Kandungan

Mioma Uteri

Diterbitkan: 11 Mar 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Mioma Uteri
Mioma uteri biasanya terjadi pada wanita di usia subur
Mioma uteri adalah tumor pada lapisan otot rahim. Kondisi ini biasanya dialami oleh wanita usia pada subur.Mioma tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker rahim. Ukuran dan jumlahnya juga bisa bervariasi.Dalam kasus yang berat, kondisi yang juga disebut polip dan fibroid rahim ini tumbuh lebih dari satu dan dapat memperbesar ukuran rahim hingga mencapai tulang rusuk.Sebagian besar wanita dengan mioma uteri tidak menyadarinya karena tidak bergejala. Pada  kondisi ini, dokter biasanya menemukan polip rahim secara tidak sengaja saat pemeriksaan panggul atau ultrasonografi (USG). 
Mioma Uteri
Dokter spesialis Kandungan
GejalaMasalah haid, sering buang air kecil, nyeri panggul
Faktor risikoKeturunan, faktor lingkungan
Metode diagnosisTes laboratorium, USG, laparaskopi
PengobatanObat, operasi
KomplikasiKelahiran prematur, keguguran, kemandulan
Kapan harus ke dokter?Nyeri haid hebat, gangguan berkemih
Secara umum, gejala mioma uteri akan dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah mioma yang muncul. Beberapa gejala umumnya meliputi:
  • Perdarahan menstruasi yang berat
  • Durasi menstruasi yang bertahan lebih dari seminggu
  • Nyeri panggul atau panggul terasa seperti ditekan
  • Sering buang air kecil, tapi tidak lampias (seperti masih ada air seni yang tertahan)
  • Sembelit
  • Sakit pada punggung atau kaki
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Pembengkakan atau pembesaran pada perut
  • Nyeri saat menstruasi
Meski begitu, banyak wanita dengan mioma uteri tidak mengalami gejala. 
Penyebab pasti mioma belum diketahui. Ada beberapa hal yang diduga dapat memengaruhi, seperti:
  • Perubahan genetik. Banyak kasus menunjukkan terdapat gen yang berbeda pada jaringan mioma jika dibandingkan dengan sel otot rahim normal.
  • Estrogen dan progesteron. Dua hormon yang menstimulasi perkembangan dinding rahim saat siklus menstruasi dapat memengaruhi pertumbuhan mioma.
  • Faktor pertumbuhan lain dalam tubuh. Zat yang dapat membantu tubuh menjaga jaringan, seperti insulin-like growth factor dapat berefek pada pertumbuhan mioma.
Beberapa mioma mengalami pertumbuhan yang cepat dan beberapa dapat menyusut dengan sendirinya. Banyak mioma yang muncul saat kehamilan, atau mengecil bahkan menghilang setelah kehamilan sehingga rahim dapat kembali ke ukuran normal. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan keseimbangan hormon selama kehamilan.

