Menstruasi atau haid adalah bagian dari siklus menstruasi ketika wanita mengalami perdarahan yang keluar dari vagina selama beberapa hari. Umumnya hal ini terjadi setiap 28 hari, tetapi biasanya menstruasi dimulai lebih cepat atau lebih lama, berkisar antara 21-40 hari.

Menstruasi dapat berlangsung selama 3-8 hari, tetapi biasanya berlangsung selama lima hari. Pendarahan cenderung paling berat pada dua hari pertama. Ketika perdarahan sedang banyak, darah akan menjadi merah pekat.

Pada hari-hari dengan perdarahan lebih ringan, darah akan berwarna merah muda, cokelat, atau hitam. Wanita akan kehilangan sekitar 30-70 mililiter (5-12 sendok teh) darah saat menstruasi. Beberapa wanita mungkin akan mengalami perdarahan yang lebih berat.

Menstruasi terjadi saat sistem reproduksi wanita sudah dapat berfungsi secara optimal dan merupakan salah satu pertanda dari masa pubertas. Biasanya menstruasi pertama kali terjadi saat seorang wanita berusia 12-14 tahun.

Menstruasi akan berhenti terjadi saat seorang wanita telah mengalami menopause. Menopause biasanya terjadi saat wanita berusia antara 45-55 tahun.

Ciri utama dari menstruasi adalah adanya darah yang keluar dari vagina, tetapi beberapa wanita juga dapat mengalami gejala selain pendarahan. Gejala-gejala ini dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS) yang terjadi sebelum menstruasi, seperti:

  • Sakit di punggung bagian bawah
  • Sakit kepala atau migrain dan kelelahan
  • Perubahan mood suasana hati dan mudah marah
  • Sakit di perut atau panggul
  • Meningkatnya keinginan untuk makan (food craving)
  • Kenaikan berat badan
  • Gangguan tidur, seperti insomnia
  • Perut kembung dan rasa nyeri atau pembengkakan di payudara
  • Berjerawat

Setiap bulan, tubuh wanita memproduksi sel telur dan memicu penebalan dinding rahim. Namun, ketika sel telur tidak dibuahi, maka dinding rahim yang menebal serta sel telur tidak dibutuhkan.

Menstruasi yang ditandai dengan perdarahan dari vagina terjadi saat sel telur dan dinding rahim meluruh ketika proses pembuahan tidak terjadi. Perdarahan diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah di rahim ketika dinding rahim meluruh.

Menstruasi yang tidak normal dapat ditandai dengan rasa sakit saat menstruasi yang tidak tertahankan, perdarahan yang terlalu banyak, menstruasi yang tidak teratur, atau menstruasi yang tidak muncul.

Penyakit atau kondisi medis tertentu dapat menjadi pemicu dari gangguan saat menstruasi, beberapa penyakit atau kondisi medis yang mungkin dapat terjadi adalah:

  • Menorrhagia, kondisi perdarahan yang berlebihan saat menstruasi atau periode menstruasi yang panjang
  • Metrorrhagia, kondisi nyeri yang berlebihan saat menstruasi
  • Endometriosis, tumbuhnya jaringan rahim di luar rahim yang dapat menyebabkan rasa sakit, kram, dan pendarahan yang berat saat menstruasi
  • Fibroid rahim, munculnya tumor yang tidak bersifat kanker di antara jaringan di rahim, dikenal juga sebagai miom uteri

Bila Anda mengalami gangguan saat menstruasi, diagnosis akan dilakukan dengan menggunakan:

  • Ultrasound, menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran dari rahim, leher rahim (serviks), tuba falopi, dan ovarium
  • Tes pencitraan lain, CT scan atau MRI menyediakan gambar yang lebih detail daripada ultrasound dan dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi tertentu
  • Laparoskopi, membantu mendeteksi kondisi tertentu seperti endometriosis, kista ovarium, dan kehamilan ektopik dengan cara memasukkan selang kecil melalui sayatan kecil di bagian perut

Saat rasa sakit atau kram akibat menstruasi yang dialami sulit untuk diatasi, maka dokter dapat memberikan pengobatan, berupa:

  • Operasi, kram menstruasi yang disebabkan oleh penyakit seperti endometriosis atau fibroid memerlukan operasi atau bedah untuk mengobati kram menstruasi yang dialami
  • Hormon pengontrol kehamilan, pil KB mengandung hormon yang mencegah ovulasi dan mengurangi kram akibat menstruasi

