Mioma Uterus

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Mioma uterus dapat menimbulkan pendarahan berlebih serta rasa nyeri ketika menstruasi.

Pengertian Mioma Uterus

Mioma uterus atau fibroid adalah pertumbuhan sel yang bukan kanker (tumor) pada lapisan otot rahim (uterus) yang biasanya dialami oleh wanita usia subur. Mioma tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker rahim. Ukuran dan jumlah mioma bervariasi. Dalam kasus yang berat, mioma dalam jumlah banyak dapat memperbesar rahim hingga mencapai tulang rusuk. Banyak wanita yang memiliki mioma rahim tanpa disadari karena tidak bergejala. Dalam kasus tersebut, biasanya dokter menemukan mioma secara tidak sengaja saat pemeriksaan panggul atau ultrasonografi (USG) sebelum melahirkan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Banyak wanita yang memiliki mioma tidak mengalami gejala. Pada mereka yang merasakannya, gejala dapat dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah mioma. Gejala umum mioma termasuk:

  • Perdarahan menstruasi yang berat
  • Durasi menstruasi yang bertahan lebih dari seminggu
  • Nyeri panggul atau panggul terasa seperti ditekan
  • Sering buang air kecil, tapi tidak lampias (seperti masih ada air seni yang tertahan)
  • Sembelit
  • Sakit pada punggung atau kaki
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Pembengkakan atau pembesaran pada perut
  • Nyeri saat menstruasi

Penyebab

Penyebab pasti mioma belum diketahui. Ada beberapa hal yang diduga dapat memengaruhi, seperti:

  • Perubahan genetik. Banyak kasus menunjukkan terdapat gen yang berbeda pada jaringan mioma jika dibandingkan dengan sel otot rahim normal.
  • Estrogen dan progesteron. Dua hormon yang menstimulasi perkembangan dinding rahim saat siklus menstruasi dapat memengaruhi pertumbuhan mioma.
  • Faktor pertumbuhan lain dalam tubuh. Zat yang dapat membantu tubuh menjaga jaringan, seperti insulin-like growth factor dapat berefek pada pertumbuhan mioma.

Beberapa mioma mengalami pertumbuhan yang cepat dan beberapa dapat menyusut dengan sendirinya. Banyak mioma yang muncul saat kehamilan, atau mengecil bahkan menghilang setelah kehamilan sehingga rahim dapat kembali ke ukuran normal. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan keseimbangan hormon selama kehamilan.

Faktor Risiko

  • Hereditas atau keturunan. Jika ibu atau kakak pernah memiliki mioma, maka wanita pada keluarga tersebut memiliki risiko untuk terkena mioma lebih tinggi.
  • Faktor lingkungan. Awal menstruasi pada usia yang lebih muda dari anak pada umumnya, penggunaan kontrasepsi, obesitas, kekurangan vitamin D, konsumsi daging merah yang tinggi; kurang konsumsi sayuran, buah, dan produk susu, serta kebiasaan minum alkohol, dapat meningkatkan risiko mioma.

Diagnosis

Mioma seringkali ditemukan tidak sengaja saat pemeriksaan panggul secara rutin. Jika memiliki gejala mioma, dokter dapat melakukan pemeriksaan sebagai berikut:

  • Ultrasonografi (USG). Dokter dapat melihat adanya mioma sekaligus lokasi, ukuran, dan jumlahnya melalui pemeriksaan USG.
  • Tes laboratorium. Jika ada pendarahan menstruasi yang berat, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi ada tidaknya anemia.

Pemeriksaan Penunjang Lainnya

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tes ini dapat menunjukan ukuran dan lokasi mioma, mengidentifikasi tipe tumor dan membantu dokter dalam menentukan perawatan.
  • Histerosonografi. Pencitraan dengan menggunakan cairan saline (NaCl) steril untuk memperbesar rongga uterus sehingga memudahkan dalam mendapatkan gambaran mioma.
  • Histerosalpingografi. Tes ini digunakan untuk mendapat gambaran rongga rahim dan tuba falopi dengan pemeriksaan x-ray.
  • Histerokospi. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan selang kecil berkamera yang disebut histeroskop melalui vagina kedalam rahim. Dokter kemudian akan menyuntikkan saline ke dalam rahim untuk memperbesar rongga rahim dan memungkinkan dokter untuk mengevaluasi dinding rahim dan tuba falopi dengan lebih baik.

Pengobatan

Mioma tidak perlu diobati jika tidak menyebabkan gejala. Seiring berjalannya waktu, pada banyak kasus, mioma dapat menyusut dan menghilang setelah menopause tanpa pengobatan. Obat-obatan yang dapat membantu untuk mengobati gejala biasanya direkomendasikan. Contohnya, asam traneksamat untuk mengatasi perdarahan yang berat, atau obat golongan NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs) untuk meredakan nyeri. Ada juga obat-obatan hormonal seperti AgonisGonadotropin-Releasing Hormone (GnRH agonist), progestin (progesteron sintetis), atau alat kontrasepsi dalam rahim yang mengandung progesteron, yang dapat membantu meredakan gejala berkaitan dengan menstruasi atau mengecilkan ukuran mioma. Jika terapi tersebut tidak efektif atau penderita mengalami pendarahan hebat yang mengancam nyawa, operasi dapat dilakukan untuk menghilangkan mioma.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, jika mengalami:

  • Sakit pada daerah panggul yang tidak menghilang
  • Nyeri menstruasi yang hebat
  • Mengalami flek perdarahan bercak atau perdarahan berat lewat vagina diluar siklus menstruasi
  • Gangguan berkemih seperti kesulitan mengosongkan kandung kemih atau merasa tidak lampias setelah berkemih

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan gejala yang dialami, termasuk semua gejala, bahkan jika tidak berhubungan
  • Tuliskan obat, vitamin dan suplemen yang konsumsi
  • Mintalah anggota keluarga atau teman untuk menemani, agar dapat membantu mengingat informasi yang diberikan
  • Susun pertanyaan yang ingin diajukan

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini sebelum menegakkan diagnosisnya. Jawab pertanyaan dengan serinci mungkin untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

  • Seberapa sering Anda mengalami gejala?
  • Berapa lama Anda mengalami gejala?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah gejala tersebut berhubungan dengan siklus menstruasi?
  • Apakah ada yang membuat gejala memburuk?
  • Apakah ada riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami mioma?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/uterine-fibroids#outlook
Diakses pada 29 Oktober 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/diagnosis-treatment/drc-20354294
Diakses pada 29 Oktober 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288
Diakses pada 29 Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/fibroids/
Diakses pada 29 Oktober 2018

 

Back to Top