Migrain

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Faktor yang memicu migrain diantaranya adalah perubahan hormon, stres, gangguan tidur, dan faktor lingkungan.
Berbaring di ruangan yang gelap dapat membantu meringankan gejala migrain.

Pengertian Migrain

Migrain adalah rasa sakit berdenyut pada satu sisi kepala. Migrain sering disertai dengan mual, muntah dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara.

Ada beberapa jenis migrain yaitu:

  • Migrain dengan aura:
    Kondisi ini terjadi ketika ada tanda-tanda khusus yang dirasakan oleh pasien sebelum serangan migrain dimulai. Misalnya seperti melihat kilatan cahaya atau garis zigzag.
  • Migrain tanpa aura:
    Ini merupakan tipe migrain yang paling umum, saat migrain terjadi tanpa tanda-tanda tertentu.
  • Aura migrain tanpa sakit kepala:
    Migrain ini juga dikenal sebagai silent migraine. Kondisi tersebut timbul ketika aura atau gejala migrain yang lain muncul, tapi tanpa mengalami sakit kepala.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala utama migrain adalah sakit berdenyut pada satu sisi kepala yang intens. Dalam beberapa kasus, rasa sakit dapat terjadi pada kedua sisi kepala dan memengaruhi wajah atau leher.

Gejala lain migrain di antaranya adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Peningkatan kepekaan terhadap suara dan cahaya. Itulah sebabnya, banyak penderita migrain memilih beristirahat di kamar yang tenang dan gelap.
  • Berkeringat
  • Kesulitan konsentrasi
  • Merasa panas atau sangat dingin
  • Sakit perut
  • Diare

Gejala aura atau tanda yang muncul sebelum migrain, diantaranya adalah:

  • Gangguan visual: melihat lampu berkedip, berpola zig-zag atau bertitik hitam
  • Mati rasa atau kesemutan yang dimulai dari tangan, lalu bergerak ke bagian atas lengan, sebelum memengaruhi wajah, bibir dan lidah
  • Merasa pusing atau tidak seimbang
  • Kesulitan berbicara
  • Kehilangan kesadaran

Gejala aura biasanya dialami selama sekitar lima menit dan berlangsung hingga satu jam.

Penyebab

Penyebab migrain belum diketahui secara pasti. Diperkirakan, migrain merupakan hasil dari perubahan kimia sementara, pada saraf dan pembuluh darah di otak. Beberapa faktor pemicu migrain adalah: 

  • Perubahan hormon, seperti pada awal atau beberapa hari sebelum maupun sesudah menstruasi
  • Stres
  • Kelelahan
  • Gangguan tidur
  • Makanan atau minuman tertentu, seperti cokelat, alkohol, dan keju
  • Faktor lingkungan, misalnya cahaya terang, asap rokok, layar yang berkedip seperti komputer atau televisi, aroma yang kuat, dan perubahan cuaca

Diagnosis

Jika Anda memiliki migrain atau keluarga dengan riwayat migrain, dokter dapat mendiagnosis berdasarkan riwayat medis pasien. Dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini. 

  • Tes darah:
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pembuluh darah, infeksi sumsum tulang belakang atau otak,serta racun pada sistem pembuluh darah.
  • Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI):
    MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat, untuk menghasilkan gambar yang detail dari otak serta pembuluh darah.
  • Pemeriksaan tomografi terkomputerisasi (CT):
    Pemeriksaan CT scan menggunakan serangkaian sinar X, yang membantu dokter mendapatkan gambaran otak.
  • Pungsi lumbal (lumbar puncture):
    Dokter dapat merekomendasikan pungsi lumbal (pemeriksaan cairan tulang belakang) jika mencurigai adanya infeksi, pendarahan di otak pasien, atau kondisi lain yang menyebabkan migrain.

Pengobatan

Sejumlah perawatan medis yang dapat mengurangi gejala migrain diantaranya adalah:

  • Penghilang rasa sakit (analgetik):
    Ini termasuk obat-obatan yang dijual bebas, seperti parasetamol dan ibuprofen.
  • Obat golongan triptan:
    Jika migrain tidak membaik dengan penghilang rasa sakit, dokter dapat meresepkan obat golongan ini.
  • Antiemetik:
    Obat-obatan jenis ini sering digunakan untuk mengurangi mual dan muntah.

Selain itu, berbaring di ruangan yang gelap dapat membantu meringankan gejala migrain.

Pencegahan

Jika Anda mencurigai adanya faktor pemicu migrain, seperti stres atau makanan tertentu, hindari hal-hal tersebut untuk mengurangi risiko terhadap migrain. Jalani gaya hidup sehat, berolahraga teratur, tidur dan makan dengan baik, serta menjaga asupan kafein dan alkohol.  

Jika migrain masih berlangsung meski Anda sudah menghindari pemicunya, segera temui dokter. Untuk mengatasinya, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mencegah serangan di kemudian hari dan menganjurkan pemeriksaan lanjutan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda memiliki gejala atau riwayat sakit kepala, segera temui dokter. Begitu pula bila Anda mengalami salah satu kondisi di bawah ini.

  • Sakit kepala yang berlangsung mendadak dan sangat parah.
  • Sakit kepala disertai demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, kelemahan, mati rasa, atau kesulitan berbicara.
  • Sakit kepala setelah cedera kepala, terutama jika sakit kepala memburuk.
  • Sakit kepala kronis yang memburuk setelah batuk, atau munculnya gerakan tiba-tiba.
  • Sakit kepala yang baru muncul jika Anda berusia lebih dari 50 tahun.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum berkonsultasi dengan dokter adalah:

  • Tuliskan gejala yang Anda alami.
  • Tuliskan informasi pribadi utama Anda.
  • Buat daftar semua obat, vitamin, atau suplemen yang sedang Anda konsumsi.
  • Ajak seorang anggota keluarga atau teman untuk membantu Anda mengingat informasi yang diberikan dokter.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dapat mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosa keadaan Anda. Pertanyaan tersebut di antaranya adalah:

  • Kapan pertama kali Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda Alami terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya meringankan gejala Anda?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
  • Adakah yang pernah mengalami migrain di keluarga Anda?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-
headache/symptoms-causes/syc-20360201
diakses pada 25 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/migraine/
diakses pada 25 Oktober 2018.

Back to Top