Infeksi

Meningitis Virus

Diterbitkan: 08 Jan 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Meningitis Virus
Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang yang disebut meninges. Inflamasi meninges yang disebabkan oleh infeksi virus dinamakan meningitis virus. Jenis meningitis ini merupakan tipe yang paling umum terjadi.Tingkat keparahan meningitis virus cenderung lebih ringan dibandingkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri (meningitis bakterialis). Penderita meningitis akibat infeksi virus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus.Akan tetapi, pada bayi berusia di bawah 1 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, meningitis virus dapat memicu komplikasi serius hingga berujung fatal.
Meningitis Virus
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala meningitis virus serupa dengan meningitis bakterialis. Namun gejalanya cenderung lebih ringan dan mengalami pemburukan dalam waktu yang lebih lama.

Gejala umum meningitis virus

Gejala yang umumnya dikeluhkan oleh penderita meningitis virus meliputi:

Gejala meningitis virus pada bayi

Bila terjadi pada bayi, gejala meningitis virus bisa berupa:
  • Demam
  • Menjadi lebih cengeng
  • Tidak mau menyusu
  • Tampak lemas dan tidak berenergi
  • Tampak mengantuk atau sulit dibangunkan
Pada sebagian besar orang, gejala penyakit ini akan membaik dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.
Sesuai namanya, penyebab meningitis virus adalah infeksi virus yang menyerang meninges. Virus yang paling sering menyebabkan kondisi ini meliputi:
  • Enterovirus

Enterovirus merupakan penyebab tersering meningitis virus. Virus ini kebanyakan menyerang anak-anak.
  • Herpes virus

Herpes virus merupakan penyebab umum meningitis virus pada remaja dan orang dewasa. Jenis herpes virus yang paling banyak memicu meningitis adalah herpes simplex virus tipe 2 (HSV-2).
  • Mumps virus dan measles virus

Kedua virus ini dapat menyebabkan meningitis pada orang-orang yang tidak menerima vaksin MMR (measles-mumps-rubella) secara lengkap.
  • Flavivirus

Beberapa virus jenis flavivirus juga dapat menyebabkan meningitis. Misalnya, West Nile virus, Japanese B encephalitis, dan tick-borne encephalitis.Virus ini dapat menginfeksi binatang seperti burung dan tikus, dan ditularkan ke manusia oleh kutu atau nyamuk.
  • Human immunodeficiency virus (HIV)

Virus ini dapat menyebabkan meningitis pada tahap awal infeksi HIV.
Diagnosis meningitis virus dapat ditegakkan dengan pengambilan dan pemeriksaan sampel cairan serebrospinal (cairan otak dan tulang belakang). Sampel ini akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.Dokter juga bisa merekomendasikan pemeriksaan darah, feses, atau cairan tubuh lainnya guna menentukan virus penyebab meningitis.
Pada sebagian besar kasus, tidak diperlukan penanganan khusus untuk meningitis virus. Sebagain besar pencerita meningitis virus ringan akan sembuh dalam 7 hingga 10 hari tanpa pengobatan.Akan tetapi, obat anti virus mungkin diperlukan bagi pasien dengan meningitis akibat infeksi herpes virus dan influenza virus. Sementara pasien dengan meningitis virus yang parah memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.
Hingga saat ini, vaksin untuk mencegah infeksi enterovirus yang menjadi penyebab tersering meningitis virus, belum tersedia. Namun beberapa upaya pencegahan di bawah ini dapat Anda lakukan untuk menjauhi penyakit ini:
  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Lakukan proses cuci tangan setidaknya selama 20 detik, terutama setelah mengganti popok atau menggunakan toilet, maupun sebelum makan dan menyiapkan makanan.
  • Hindari kontak dekat dengan penderita, seperti menyentuh atau berjabat tangan.
  • Gunakan desinfektan untuk membersihkan permukaan barang atau tempat tertentu yang sering disentuh oleh penghuni rumah.
  • Beristirahat di rumah apabila Anda sakit.
  • Jangan membiarkan anak ke sekolah ketika ia sakit.
  • Pastikan imunisasi Anda dan anak Anda lengkap.
  • Hindari gigitan nyamuk maupun serangga lain.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala meningitis. Pasalnya, beberapa jenis meningitis merupakan kondisi medis yang berbahaya. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah gejala tersebut memburuk secara cepat?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait meningitis virus?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis meningitis virus. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat
CDC. https://www.cdc.gov/meningitis/viral.html
Diakses pada 8 Januari 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/meningitis/viral-meningitis
Diakses pada 8 Januari 2020
Meningitis Research Foundation. https://www.meningitis.org/meningitis/what-is-meningitis/causes/viral-meningitis
Diakses pada 8 Januari 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/meningitis/guide/viral-meningitis/
Diakses pada 8 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Gejala Ebola, Penyakit Infeksi Virus yang Mematikan

Ebola termasuk infeksi yang langka, namun mematikan. Ebola sulit dideteksi karena gejalanya mirip dengan penyakit infeksi lain. Salah satu gejala yang membedakan adalah pendarahan yang dialami penderita.Baca selengkapnya
Ebola sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan penyakit infeksi lain, seperti flu dan malaria

Mengenal Pemeriksaan TORCH demi Kesehatan Janin dalam Kandungan

Pemeriksaan TORCH dilakukan untuk mendeteksi infeksi pada ibu hamil. Jangan pernah meremehkan pemeriksaan TORCH. Sebab, prosedur ini bisa mencegah penularan infeksi pada janin dalam kandungan. Kenalilah prosedur tersebut hingga langkah-langkah persiapannya.
26 Feb 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Pemeriksaan TORCH dapat mendeteksi beberapa infeksi pada ibu hamil.

Waspadai Cacar Air pada Ibu Hamil yang Juga Dapat Membahayakan Janin

Cacar air pada ibu hamil jangan dianggap sepele karena dapat menyebabkan risiko komplikasi yang serius pada ibu maupun janin. Kenali lebih jauh mengenai cacar air pada ibu hamil.
20 May 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Cacar air pada ibu hamil yang terjadi beberapa hari sebelum persalinan dapat menyebabkan komplikasi pada bayi