Jantung

Miokarditis

18 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Miokarditis
Miokarditis ditandai adanya peradangan pada otot jantung.
Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung (miokardium). Miokardium adalah otot jantung yang berperan memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Peradangan pada otot jantung dapat berdampak terhadap kinerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan detak jantung tidak normal. Pada kondisi yang parah, tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup dan bisa berakibat fatal. Kondisi ini dapat memicu terjadinya serangan jantung dan stroke.Ada tiga tipe dari kondisi miokarditis, yaitu:
  • Miokarditis akut
    Peradangan terjadi secara cepat atau tiba-tiba. Gejala yang dirasakan pun dapat hilang secara tiba-tiba. Penyebabnya adalah infeksi virus.
  • Miokarditis kronis
    Kondisi ini ditandai dengan gejala yang hilang muncul dalam jangka waktu panjang. Penyebab dari miokarditis kronis adalah peradangan akibat penyakit autoimun.
  • Miokarditis limfotik
    Miokarditis limfotik terjadi ketika sel-sel darah putih (limfosit) menimbulkan peradangan pada otot jantung. Penyebabnya belum diketahui pasti, tapi diyakini bahwa peradangan terjadi setelah infeksi virus. Kondisi ini merupakan tipe miokarditis yang langka.
Miokarditis dapat menyerang siapa saja, termasuk dewasa muda, anak-anak, bahkan bayi. Faktanya, penyakit ini paling sering memengaruhi orang dewasa yang atletis. Miokarditis adalah penyebab utama kematian mendadak ke-3 pada anak-anak dan dewasa muda.
Miokarditis
Dokter spesialis Jantung
GejalaNyeri dada, sesak napas, detak jantung cepat
Faktor risikoMemiliki kekebalan tubuh yang lemah, riwayat miokarditis
Metode diagnosisEKG, ekokardiografi, tes darah
PengobatanObat-obatan
ObatACE inhibitor, beta bloker, diuretik
KomplikasiGagal jantung, serangan jantung, henti jantung mendadak
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala miokarditis
Gejala miokarditis yang termasuk umum dan ringan adalah nyeri dada atau sesak napas.Gejala umum dari peradangan akibat miokarditis yaitu:
  • Nyeri pada dada
  • Detak jantung tidak normal
  • Sesak napas
  • Terjadi pembengkakan pada sendi, kaki, dan vena leher
  • Kelelahan
Beberapa gejala miokarditis yang diakibatkan virus adalah:
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada sendi
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
Gejala miokarditis yang mungkin terjadi pada anak adalah:
  • Demam
  • Pingsan
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung yang tidak normal
Penyebab miokarditis belum diketahui pasti. Namun, peradangan pada otot jantung sering ditemukan disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau jamur yang masuk sampai ke otot jantung.Beberapa mikroorganisme yang dapat menyebabkan miokarditis yaitu:
  
  • Bakteri yang meliputi:
    • Chlamydia trachomatis
    • Streptokokus  
    • Stafilokokus
    • Treponema
  • Jamur, seperti:
    • Candida
    • Aspergillus
  
Penyebab infeksi pada umumnya akan  dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Respons ini akan mengakibatkan peradangan dalam tubuh yang dapat melemahkan jaringan otot jantung.Penyakit autoimun, seperti lupus, juga dapat menyebabkan miokarditis. Penyakit autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh jadi berbalik melawan sel-sel jantung yang sehat. Akibatnya, terjadilah peradangan dan kerusakan pada otot jantung. 

