Infeksi

Mikosis

Diterbitkan: 13 Mar 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Mikosis
Tanda umum mikosis atau infeksi jamur adalah kemerahan dan gatal di area yang terinfeksi
Mikosis adalah infeksi akibat jamur. Kondisi ini bisa terjadi pada permukaan kulit maupun organ dalam manusia.Mycoses atau mikosis terjadi ketika jamur yang tumbuh dalam tubuh manusia terlalu banyak dan tidak dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini sering dialami oleh kalangan orang dengan sistem imun yang melemah atau terganggu.Pada umumnya, mikosis tidak berbahaya. Gejalanya bisa berupa kulit yang mengalami iritasi, gatal, bersisik, hingga bentol-bentol.Infeksi jamur dapat disembuhkan dengan obat-obatan antijamur. Obat ini tersedia dalam bentuk topikal (oles) dan obat minum. 
Mikosis
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit gatal, bersisik, dan merah
Faktor risikoPenurunan sistem kekebalan tubuh
Metode diagnosisTes mikroskopis, kultur jamur, tes darah
PengobatanObat antijamur
ObatObat antijamur
KomplikasiPenyebaran infeksi jamur ke organ dalam
Kapan harus ke dokter?Infeksi jamur yang tidak kunjung membaik
Secara umum, tanda dan gejala mikosis bisa berupa:
  • Iritasi kulit
  • Kulit bersisik
  • Kemerahan pada kulit
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan
  • Bentol-bentol

Gejala mikosis berdasarkan jenis infeksinya

Mikosis dapat terjadi di bagian tubuh mana saja dengan gejala yang hampir sama. Perbedaannya hanyalah pada lokasi infeksi jamur terjadi.Jenis-jenis mikosis yang paling sering muncul meliputi:

1. Panu

Panu adalah infeksi jamur yang terjadi pada permukaan kulit. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut pityriasis versicolor.Gejala panu berupa bercak-bercak berwarna lebih terang (hipopigmentasi) atau lebih gelap (hiperpigmentasi) dari kulit di sekelilingnya. Bercak juga dapat berwarna kemerahan.

2. Kutu air

Kutu air disebut juga athlete’s foot atau tinea pedis. Infeksi karena jamur ini biasanya terjadi pada sela jari-jari kaki, bagian samping kaki, atau telapak kaki.Gejala kutu air bisa berupa:
  • Telapak atau sisi kaki yang pecah-pecah
  • Kemerahan, lecet, atau kulit yang terkelupas
  • Gatal-gatal atau sensasi terbakar dan perih pada area yang terinfeksi

3. Sariawan

Infeksi jamur juga bisa terjadi di dalam mulut dan memicu sariawan. Gejala umumnya berupa bercak-bercak putih yang tumbuh di gusi, lidah, serta bagian belakang tenggorokan. Bercak ini akan terasa nyeri, sehingga membuat penderita sulit makan maupun menelan.

4. Infeksi ragi (yeast infection) pada vagina

Infeksi jamur pada vagina umumnya disebabkan oleh Candida, khususnya jenis Candida albicans. Kondisi ini dapat ditandai gejala-gejala berikut:
  • Gatal atau pembengkakan di sekitar vagina.
  • Sensasi terbakar, perih atau sakit ketika buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.
  • Kemerahan atau nyeri di sekitar vagina.
  • Keputihan yang abnormal, misalnya muncul cairan berwarna abu-abu dan berbau amis.
  • Ruam kulit.

5. Jock itch atau tinea cruris

Jock itch adalah infeksi jamur pada area selangkanan atau bokong. Gejalanya meliputi:
  • Kemerahan pada bokong, selangkangan, atau bagian tubuh lain.
  • Iritasi, gatal-gatal, atau sensasi perih seperti terbakar di area yang terinfeksi.
  • Ruam merah yang biasanya berbentuk lingkaran dengan tepi yang tampak timbul, sehingga ruam nampak seperti kawah.
  • Kulit yang kering atau terkelupas di bagian yang terkena infeksi.

6. Tinea corporis

Tinea corporis adalah infeksi jamur yang muncul di leher, tungkai (tangan dan kaki termasuk kuku), dan batang tubuh. Gejalanya bisa berupa:
  • Ruam atau bercak merah yang bersisik. Ruam ini berbentuk lingkaran (seperti cincin) dengan garis tepi yang timbul, sehingga tampak seperti kawah.
  • Bagian tengah lingkaran tampak bersih atau bersisik.

7. Mikosis pada organ dalam

Infeksi jamur juga bisa terjadi pada organ-organ dalam tubuh manusia. Salah satu contohnya adalah infeksi jamur di paru-paru.Mikosis di paru-paru bisa menyebabkan gejala seperti batuk, demam, sesak napas, hingga penurunan berat badan. Infeksi ini terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup spora jamur ke dalam paru-paru. Misalnya, spora jamur dari kotoran burung.Infeksi jamur di organ dalam lebih berbahaya daripada mikosis pada permukaan kulit. Oleh karena itu, pengobatannya harus dilakukan secepat mungkin. 
Penyebab utama mikosis adalah infeksi jamur. Jamur bisa hidup di tempat yang kotor dan lembap, tumbuh-tumbuhan, permukaan lantai, maupun di permukaan kulit manusia.Beberapa jenis jamur tumbuh secara alami pada tubuh manusia dan tidak menimbulkan penyakit. Namun jika jumlahnya berkembang secara berlebihan, jamur akan menimbulkan gejala yang mengganggu kenyamanan.Sejumlah jamur juga dapat melepaskan spora ke udara. Spora ini bisa terhirup sehingga menyebabkan infeksi jamur di dalam tubuh.Mikosis juga dapat ditularkan melalui kontak dengan manusia, atau hewan yang telah terinfeksi, serta permukaan benda yang tercemar oleh jamur. 

