Penyakit Lainnya

Metatarsalgia

01 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Metatarsalgia
Metatarsalgia terjadi pada area di antara jari kaki dan lengkungan kaki
Metatarsalgia adalah kondisi ketika bagian telapak kaki mengalami peradangan serta pembengkakan, dan terasa nyeri. Bagian telapak kaki yang dimaksud adalah area metatarsal, yaitu area di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki.Rasa nyeri pada telapak kaki dapat disebabkan oleh banyak kondisi dan penanganannya pun bervariasi. Namun keluhan ini paling sering terjadi karena cedera olahraga yang melibatkan aktivitas seperti berlari dan melompat.Secara umum, metatarsalgia bukan termasuk kondisi medis yang serius. Namun gejala yang ditimbulkan bisa mengganggu rutinitas penderitanya. 
Metatarsalgia
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaRasa sakit yang menusuk pada telapak kaki, jari kaki mati rasa
Faktor risikoOlahraga lari atau melompat, sepatu hak tinggi
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, kompres dingin, mengangkat kaki setelah beraktivitas
ObatObat penghilang nyeri
KomplikasiRasa sakit pada punggung bawah atau pinggul
Kapan harus ke dokter?Mengalami nyeri parah hingga menganggu aktivitas
Secara umum, gejala metatarsalgia meliputi:
  • Nyeri yang menusuk atau sensasi seperti terbakar pada telapak kaki, tepatnya di bagian bawah jari-jari kaki.
  • Nyeri yang menusuk, mati rasa, atau kesemutan pada jari-jari kaki.
  • Nyeri yang semakin parah ketika berdiri, berjalan, meregangkan kaki, atau saat berjalan di atas permukaan yang keras. Gejala ini akan membaik ketika penderita istirahat.
  • Terasa seperti ada kerikil di sepatu ketika penderita berjalan.
 
Sampai sekarang, penyebab metatarsalgia belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko metatarsalgia tersebut meliputi:
  • Olahraga

Penyebab metatarsalgia yang tersering adalah aktivitas olahraga yang memberikan tekanan pada tulang metatarsal di bagian depan telapak kaki atau terfokus pada kekuatan kaki.Gerakan berlari dan melompat termasuk salah satu contoh aktivitas fisik yang dapat meningkatkan risiko metatarsalgia. Misalnya, pada atlet lari, pesepak bola, pemain basket, atlet voli, dan lain-lain.
  • Ukuran sepatu yang tidak pas

Ukuran sepatu yang terlalu kecil atau terlalu longgar dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Sepatu hak tinggi atau sneakers tanpa bantalan kaki yang memadai

Jenis sepatu ini dapat membebani area metatarsal kaki dan menyebabkan peradangan.
  • Kelainan struktur kaki

Kelainan kaki tertentu dapat menyebabkan metatarsalgia. Contohnya, lengkungan tepi telapak kaki yang lebih tinggi, ukuran jari di sebelah jempol kaki yang lebih panjang, dan kapalan pada telapak kaki.
  • Berat badan berlebih

Berat badan yang berlebih dapat memberikan tekanan lebih pula pada telapak kaki dan bagian metatarsal.
  • Penyakit atau kondisi medis tertentu

Terdapat kondisi-kondisi medis tertentu yang bisa meningkatkan tekanan pada telapak kaki. Misalnya, bursitis, radang sendi, penyakit asam urat, Morton’s neuroma, bunion, hammertoe, dan patah tulang pada tulang ibu jari serta metatarsal. 
Untuk menentukan diagnosis metatarsalgia, dokter akan melakukan tanya jawab terkait aktivitas yang Anda lakukan dan gejala yang Anda alami. Dokter juga akan memeriksa kondisi fisik kaki Anda dan meminta Anda untuk berjalan, sehingga cara berjalan Anda dapat dinilai.Apabila dibutuhkan, dokter bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang di bawah ini untuk menentukan penyebab nyeri:
  • Rontgen kaki

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah ada patah tulang di daerah kaki.
  • Tes darah

Pemeriksaan darah untuk mengecek kadar asam urat juga dapat dilakukan guna menyingkirkan kemungkinan penyakit asam urat.
  • USG

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan kelainan lain pada kaki seperti bursitis atau neuroma.
  • MRI

Prosedur MRI dilakukan untuk mengecek kemungkinan nyeri sendi dan cedera pada kaki. 
Penanganan metatarsalgia tergantung dari tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Biasanya, metode konservatif berikut ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri:
  • Mengistirahatkan kaki
  • Menempelkan kompres dingin beberapa kali dalam sehari. Lakukan sekitar 20 menit.
  • Mengangkat kaki Anda setelah beraktivitas.
  • Mengganti alas kaki.
  • Mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri.
  • Menurunkan berat badan apabila berat badan Anda berlebih.
  • Menggunakan bantalan kaki dalam sepatu.
  • Bagi pengdidap wanita, jangan memakai sepatu hak tinggi untuk sementara waktu.
Apabila penanganan konservatif tidak dapat menangani rasa nyeri, metode operasi mungkin dapat dilakukan untuk memperbaiki posisi tulang metatarsal. Demikian pula pada metatarsalgia yang disertai dengan kondisi medis lain seperti hammertoe.Jika tidak ditangani dengan saksama, metatarsalgia bisa menyebabkan komplikasi berupa rasa sakit pada punggung bawah atau pinggul, karena pincang (perubahan gaya berjalan) dari nyeri kaki. 
Beberapa upaya pencegahan di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah tekanan pada telapak kaki yang menyebabkan metatarsalgia:
  • Mencegah terjadinya cedera pada kaki

Cedera pada kaki dapat dicegah dengan menggunakan bantalan pada telapak kaki. Penanganan kapalan pada kaki juga bisa membantu pencegahan.
  • Menggunakan alas kaki yang tepat

Posisi kaki pada sepatu yang tepat, penggunaan alas kaki dengan bantalan yang sesuai, dan pemakaian alas kaki dengan sol yang bisa menahan tekanan pada telapak kaki saat berolahraga, dapat membantu dalam mencegah metatarsalgia. 
Segera kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala berikut ini:
  • Nyeri hebat atau yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Nyeri memburuk seiring berjalannya waktu
  • Nyeri yang terus-menerus
  • Nyeri tidak membaik setelah ditangani secara mandiri di rumah selama dua minggu
  • Nyeri disertai dengan gejala lain, seperti kaki kesemutan atau mati rasa
  • Anda mengalami penyakit diabetes
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami, contohnya diabetes atau kondisi medis di daerah kaki.
  • Catat aktivitas olahraga yang pernah dan sedang Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter biasanya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah gejala tersebut berlangsung terus-menerus atau hilang dan timbul?
  • Apakah ada hal-hal tertentu yang dapat menyebabkan gejala Anda membaik atau memburuk?
  • Apa jenis alas kaki yang sering Anda gunakan?
  • Apa saja aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari?
  • Apakah Anda sering beraktivitas tanpa alas kaki?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis metatarsalgia maupun penyebabnya. Dengan ini, pengobatan yang sesuai bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/metatarsalgia/symptoms-causes/syc-20354790
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/metatarsalgia
Diakses pada 1 September 2021
Cleaveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15890-metatarsalgia
Diakses pada 1 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/metatarsalgia#1
Diakses pada 1 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/foot-pain/pain-in-the-ball-of-the-foot/
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email