Penghilang rasa sakit, obat penghilang rasa sakit yang dijual secara bebas, seperti paracetamol, ibuprofen atau naproxen sodium

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala menstruasi yang mengganggu Anda, seperti:

  • Berolahraga secara teratur dapat mengurangi rasa nyeri akibat menstruasi
  • Menghindari konsumsi garam dan kafein, serta tidak menggunakan tembakau dan meminum alkohol
  • Beristirahat ketika dibutuhkan saat sedang menstruasi
  • Memijat bagian perut dan punggung bawah
  • Konsumsi suplemen asam lemak omega-3, vitamin B-6, vitamin E, magnesium, dan vitamin B-1 ditemukan mampu mengurangi kram akibat menstruasi
  • Mengatasi stres yang dapat meningkatkan risiko kram akibat menstruasi
  • Berendam di air hangat atau meletakkan kantong pemanas atau botol berisi air hangat pada perut bagian bawah untuk meringankan kram akibat menstruasi
  • Mengonsumsi obat antisakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen, dan sebagainya

Beberapa kasus atau kondisi mengharuskan Anda untuk berkonsultasi ke dokter, karenanya kunjungi dokter bila Anda mengalami kondisi di bawah ini:

  • Belum menstruasi pada usia 15 tahun
  • Belum menstruasi tiga tahun setelah payudara tumbuh, atau payudara belum mulai tumbuh pada usia 13 tahun
  • Tidak menstruasi lebih dari 90 hari
  • Menstruasi yang tidak teratur setelah sebelumnya mengalami menstruasi rutin
  • Menstruasi sering terjadi dan tidak dalam kurun waktu 21-35 hari
  • Perdarahan dialami lebih dari 7 hari
  • Perdarahan lebih parah dibanding biasanya dan mengharuskan Anda mengganti pembalut setiap 1-2 jam
  • Menstruasi terjadi di tengah-tengah siklus menstruasi yang seharusnya
  • Nyeri yang parah saat menstruasi
  • Demam dan merasa sakit setelah menggunakan tampon

Sebelum menemui dokter untuk berkonsultasi mengenai gangguan menstruasi yang dirasakan, beberapa hal yang bisa dipersiapkan adalah:

  • Tuliskan masalah medis yang dimiliki dan tekanan yang dialami dalam kehidupan
  • Tuliskan semua obat, vitamin, atau suplemen lain yang dikonsumsi
  • Catat semua tanggal menstruasi Anda selama ini

Anda juga dapat menanyakan beberapa pertanyaan seputar gangguan menstruasi yang ingin ditanyakan pada dokter, seperti:

  • Apakah Anda harus menjalani tes-tes tertentu?
  • Apakah gejala yang dialami dapat berubah?
  • Apakah ada pengobatan dari rumah yang bisa dilakukan?
  • Apa penyebab dari gejala yang dialami?
  • Apakah ada brosur, website, atau materi-materi lain seputar gangguan menstruasi yang dialami?

Saat Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Di mana daerah yang terasa sakit?
  • Apakah gejala yang dialami mengganggu aktivitas sehari-hari yang dilakukan?
  • Bila Anda aktif dalam berhubungan seksual, apakah Anda merasa sakit saat melakukan hubungan intim?
  • Seberapa banyak perdarahan yang dialami saat menstruasi dan berapa lama pendarahan yang terjadi?
  • Pada usia berapa Anda mulai mengalami menstruasi?
  • Apakah Anda mengalami gejala lain selain kram, seperti muntah, diare, sakit kepala, mual, pusing, atau sakit di punggung?
  • Berapa jarak antar periode menstruasi dan berapa lama menstruasi Anda berlangsung?
  • Apakah ada anggota keluarga wanita yang mengalami gejala yang serupa?
  • Apa saja penanganan yang telah dilakukan? Apakah ada penanganan yang membantu?

Healthline. https://www.healthline.com/health/facts-statistics-menstruation#1
Diakses pada 26 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938
Diakses pada 26 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154699.php
Diakses pada 26 Agustus 2019

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/menstruation/article.htm

Diakses pada 19 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/menstruation.html
Diakses pada 26 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/periods/
Diakses pada 19 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/women/menstrual-cramps#1
Diakses pada 26 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/normal-period
Diakses pada 26 Agustus 2019

Artikel Terkait