Kepala

Meningitis Tuberkulosis

14 Apr 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Meningitis Tuberkulosis
Meningitis tuberkulosis adalah infeksi pada selaput meninges akibat komplikasi TBC yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat.Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang biasanya menyerang paru-paru. Penyakit ini sering disingkat TB atau TBC di Indonesia.TBC disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar lewat percikan air ketika penderita batuk atau bersin.Jika TBC tidak diobati dengan benar, bakteri dapat menyebar lewat aliran darah dan menginfeksi organ serta jaringan lain. Salah satunya otak yang kemudian memicu meningitis tuberkulosis.Bakteri dari paru-paru akan melakukan perjalanan ke meninges, yaitu selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.Meningitis TB dapat terjadi sebagai satu-satunya gejala infeksi TB atau bersamaan dengan infeksi paru atau TB ekstrapulmoner lainnya.Meningitis dapat menyebabkan kematian dan kecacatan yang parah, terutama pada pasien yang juga mengidap HIV. Keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan merupakan faktor yang memengaruhi tingginya angka kematian dari penyakit ini.Apabila didiagnosis lebih awal, meningitis tuberkulosis dapat disembuhkan dengan pemberian obat antituberkulosis dari dokter. 
Meningitis Tuberkulosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Paru
GejalaBatuk kronis, demam, leher kaku
Faktor risikoImun lemah, konsumsi alkohol berlebih, penggunaan narkoba
Metode diagnosisLumbal pungsi, biopsi, kultur darah
PengobatanPemberian obat-obatan
ObatIsoniazid, rifampisin, pirazinamid
KomplikasiKejang, gangguan pendengaran, kerusakan otak
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala atau memiliki faktor risiko meningitis TB
Gejala meningitis tuberkulosis bisa berupa:

Gejala awal

Sama halnya dengan TB paru pada umumnya, gejala meningitis tuberkulosis bisa berupa:Namun ketika penyakit ini berkembang menjadi lebih parah, gejalanya pun akan menjadi lebih serius.

Gejala tahap lanjut

  • Rasa tidak enak badan (malaise)
  • Leher kaku
  • Sakit kepala
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Tampak kebingungan atau disorientasi
  • Mual dan muntah
  • Pingsan atau penurunan kesadaran
  • Lesu
  • Mudah marah
 
Penyebab meningitis tuberkulosis adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini masuk ke tubuh ketika seseorang menghirup percikan air dari batuk atau bersin penderita TBC.Bakteri tuberkulosis terdapat dalam tubuh penderita dan bisa saja tidak menimbulkan gejala karena sistem imun tubuh yang baik. Kondisi ini disebut TB laten.Tetapi saat kekebalan tubuh menurun, bakteri TB akan menginfeksi tubuh dan menimbulkan gejala. Inilah yang dikenal dengan TB aktif. 

Faktor risiko meningitis tuberkulosis 

Beberapa kondisi di bawah ini dapat meningkatkan risiko terjadinya meningitis tuberkulosis karena sistem imun yang menurun:
  • Tidak menjalani vaksin BCG
  • Mengidap HIV/AIDS
  • Mengonsumsi alkohol
  • Mengalami diabetes melitus
  • Mengidap kanker atau menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker
  • Menggunakan beberapa obat tertentu, seperti obat rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, dan psoriasis
  • Menggunakan imunosupresan untuk menekan sistem imun pada pasien transplantasi organ
  • Malnutrisi
  • Usia yang terlalu muda atau terlalu tua
  • Bekerja di fasilitas perawatan untuk pasien TB
  • Berinteraksi dekat dengan penderita TB, misalnya tinggal serumah
  • Melakukan perjalanan ke beberapa daerah dengan angka kasus TB yang tinggi, seperti Asia, Afrika, Eropa Timur, Rusia, Amerika Latin, serta Kepulauan Karibia
  • Minimnya perawatan medis karena berasal dari keluarga kurang mampu
  • Menyalahgunakan narkoba
  • Menggunakan tembakau, baik dalam bentuk rokok atau lainnya
 
Untuk memastikan diagnosis meningitis tuberkulosis, dokter akan melakukan langkah pemeriksaan berupa:
  • Tanya jawab mengenai gejala maupun riwayat medis pasien serta keluarga.
  • Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda TBC dan meningitis tuberkulosis
  • Lumbal pungsi (spinal tap) dengan mengambil cairan dari tulang belakang dan mengujinya di laboratorium
  • Biopsi selaput otak, yaitu pengambilan sampel jaringan dari meninges (selaput otak)
  • Kultur darah
  • Rontgen dada
  • CT scan kepala
  • Tes kulit untuk tuberkulosis
 
Pengobatan meningitis tuberkulosis biasanya dilakukan selama enam hingga 12 bulan. Obat harus dikonsumsi rutin sesuai dengan anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan tanpa diskusi dengan dokter.Obat yang umumnya dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Isoniazid
  • Rifampisin
  • Pirazinamid
  • Etambutol
  • Streptomisin (sebagai pengganti isoniazid untuk dewasa)
  • Dexametason (dengan penurunan dosis setiap minggu)
Pada dua bulan pertama, jenis obat yang diminum adalah isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol untuk pasien anak-anak atau streptomisin untuk pasien dewasa. Lalu pada bulan berikutnya, pasien hanya mengonsumsi isoniazid dan rifampisin.Namun bila etambutol tidak memberikan hasil yang efektif, dokter biasanya akan menggantinya dengan fluoroquinolone. Contohnya, moxifloxacin atau levofloxacin.Sementara untuk pasien TB yang mengalami resistansi antibiotik, perlu konsultasi dengan dokter mengenai pemilihan obat yang tepat. Dokter juga mungkin meresepkan steroid.Obat steroid diberikan untuk mengurangi komplikasi terkait meningitis tuberkulosis. Dalam beberapa kasus, penderita meningitis TB mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. 

Komplikasi meningitis tuberkulosis

Jika tidak segera ditangani, meningitis tuberkulosis dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan bahkan mengancam jiwa. Komplikasi-komplikasi tersebut meliputi:
  • Kejang
  • Gangguan pendengaran
  • Peningkatan tekanan di otak
  • Kerusakan otak
  • Stroke
  • Kematian
 
Cara mencegah meningitis tuberkulosis dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Melakukan vaksin BCG, khususnya untuk anak-anak dan orang yang berisiko tinggi mengalami meningitis TB
  • Menjaga agar sistem imun tubuh selalu sehat
  • Mengobati infeksi TB, baik yang aktif maupun laten
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
  • Tetap di rumah ketika sakit
  • Memakai masker ketika bepergian atau merawat orang sakit
  • Membentuk ventilasi udara yang baik di rumah
 
Gejala awal meningitis tuberkulosis mungkin sering diabaikan karena serupa dengan gejala penyakit pada umumnya. Namun Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami:
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Keringat pada saat malam hari
  • Batuk berkepanjangan
  • Sakit kepala yang tidak biasa
Untuk orang yang memiliki faktor risiko penyakit ini, mereka sebaiknya menjalani skrining TB laten. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait meningitis tuberkulosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis meningitis tuberkulosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4121465/
Diakses pada 2 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/meningitis-tuberculosis
Diakses pada 2 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/diagnosis-treatment/drc-20351256
Diakses pada 2 Oktober 2019
Meningitis Now. https://www.meningitisnow.org/meningitis-explained/what-is-meningitis/types-and-causes/tb-meningitis/
Diakses pada 2 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email