies adalah infeksi virus yang memengaruhi sistem saraf pusat. Virus rabies ditularkan dari air liur hewan yang telah terinfeksi. Seseorang dapat terinfeksi melalui gigitan, jilatan atau cakaran hewan tersebut di area tubuh yang memiliki luka terbuka.Mulut berbusa adalah gejala rabies yang paling khas. Hal ini terjadi karena virus memengaruhi sistem saraf yang menyebabkan orang tersebut tidak dapat menelan air liurnya.4. Gagal jantung Gagal jantung adalah suatu kondisi ketika jantung mengalami kegagalan saat memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Gagal jantung dapat menyebabkan edema paru di mana cairan dari pembuluh darah bocor dan menumpuk di paru-paru. Kondisi ini dapat menghasilkan situasi mulut berbusa ketika penderitanya bernapas.
Jika Anda mendapati seseorang mengalami mulut berbusa, segera hubungi layanan darurat atau larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Healthline. https://www.healthline.com/health/foaming-at-the-mouth#outlook
Diakses pada 14 April 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321756#outlook
Diakses pada 14 April 2021
First Aid by Levande. https://firstaidbylevande.com.ng/frothing-or-foaming-saliva-is-it-a-risk-to-help/
Diakses pada 14 April 2021
Chest Heart Stroke Scotland. https://www.chss.org.uk/heart-information-and-support/about-your-heart-condition/common-heart-conditions/heart-failure/heart-failure-symptoms/
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email