Faktor risiko mikosis

Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena mikosis:
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena usia tua, mengidap diabetes, HIV dan AIDS, atau menjalani prosedur kemoterapi
  • Konsumsi obat-obatan imunosupresan (penekan sistem imun), contohnya pada orang yang telah menjalani prosedur transplantasi organ
  • Mengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Baca Juga: Waspadai Infeksi Oportunistik dan Komplikasi HIV yang Berbahaya Ini 
Diagnosis mikosis dapat dipastikan oleh dokter dengan cara:
  • Wawancara mengenai gejala dan faktor risiko
  • Pemeriksaan fisik pada bagian yang mengalami gejala mikosis
  • Pemeriksaan dengan lampu ultraviolet (UV) untuk mencari ada tidaknya spora jamur di permukaan kulit
  • Biopsi, yakni mengambil sampel jaringan dari kulit atau kuku yang terinfeksi.
  • Kultur jamur
  • Tes darah
  • Rontgen dada bila infeksi jamur dicurigai terjadi pada paru-paru
 
Cara mengobati mikosis umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya.Obat antijamur merupakan pilihan obat mikosis yang biasanya diberikan oleh dokter. Obat ini bisa dalam bentuk:
  • Krim atau salep
  • Bubuk
  • Semprotan atau spray
  • Shampo
  • Kapsul atau tablet
Pada mikosis yang dinilai lebih berat dan tidak kunjung sembuh, dokter dapat memberikan obat antijamur oral (diminum).Selain dengan obat antijamur, beberapa langkah berikut dapat pasien lakukan untuk mempercepat penyembuhan mikosis:
  • Menjaga agar area kulit yang terinfeksi tetap bersih dan kering
  • Memakai pakaian dan sepatu dengan ukuran yang pas, sehingga kulit tidak lembap dan lebih mudah bernapas
 

Komplikasi mikosis

Bila tidak ditangani dengan baik, mikosis dapat menyebabkan komplikasi berupa penyebaran infeksi jamur ke organ dalam, seperti pembuluh darah, jantung, otak, dan lain-lain.Baca Jawaban Dokter: Cara mengobati infeksi jamur di vagina 
Cara mencegah mikosis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan obat-obatan sesuai aturan pakai dan anjuran dokter, termasuk dosis serta durasi pemakaian.
  • Jaga kebersihan tubuh, khususnya area-area yang mudah mengalami infeksi akibat jamur, seperti lipatan tubuh dan sela-sela jari. Pastikan pula supaya area ini tetap kering dan tidak lembap.
  • Gunakan bedak khusus yang dapat mencegah tumbuhnya jamur.
 
Konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami infek jamur yang tidak kunjung membaik meski sudah ditangani dengan obat jamur. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait mikosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mikosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317970.php
Diakses pada 22 Juli 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/fungalinfections.html
Diakses pada 22 Juli 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3103258/
Diakses pada 22 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/fungal-infections-skin#1
Diakses pada 22 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/fungal-skin-infection
Diakses pada 5 Agustus 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/infections/fungal-infections/overview-of-fungal-infections
Diakses pada 5 Agustus 2020
Patient Info. https://patient.info/doctor/systemic-mycoses#nav-0
Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Apa Saja yang Bisa Diketahui Dari Tes Laju Endap Darah?

Tes laju endap darah tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit yang spesifik. Tetapi hasil tes ini bisa membantu untuk mengetahui ada tidaknya peradangan pada tubuh Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah tersebut, dokter dapat menyarankan Anda guna melakukan tes-tes lanjutan demi mendapat diagnosis yang tepat.
29 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Seperti pemeriksaan medis pada umumnya, tes laju endap darah mesti dilakukan di rumah sakit maupun klinik

Pembengkakan Payudara dari Kondisi Ringan hingga Berat

Pembengkakan payudara bisa disebabkan oleh sindrom pramenstruasi, infeksi payudara, atau kanker. Jika mengalami payudara bengkak saat menyusui, hal ini bisa terjadi karena penyumbatan ASI.
27 Jun 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Pembengkakan payudara pada ibu menyusui dapat diatasi dengan tetap menyusui

Penyakit Whipple: Ini Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Penyakit Whipple adalah infeksi bakteri langka yang berdampak pada persendian dan sistem pencernaan. Jika tidak ditangani, penyakit Whipple bisa berakibat fatal!
13 Oct 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Penyakit Whipple adalah infeksi bakteri langka yang disebabkan oleh Tropheryma whipplei (T. whipplei)