Faktor risiko mioma uteri

Beberapa faktor risiko mioma uteri meliputi:
  • Hereditas atau keturunan
Jika ibu atau kakak pernah memiliki mioma, maka wanita pada keluarga tersebut memiliki risiko untuk terkena mioma lebih tinggi.
  • Faktor lingkungan
Awal menstruasi pada usia yang lebih muda dari anak pada umumnya, penggunaan kontrasepsi, obesitas, kekurangan vitamin D, konsumsi daging merah yang tinggi; kurang konsumsi sayuran, buah, dan produk susu, serta kebiasaan minum alkohol, dapat meningkatkan risiko mioma. 
Diagnosis mioma uteri dipastikan melalui:
  • Wawancara mengenai gejala yang dan riwayat penyakit yang diderita oleh pasien
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan mengecek kondisi perut dan panggul pasien.
  • Ultrasonografi (USG). Dokter dapat melihat adanya mioma sekaligus lokasi, ukuran, dan jumlahnya melalui pemeriksaan USG.
  • Tes laboratorium. Jika ada pendarahan menstruasi yang berat, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi ada tidaknya anemia.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tes ini dapat menunjukan ukuran dan lokasi mioma, mengidentifikasi tipe tumor dan membantu dokter dalam menentukan perawatan.
  • Histerosonografi. Pencitraan dengan menggunakan cairan saline (NaCl) steril untuk memperbesar rongga uterus sehingga memudahkan dalam mendapatkan gambaran mioma.
  • Histerosalpingografi. Tes ini digunakan untuk mendapat gambaran rongga rahim dan tuba falopi dengan pemeriksaan x-ray.
  • Histerokospi. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan selang kecil berkamera yang disebut histeroskop melalui vagina kedalam rahim. Dokter kemudian akan menyuntikkan cairan saline ke dalam rahim untuk memperbesar rongga rahim dan memungkinkan dokter untuk mengevaluasi dinding rahim dan tuba falopi dengan lebih baik.
  • Laparaskopi: laparaskopi adalah prosedur pembedahan minor yang dilakukan menggunakan alat laparaskop (teleskop kecil dengan cahaya dan kamera pada bagian ujung). Selama laparaskop, dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada perut. Setelahnya dokter akan memasukkan alat laparaskop ini ke dalam rongga perut dan panggul untuk mengevaluasi kondisi organ dalam rongga perut dan rongga panggul. Laparaskopi biasanya dilakukan untuk menilai mioma uteri yang terletak di luar rahim atau mioma uteri yang terletak di otot sekitar rahim.
  • Biopsi: pada beberapa kasus, dokter akan melakukan prosedur biopsi  (mengambil sedikit sampel jaringan) selama histeroskopi atau laparaskopi untuk diperiksa di bawah mikroskop.
 
Cara mengobati mioma uteri umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Pada kebanyakan kasus, mioma tidak perlu diobati jika tidak menyebabkan gejala. Seiring berjalannya waktu, mioma dapat menyusut dan menghilang setelah menopause tanpa pengobatan.Namun bila gejala mioma menetap, maka diperlukan pengobatan untuk mengatasi gejala dan mengurangi ukuran mioma uteri. Penanganan mioma uteri terdiri dari:

Obat-obatan

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi mioma uteri adalah:
  • asam traneksamat untuk mengatasi perdarahan yang berat,
  • obat golongan NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs) untuk meredakan nyeri
  • obat-obatan hormonal seperti Agonist Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH agonist), progestin (progesteron sintetis), atau alat kontrasepsi dalam rahim yang mengandung progesteron, yang dapat membantu meredakan gejala berkaitan dengan menstruasi atau mengecilkan ukuran mioma

Prosedur non-invasif

Prosedur non-invasif yaitu MRI-guided focused ultrasound surgery (FUS) adalah terapi non-invasif yang diindikasikan untuk menjaga struktur rahim. Prosedur ini disebut non-invasif karena tidak menggunakan pisau bedah dan dapat dilakukan sebagai pelayanan rawat jalan.Prosedur ini dilakukan menggunakan alat MRI. MRI dapat membantu dokter mengevaluasi lokasi mioma uteri. Ketika lokasi mioma uteri ditemukan, dokter akan menggunakan transduser USG untuk menargetkan mioma uteri. USG ini dilengkapi gelombang suara yang dapat memanaskan dan menghancurkan mioma uteri.

Prosedur minimal invasif

Prosedur minimal invasif merupakan prosedur yang dapat menghancurkan mioma uteri tanpa prosedur pembedahan. Terdapat beberapa jenis prosedur minimal invasif untuk mioma uteri, diantaranya adalah:
  • Embolisasi arteri uterina: pada prosedur ini, partikel kecil (agen emboli) disuntikkan ke dalam pembuluh darah arteri yang menyuplai aliran darah ke rahim. Tujuannya adalah untuk menghentikan aliran darah ke mioma uteri sehingga mioma uteri tidak mendapat pasokan nutrisi dan akhirnya mati.
  • Ablasi radiofrekuensi: prosedur ini menggunakan energi radiofrekuensi untuk menghancurkan miomauteri dan mengecilkan pembuluh darah yang menyuplai aliran darah ke mioma uteri. Prosedur ini dapat dilakukan selama prosedur laparaskopik atau trans-servikal.
  • Laparaskopi atau miomektomi robotik: pada prosedur ini, dokter bedah akan mengangkat mioma uteri tanpa mengangkat rahim. Bila jumlah mioma uteri sedikit dan ukurannya kecil, dokter akan mengangkatnya lewat prosedur laparaskopi atau menggunakan teknik robotik.
  • Histeroskopik miomektomi: prosedur ini mungkin menjadi pilihan bila mioma uteri terletak di dalam rahim. Dokter bedah akan mengakses dan mengangkat mioma uteri menggunakan alat yang dimasukkan lewat vagina dan serviks ke dalam rahim.
  • Ablasi endometrium: prosedur ini dilakukan menggunakan alat khsusus yang dimasukkan ke dalam rahim, menggunakan energi panas, dan aliran listrik untuk menghancurkan mioma uteri yang terletak pada dinding rahim.

