Mesenteric lymphadenitis adalah istilah untuk peradangan pada kelenjar getah bening di rongga perut. Kelenjar limfe atau getah bening berperan penting dalam mendukung sistem imun tubuh kita.

Kelenjar getah bening menyaring organisme berbahaya (seperti bakteri dan virus) sehingga tidak menyebar luas ke organ tubuh lain.

Pada kondisi normal, kelenjar limfe berukuran kecil, yaitu sebesar kacang polong. Namun ketika terjadi peradangan, kelenjar ini akan membengkak dan menyebabkan rasa nyeri.

Mesenteric lymphadenitis paling sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Kondisi ini jarang sekali diderita oleh orang berusia 20 tahun ke atas.

Gejala mesenteric lymphadenitis yang umumnya dialami oleh penderita meliputi:

  • Nyeri perut pada bagian kanan bawah. Tapi nyeri juga bisa terasa pada seluruh bagian perut.
  • Demam.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di rongga perut.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah-muntah.

Nyeri perut yang terjadi akibat mesenteric lymphadenitis seringkali menyerupai sakit perut akibat radang usus buntu atau intususepsi (bagian usus masuk ke bagian usus lain). Namun berbeda dengan kedua penyakit ini, mesenteric lymphadenitis jarang memicu komplikasi serius dan biasanya dapat sembuh sendiri.

Penyebab mesenteric lymphadenitis bisa bermacam-macam. Berikut penjelasannya:

Infeksi virus, bakteri, dan parasit

Infeksi virus atau bakteri pada sistem pencernaan paling sering menyebabkan mesenteric lymphadenitis. Infeksi ini kerap menyebabkan gejala awal gangguan pencernaan berupa diare.

Beberapa jenis virus, bakteri, dan parasit yang sering menyebabkan mesenteric lymphadenitis meliputi:

  • Bakteri: Bartonellla henselae (cat scratch disease), Streptococcus beta hemolyticus, E. coli, Mycobacterium tuberculosis, Staphylococcus sp, Streptococcus viridans, serta Yersinia enterolitica.
  • Virus: HIV, adenovirus, coxsackievirus, virus Epstein-Barr, dan virus rubeola.
  • Parasit: Giardia lamblia.

Semakin aktif kelenjar getah bening bekerja untuk mencegah penyebaran infeksi virus atau bakteri ke organ lain, ukuran kelenjar ini akan semakin membesar dan menyebabkan rasa nyeri.

Pada beberapa kasus, anak-anak bisa mengalami mesenteric lymphadenitis karena mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak dengan matang. Akibatnya, infeksi bakteri Yersinia enterolitica lebih mudah terjadi.

Gangguan medis lain

Penyebab lain dari mesenteric lymphadenitis meliputi inflammatory bowel disease (IBD) serta tumor kelenjar getah bening (limfoma).

Diagnosis mesenteric lymphadenitis akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

  • Tanya jawab

Karena sebagian besar pengidap mesenteric lymphadenitis adalah anak-anak dan remaja, sesi tanya jawab biasanya dilakukan dengan orangtua.

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan tentang gejala yang dialami oleh anak Anda. Dokter juga akan menanyakan apakah anak baru-baru ini pernah mengalami pilek, masalah pencernaan, atau infeksi lainnya.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada anak Anda, terutama pemeriksaan pada perut untuk mengevaluasi ada tidaknya rasa nyeri atau pembengkakan kelenjar getah bening di perut.

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis mesenteric lymphadenitis. Pemeriksaan ini umumnya terdiri dari tes darah guna mengevaluasi tanda-tanda infeksi, serta tes pencitraan pada perut (seperti CT scan dan USG).

Sebagian besar mesenteric lymphadenitis dapat membaik sendiri dalam beberapa hari tanpa pengobatan spesifik. Namun bila dokter mencurigai penyebabnya adalah bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik.

Sedangkan untuk mengurangi intensitas gejala, dokter juga bisa memberikan obat peredanyeri. Contohnya, ibuprofen atau acetaminophen.

Untuk mempercepat proses pemulihan, penderita dianjurkan untuk:

  • Cukup beristirahat.
  • Menggunakan kompres hangat pada perut guna mengurangi gejala nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut.
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi akibat muntah, demam, dan diare.

Mesenteric lymphadenitis biasanya tidak memicu komplikasi yang serius. Tetapi pada beberapa kasus yang tidak ditangani dengan baik, komplikasi-komplikasi di bawah ini bisa terjadi:

  • Terbentuknya abses (kantong berisi nanah) di dalam rongga perut.
  • Dehidrasi akibat diare dan muntah-muntah.
  • Nyeri sendi.
  • Peritonitis, yaitu peradangan pada selaput perut yang membungkus organ-organ dalam perut.
  • Sepsis, yaitu peradangan pada seluruh organ dan sistem tubuh yang disebabkan oleh bakteri yang menyebar ke dalam aliran darah.

Pencegahan mesenteric lymphadenitis dapat dilakukan dengan menghindari infeksi. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:

  • Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun sebelum makan atau menyiapkan makanan, setelah ke toilet, serta sehabis bepergian.
  • Menghindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Memasak makanan hingga benar-benar matang.
  • Membersihkan makanan sebelum dikonsumsi.

Berkonsultasilah ke dokter bila Anda atau anak Anda mengalami gejala nyeri perut yang sangat parah dan muncul tiba-tiba, atau disertai dengan gejala-gejala di bawah ini:

  • Demam
  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Perubahan pola buang air besar
  • Mengganggu tidur

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Di mana lokasi nyeri terasa?
  • Apakah nyeri menjalar ke area perut atau bagian tubuh lain?
  • Seberapa berat nyeri yang dirasakan? Apakah pengidap sampai menangis karena rasa nyeri tersebut?
  • Apa saja yang membuat nyeri perut memburuk atau berkurang?
  • Apakah pengidap pernah mengalaminya sebelumnya?
  • Apakah ada orang lain yang mengalami gejala serupa? Misalnya, teman sekolah pengidap atau orang yang tinggal serumah dengan pengidap.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis mesenteric lymphadenitis. Dengan ini, dokter bisa memutuskan pengobatan yang sesuai.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17890-mesenteric-lymphadenitis/prevention
Diakses pada 27 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mesenteric-lymphadenitis/symptoms-causes/syc-20353799
Diakses pada 27 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/mesenteric-adenitis
Diakses pada 27 Desember 2019

Artikel Terkait