Kulit & Kelamin

Molluscum contagiosum

15 Sep 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Molluscum contagiosum
Molluscum contagiosum ditandai dengan bintil-bintil kecil di kulit
Molluscum contagiosum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus pox. Infeksi ini memicu timbulnya bintil-bintil kecil pada permukaan kulit yang tidak terasa nyeri.Ukuran bintil tersebut bervariasi dan dapat muncul pada bagian tubuh manapun. Namun keluhan bintil jarang ditemui di telapak tangan dan kaki.Molluscum contagiosum paling sering terjadi pada anak-anak. Tapi orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat terkena penyakit ini.Pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, sebagian besar penyakit ini terjadi karena penularan melalui kontak seksual.Bintil pada kulit biasanya hilang dengan sendirinya dalam 6-12 bulan tanpa meninggalkan bekas. Namun pada beberapa kasus, bintil dapat bertahan hingga 4 tahun sebelum akhirnya hilang. 
Molluscum contagiosum
Dokter spesialis Kulit
GejalaBintil kecil di kulit, berbentuk bulat, dan berukuran kecil
Faktor risikoUsia 1-10 tahun, tinggal di wilayah beriklim tropis, kekebalan tubuh lemah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi
PengobatanObat-obatan, tindakan bedah minor
ObatCimetidine
KomplikasiKemerahan, peradangan, konjungtivitas
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala berupa bintil-bintil pada kulit yang menjadi indikasi molluscum contagiosum
Tanda dan gejala molluscum contagiosum adalah munculnya bintil kecil di kulit dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  • Berbentuk bulat dan sewarna dengan kulit
  • Biasanya berukuran kecil dengan diameter kurang dari 6 mm
  • Ada cekungan atau titik kecil di tengah bintil
  • Dapat mengalami peradangan dan menjadi kemerahan
  • Tidak terasa nyeri, tapi bisa menimbulkan rasa gatal
Molluscum contagiosum pada anak paling sering muncul di wajah, leher, ketiak, lengan, atau tangan. Sedangkan pada penderita orang dewasa yang mengalaminya melalui hubungan seksual, bintil paling sering ditemukan pada organ genital, perut bawah, atau selangkangan. 
Penyebab molluscum contagiosum adalah virus pox. Virus ini dapat menyebar lewat beberapa cara yang meliputi:
  • Bersentuhan langsung dengan kulit penderita
  • Menyentuh atau menggunakan barang pribadi penderita, misalnya handuk, sprei, alat mandi, bahkan sarung tangan.
  • Kontak seksual dengan penderita
Di samping itu, menggaruk atau menggosok bintil juga dapat menyebarkan infeksi ini ke area kulit di sekitarnya. Penyakit ini pun lebih rentan terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. 
Pada umumnya, dokter dapat melakukan diagnosis molluscum contagiosum hanya dengan memeriksa kulit penderita. Pasalnya, penyakit ini memiliki tampilan khas yang dapat membedakannya dengan penyakit lain.Jika dibutuhkan, biopsi atau pengambilan sampel kulit juga bisa dilakukan. Sampel kulit ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memastikan diagnosis. 
Pada penderita molluscum contagiosum dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, penanganan khusus umumnya tidak diperlukan. Pasalnya, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.Namun penanganan lebih lanjut mungkin diperlukan pada beberapa kondisi di bawah ini:
  • Bintil berukuran besar dan berlokasi di wajah, leher, atau area genital
  • Penderita memiliki penyakit kulit lainnya, seperti dermatitis atopik
  • Penderita berisiko tinggi untuk menularkan penyakit ini ke orang lain
Beberapa metode pengobatan molluscum contagiosum yang dapat dilakukan oleh dokter meliputi:
  • Tindakan medis

Metode ini hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional. Pembuangan bintil secara fisik bisa dijalani oleh pasien dengan cryoteraphy (membekukan bintil dengan nitrogen cair), kuretase (menusuk pusat bintil dan mengikis jaringan di sekitarnya), dan terapi laser.Sama seperti prosedur medis lain, pembuangan bintil juga memiliki efek samping yang meliputi nyeri pascaprosedur, iritasi, dan bekas luka.
  • Obat minum

Pemberian obat biasanya digunakan untuk pasien anak-anak. Pasalnya, metode ini tidak memicu rasa sakit dan dapat dilakukan di rumah.Metode ini juga bisa digunakan bagi pasien yang ingin menghindari efek samping berupa bekas luka dari pembuangan bintil di atas.Obat yang umumnya digunakan adalah cimetidine. Tetapi obat ini kurang efektif untuk penanganan bintil molluscum contagiosum pada wajah.
  • Obat oles

Pemberian krim podophyllotoxin 0.05% juga dapat digunakan untuk menangani molluscum contagiosum. Namun harap diingat bahwa terapi ini tidak boleh digunakan untuk pasien hamil karena dapat membahayakan janin.Bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk, penanganan molluscum contagiosum akan lebih rumit karena kebanyakan tubuh pasien tidak memberikan respons baik terhadap pengobatan biasa. 

Komplikasi molluscum contagiosum

Komplikasi molluscum contagiosum bisa berupa kulit kemerahan dan meradang. Kondisi tersebut dianggap sebagai respon imun terhadap infeksi.Saat gangguan ini digaruk, maka benjolan bisa mengalami infeksi. Untuk lesi yang muncul pada kelopak mata, konjungtivitas bisa muncul. 
Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi virus penyebab molluscum contagiosum, antara lain:
  • Rajin mencuci tangan
  • Hindari menyentuh maupun menggaruk bintil
  • Jangan berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain, misalnya pakaian, handuk, dan sisir
  • Setialah pada pasangan dan jangan berganti-ganti pasangan seksual
  • Hindari berhubungan seksual, terutama bila terdapat bintil di daerah kelamin dan sekitarnya
  • Tutupi bintil dengan pakaian ketika berinteraksi dengan orang lain
  • Tutupi bintil dengan perban tahan air ketika berenang
 
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala berupa bintil-bintil pada kulit yang menjadi indikasi molluscum contagiosum. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah ada hal yang dapat memperburuk atau membuat gejala Anda berkurang?
  • Apakah Anda pernah mengalami gejala serupa?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis molluscum contagiosum. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/molluscum-contagiosum
Diakses pada 15 September 2021
CDC. https://www.cdc.gov/poxvirus/molluscum-contagiosum/index.html
Diakses pada 15 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molluscum-contagiosum/symptoms-causes/syc-20375226
Diakses pada 15 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/molluscum-contagiosum/
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email