Kulit & Kelamin

Merinding

25 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Merinding
Kontraksi dari otot halus yang disebut arrector pili dapat menyebabkan merinding terjadi
Merinding adalah fenomena fisiologis yang terjadi sebagai respons terhadap kondisi dingin, syok, stres, atau ketakutan. Istilah medis untuk merinding adalah piloerection, cutis anserina, atau horripilation.Ketika merinding terjadi, otot kecil yang melekat pada rambut berkontraksi sehingga membentuk cekungan dangkal pada permukaan kulit yang membuat area di sekitarnya menonjol. Kulit yang merinding dapat dibayangkan seperti kulit unggas setelah bulunya dicabut.Kondisi ini sangat umum untuk dialami. Biasanya orang-orang merasa badan merinding ketika suhu dingin, atau berhadapan dengan situasi emosional. Misalnya, saat mendengar lagu kebangsaan yang diputar setelah menang pertandingan, mendengar pidato yang menginspirasi atau saat menonton film horor.Banyak hal lainnya yang dapat membuat Anda merinding, dan kebanyakan bukanlah kondisi berbahaya. Namun, terkadang merinding dapat disebabkan oleh kondisi medis yang memerlukan perawatan.
Penyebab merinding adalah kontraksi dari otot halus yang disebut arrector pili. Otot tersebut dapat memicu rambut berdiri, membuat kulit terlihat bergelombang ketika merespons suatu rangsangan.Lantas, mengapa tubuh merinding sebagai respons terhadap suatu rangsang? Berdasarkan  suatu penelitian dari Harvard, jenis sel yang menyebabkan terjadinya respons merinding penting untuk mengatur sel induk yang meregenerasi folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut) dan rambut itu sendiri.Di bawah kulit, arrector pili yang berkontraksi diperlukan untuk menjembatani koneksi saraf simpatis ke sel induk folikel rambut. Jika ada rangsangan seperti udara dingin, saraf simpatis akan bereaksi terhadap dingin dengan membuat otot berkontraksi sehingga menyebabkan merinding dalam jangka pendek, dan pertumbuhan rambut baru dalam jangka panjang.Terlepas dari fungsinya, merinding merupakan bagian dari sistem fisiologis yang dapat menandakan kondisi kesehatan tertentu.Adapun yang memicu atau menjadi penyebab merinding, antara lain:
  • Merasakan udara dingin
  • Merasakan emosi yang kuat, seperti takut, marah atau senang.
  • Flu
  • Keratosis pilaris, tersumbatnya folikel rambut.
  • Disreflexia otonom, yakni reaksi berlebihan pada sistem saraf yang disebabkan oleh cedera tulang belakang.
  • Epilepsi lobus temporal, yakni gangguan kejang kronis.
  • Meriang yang berhubungan dengan demam akibat influenza.
  • Keracunan obat-obatan golongan methamphetamine atau opioid
  • Hipotensi ortostatik 
  • Disrefleksia otonom, yakni suatu sindrom di mana tiba-tiba terjadi tekanan darah tinggi yang berlebihan.
  • Hipoglikemia
  • Hipotermia
  • Ortostatik sinkop, yakni pingsan yang diakibatkan perubahan posisi secara tiba-tiba
  • Edema paru
  • Kelahiran prematur
Merinding dapat terjadi pada berbagai bagian kulit. Bahkan pada beberapa kasus, seseorang dapat mengeluhkan kepala yang terasa merinding. Hal ini dapat terjadi akibat kulit kepala yang merinding atau Anda keliru mengira sensasi tersebut sebagai merinding.Jika Anda mengalami kepala sering merinding, bisa jadi itu bukan merinding, melainkan rasa kesemutan atau kebas pada kulit kepala. Apabila demikian, maka hal ini bisa disebabkan oleh gangguan saraf, kondisi migrain, mengalami stres atau tekanan psikologis, serta peningkatan kadar kolesterol tubuh.
Merinding biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah jangka waktu tertentu. Namun, segera hubungi dokter apabila Anda terlalu sering mengalami kulit yang terasa seperti merinding. Terlebih apabila rasa merinding tersebut tidak segera hilang atau disertai gejala seperti:
  • Gatal
  • Mudah mengantuk
  • Sulit untuk bergerak
  • Merasa kebingungan.
  • Sulit berpikir
Anda juga sebaiknya segera konsultasi ke dokter apabila merinding sering terjadi di kepala agar dapat mengetahui cara mengatasi merinding yang paling efektif.
Neurologyasia. https://www.neurology-asia.org/articles/neuroasia-2018-23(2)-163.pdf
Diakses pada 6 Januari 2021
Symptoma. https://www.symptoma.com/en/search?query=Piloerection%2C-Nausea%2C-Headache%2C-Dizziness%2C-Syncope%2C-Altered%20Mental%20Status%2C-Impaired%20Judgement%2C-Stupor%2C-Coma%2C-Seizure%2C-Epilepsy%20with%20Generalized%20Tonic-Clonic%20Seizures%2C-Agitated%20Delirium%2C-Diplopia%2C-Fever%2C%3FFatigue%2C%3FTachycardia%2C%3FVomiting%2C%3FConfusion
Diakses pada 6 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/goosebumps-causes#1
Diakses pada 6 Januari 2021
Brainfacts. https://www.brainfacts.org/brain-anatomy-and-function/body-systems/2019/what-causes-goosebumps-120619
Diakses pada 6 Januari 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323650#seeing-a-doctor
Diakses pada 6 Januari 2021
Scientific American. https://www.scientificamerican.com/article/why-do-humans-get-goosebu/
Diakses pada 6 Januari 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/why-do-you-get-goosebumps/
Diakses pada 6 Januari 2021
NIH. https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/what-goosebumps-are
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email