Operasi

Prosedur invasif yang dimaksud adalah prosedur pembedahan besar yang dilakukan untuk mengangkat mioma uteri. Pilihannya antara lain:
  • Miomektomi abdominal: prosedur ini diindikasikan bagi orang yang mengalami mioma berukuran sangat besar, berjumlah banyak, atau mioma uteri yang tertanam sangat dalam.
  • Histerektomi: prosedur pembedahan ini dilakukan untuk mengangkat mioma uteri sekaligus dengan rahim.
 

Komplikasi mioma uteri

Mioma uteri yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Nyeri berat atau perdarahan berat yang memerlukan tindakan pembedahan segera
  • Terpuntirnya mioma uteri yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Bila hal ini terjadi, dokter akan merencanakan operasi segera
  • Anemia atau kurang darah akibat perdarahan hebat
  • Infeksi saluran kemih
  • Bila tumor rahim terlalu besar, tumor rahim ini dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan sulitnya buang air kecil
  • Kemandulan
  • Pada ibu hamil yang mengalami mioma uteri: melahirkan secara prematur akibat terdesaknya rahim oleh tumor, perdarahan hebat setelah melahirkan, keguguran, dan lain-lain.
  
Langkah pencegahan mioma uteri tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebab kondisi ini juga belum diketahui secara pasti.Namun beberapa langkah di bawah ini diduga dapat membantu dalam mencegah mioma uteri:
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan ideal dan memilih makanan tinggi serat seperti sayur dan buah
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Sakit pada daerah panggul yang tidak menghilang
  • Nyeri menstruasi yang hebat
  • Mengalami flek perdarahan bercak atau perdarahan berat lewat vagina diluar siklus menstruasi
  • Gangguan berkemih seperti kesulitan mengosongkan kandung kemih atau merasa tidak lampias setelah berkemih
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait mioma uteri?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mioma uteri agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids#outlook
Diakses pada 29 Oktober 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288
Diakses pada 29 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/fibroids/
Diakses pada 29 Oktober 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000914.htm
Diakses pada 14 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Perbedaan Miom dan Kista yang Tak Boleh Diabaikan

Perbedaan miom dan kista perlu diketahui agar lebih mawas diri dan lebih cepat ditangani. Miom dan kista umumnya terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat.
04 Dec 2019|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Perbedaan miom dan kista pada wanita

Ciri-ciri Penyakit Miom Tak Hanya pada Gangguan Siklus Haid

Miom adalah penyakit yang menyebabkan sulit hamil hingga keguguran pada wanita. Gangguan siklus haid memang menjadi ciri-ciri penyakit miom, tapi gejalanya tidak hanya itu. Jangan sampai salah mengenali gejalanya agar bisa dideteksi dengan tepat.
12 Jul 2019|Luker Wasinton
Baca selengkapnya
Miom atau mioma adalah penyakit rahim berupa tumor jinak yang akan mengakibatkan wanita sulit hamil

Berbagai Macam Pengobatan Mioma Uteri untuk Penderita Penyakit Miom

Banyak wanita tidak menyadari keberadaan mioma uteri. Mioma uteri adalah pertumbuhan abnormal atau tumor di rahim. Karena tidak mengalami gejala, padahal setiap wanita memiliki risiko yang sama. Untuk penanganan mioma uteri, Anda dapat memilih 5 penanganan untuk mioma uteri.
10 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Pertumbuhan Mioma Uteri biasanya tidak mengalami gejala dan dapat terjadi pada setiap wanita