Kepala

Mikrosefali

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Mikrosefali
Ukuran kepala bayi yang menderita mikrosefali lebih kecil daripada anak lain yang seusianya
Mikrosefalus atau mikrosefali adalah kondisi kepala bayi yang lebih kecil secara signifikan daripada bayi lain dengan usia dan jenis kelamin sama. Kondisi bisa terdeteksi saat bayi lahir.Kondisi langka ini disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal selama bayi dalam kandungan, dan tidak berkembang setelah sang bayi lahir. 

Jenis-jenis mikrosefali

Penyakit ini terbagi dalam dua jenis berikut:
  • Mikrosefalus primer

Mikrosefalus primer terjadi tanpa penyebab yang jelas, dan biasanya karena faktor keturunan.
  • Mikrosefalus sekunder

Mikrosefalus sekunder terjadi ketika pertumbuhan otak menurun karena penyebab tertentu. Misalnya akibat infeksi virus rubella, gangguan metabolisme, meningitis bakteri, atau kekurangan oksigen di awal kehidupan.Hingga sekarang, belum ada pengobatan untuk menyembuhkan mikrosefali. Tapi penanganan tetap diperlukan untuk membantu guna meningkatkan kualitas hidup penderitanya. 
Mikrosefali
Dokter spesialis Anak
GejalaUkuran kepala yang lebih kecil secara signifikan daripada normal
Faktor risikoCraniosynostosis, penurunan oksigen ke otak janin, ketidaknormalan kromosom
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanProgram intervensi anak usia dini
KomplikasiPerkembangan yang terhambat, kejang, distorsi wajah
Kapan harus ke dokter?Bayi mengalami gejala mikrosefali
Secara umum, gejala mikrosefali adalah ukuran kepala anak yang lebih kecil secara signifikan jika dibandingkan dengan anak lain pada umur dan jenis kelamin yang sama.Harap diingat bahwa ukuran kepala ini harus ditentukan oleh dokter dengan mengukur lingkar kepala bayi. 
Penyebab mikrosefali adalah perkembangan otak yang tidak normal selama bayi berada dalam kandungan sang ibu.Sementara beberapa faktor risiko mikrosefali meliputi:
  • Kelainan genetik
  • Craniosynostosis, yakni cacat lahir berupa jaringan fibrosa pada tengkorak bayi yang menutup terlalu cepat
  • Ketidaknormalan kromosom
  • Penurunan pasokan oksigen ke otak janin
  • Infeksi yang ditularkan oleh ibu ke janin selama masa kehamilan
  • Obat-obatan, alkohol, atau zat kimia beracun pada rahim
  • Malnutrisi berat
  • Fenilketonuria yang tidak ditangani secara saksama
 
Diagnosis mikrosefali ditentukan melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan mengukur lingkar kepala anak dan membandingkannya dengan grafik pertumbuhan.Dokter lalu kembali mengukur kepala bayi dan merencanakan tumbuh kembang bayi mikrosefali pada kunjungan berikutnya.Ukuran kepala orang tua juga dapat diukur untuk menentukan apakah kepala kecil tersebut termasuk faktor keturunan.Dalam beberapa kasus, khususnya jika perkembangan anak terlambat, dokter mungkin menyarankan beberapa tes tambahan. Misalnya, CT scan pada kepala, MRI, dan tes darah. Prosedur ini dapat membantu dokter untuk menentukan penyebab lambatnya tumbuh kembang anak. 
Cara mengobati mikrosefali umumnya tergantung dari tingkat keparahannya. Namun pada dasarnya, tidak ada penanganan yang bisa dilakukan untuk memperbesar kepala anak atau mengatasi komplikasinya, kecuali untuk operasi craniosynostosis.Perawatan berfokus pada cara untuk mengatasi masalah tumbuh kembang anak. Misalnya, program intervensi anak usia dini yang mencakup terapi wicara, fisioterapi, dan terapi okupasi untuk membantu anak dalam meningkatkan kemampuannya.Dokter akan merekomendasikan obat-obatan untuk komplikasi tertentu, seperti kejang dan hiperaktif. 

Komplikasi mikrosefali

Jika tidak ditangani dengan benar, mikrosefali bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Perkembangan yang terhambat, seperti pergerakan dan berbicara
  • Kesulitan dalam koordinasi dan keseimbangan
  • Dwarfisme atau perawakan pendek
  • Distorsi wajah
  • Hiperaktif
  • Gangguan intelektualitas
  • Kejang
 
Cara mencegah mikrosefali tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebab mikrosefali adalah faktor genetik.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Berkonsultasi dengan ahli genetik saat masa kehamilan
  • Melakukan perawatan kehamilan yang tepat
  • Menghindari konsumsi alkohol dan narkoba saat hamil
 
Hubungi dokter bila anak Anda mengalami gejala yang mengarah pada mikrosefali. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait mikrosefali?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mikrosefali agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/microcephaly/diagnosis-treatment/drc-20375056
Diakses pada 1 September 2021
Minnesota Department of Health. https://www.health.state.mn.us/diseases/cy/microcephalus.html
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/microcephaly
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email