Faktor Risiko

Siapapun dapat mengalami miokarditis. Akan tetapi, ada faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang menjadi penderita kondisi ini:
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu
  • Terpapar zat-zat yang dapat menyebabkan miokarditis (misalnya kokain)
  • Pernah menderita miokarditis
Populasi dengan risiko tinggi untuk terkena miokarditis adalah remaja yang telah puber  hingga dewasa muda di awal 30-an. Kondisi ini juga diketahui mempengaruhi pria dua kali lebih sering daripada wanita. 
Mendapatkan diagnosis lebih awal adalah langkah terbaik untuk mencegah kerusakan fatal. Ada beberapa tes yang mungkin harus dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahannya, yaitu:
  • Elektrokardiogram (EKG)
    Tes ini dilakukan untuk mendeteksi irama detak jantung; apakah pasien memiliki irama jantung normal atau tidak.
  • Ekokardiografi (echo)
    Ekokardiografi dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur jantung dan aliran darah di dalamnya.
  • X-ray
    Tes ini berguna untuk menggambarkan keadaan jantung dan melihat apakah ada cairan di dalam atau di sekitar jantung.
  • MRI
    Tes ini memperlihatkan ukuran, bentuk, dan struktur jantung pasien, serta menunjukkan tanda-tanda peradangan otot jantung.
  • Tes darah
    Tes ini bertujuan untuk melihat jumlah sel darah putih, merah, dan enzim. Tingkat enzim pada tubuh dapat menggambarkan kerusakan pada otot jantung. Tes darah juga mampu mendeteksi infeksi virus.
  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi)
    Dalam tes ini, tabung kecil dimasukkan ke pembuluh darah di leher dan diarahkan ke jantung, untuk mengambil sampel jaringan yang akan diuji di laboratorium khusus. Tujuannya, untuk mencari keberadaan peradangan atau infeksi.
Pengobatan untuk miokarditis berfokus untuk mengurangi penyebab dan gejalanya. Dokter umumnya akan memberikan obat bagi pasien untuk mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil. Beberapa obat berguna untuk mengurangi beban kerja pada jantung, mengobati gagal jantung, dan membantu mengendalikan detak jantung.Obat-obat tersebut meliputi:
  • ACE inhibitor
    ACE inhibitor bekerja dengan menurunkan tekanan darah serta pembentukan kembali otot jantung setelah miokarditis terjadi.
  • Beta blocker
    Obat-obatan golongan beta bloker berfungsi untuk menangani kondisi aritmia (detak jantung tidak normal) yang mungkin terjadi, serta juga membantu pembentukan kembali otot jantung.
  • Diuretik
    Obat diuretik dapat membantu menghilangkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang terjadi saat otot jantung melemah.
  • Kortikosteroid
    Obat dari golongan kortikosteroid juga dapat digunakan untuk menangani terjadinya peradangan dalam tubuh. Tetapi, penggunaan obat ini dibatasi hanya untuk kasus-kasus miokarditis tertentu.
Pasien harus mengikuti petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat-obatan di atas agar pengobatan berjalan efektif.

Penyesuaian gaya hidup

Selain itu pasien juga disarankan untuk melakukan hal berikut:
  • Mengurangi aktivitas fisik yang berat selama menjalani pengobatan.
  • Menerapkan pola makan dengan kadar garam yang rendah guna menghindari penumpukan cairan dalam tubuh.
Jika pasien sudah mengalami komplikasi, dokter dapat menyarankan rawat inapr. Komplikasi yang dimaksud  termasuk penggumpalan darah atau jantung melemah.apabila kelemahan fungsi jantung sudah pada tahap yang parah, dokter mungkin juga akan memberikan jenis obat-obatan lainnya. 

Komplikasi

Komplikasi dari miokarditis semuanya berkaitan dengan penyakit jantung, yaitu:
  • Gagal jantung. Jika tidak ditangani, miokarditis dapat merusak otot jantung sehingga  tidak dapat lagi memompa darah secara efektif. Dalam kasus yang parah, gagal jantung karena miokarditis memerlukan alat bantu jantung atau bahkan transplantasi jantung.
  • Serangan jantung atau stroke. Jika otot jantung terluka dan tak bisa memompa darah dengan baik akan terjadi penggumpalan darah yang bisa menghalangi pembuluh darah di jantung. Hal ini kemudian akan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Selain itu, penggumpalan darah juga dapat menghalangi pembuluh darah menuju otak yang mengakibatkan stroke.
  • Detak jantung yang tidak normal. Kerusakan pada otot jantung juga dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal. Kondisi ini disebut aritmia.
  • Kematian mendadak jantung. Kondisi aritmia tadi juga berpeluang menyebabkan kondisi yang mengancam jawa karena jantung berhenti berdetak.
Belum ada langkah yang terbukti mampu mencegah miokarditis. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh dan jantung secara umum, yaitu:
  • Menghindar dari orang yang terkena flu atau virus.
  • Menjaga kebersihan.
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Berhubungan seks dengan alat pengaman.
  • Mendapatkan vaksin.
Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri dada dan sesak napas, segera berkonsultasi dengan dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Tes apa saja yang saya butuhkan?
    • Obat apa yang saya perlukan?
    • Adakah makanan yang harus saya hindari?
    • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
    • Haruskah saya menemui dokter spesialis?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait miokarditis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis miokarditis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/myocarditis
Diakses pada 9 Oktober 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/myocarditis/guide/
Diakses pada 9 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/qa/can-myocarditis-be-cured
Diakses pada 9 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myocarditis/diagnosis-treatment/drc20352544
Diakses pada 30 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/myocarditis#causes
Diakses pada 9 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email