Meningioma adalah tumor jinak yang muncul pada meninges
Meningioma tidak dapat dicegah dan sering menyerang wanita dewasa.

Meningioma adalah tumor jinak yang muncul pada meninges atau selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningioma merupakan jenis tumor di area kepala yang paling umum ditemukan.

Kebanyakan meningioma terjadi pada wanita dewasa, namun tidak menutup kemungkinan jika meningoma terjadi pada usia berapa pun. Meningioma seringkali tidak ditandai dengan gejala-gejala khusus karena tumor ini tumbuh lambat dan sebanyak 90% jinak atau bukan kanker. Oleh karena itu, seringkali meningioma baru ditemukan saat usia lanjut

Karena sebagian besar meningioma tumbuh sangat lambat, gejala yang ditimbulkan juga diketahui secara bertahap, bahkan tanpa gejala pada awalnya. Gejala umum yang ditimbulkan, diantaranya adalah:

  • Sakit kepala yang semakin memburuk
  • Kejang
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda
  • Lemas pada bagian lengan dan kaki
  • Kebas atau baal
  • Gangguan berbicara
  • Gangguan memori
  • Gangguan penciuman

Penyebab meningioma tidak diketahui secara pasti, namun ada dua faktor risiko yang diketahui, yaitu:

  • Paparan radiasi
  • Neurofibromatosis tipe 2, suatu kelainan genetik yang melibatkan system saraf

Cedera juga diduga menjadi faktor risiko meningioma, meski hal tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Beberapa kasus menunjukkan meningioma ditemukan di lokasi selaput sekitarnya telah terluka dan menjadi jaringan parut.

Wanita usia pertengahan (antara 45-65 tahun) memiliki kemungkinan dua kali lebih besar dibandingkan pria untuk menderita meningioma. Kebanyakan meningioma terjadi pada usia 30-70 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak.

Meningioma jarang terdiagnosis sebelum gejala timbul. Jika gejala menunjukan kemungkinan tumor, dokter akan melakukan pemindaian otak MRI atau CT scan. Pemeriksaan ini akan membantu dokter menemukan meningioma dan menentukan ukurannya. Biopsi juga dapat dilakukan dengan cara mengangkat sebagian atau seluruh tumor untuk menentukan tumor tersebut jinak atau ganas.

Jika tumor tidak menyebabkan gejala apapun, dokter hanya akan melakukan observasi. Pemindaian otak rutin dilakukan untuk menentukan perkembangan tumor.

Namun jika pertumbuhan tumor mengancam dan menyebabkan masalah, atau jika gejala terus berkembang, pembedahan mungkin dilakukan.

Kraniotomi, salah satu prosedur operasi tengkorak, biasanya dilakukan dokter untuk mengidentifikasi bagian otak yang terganggu. Prosedur ini melibatkan pengambilan sepotong tulang dari tengkorak. Dokter kemudian akan mengangkat tumor dan tulang yang dilepas pada awal prosedur akan diganti dengan tulang lain.

Jika meningioma berada di lokasi yang tidak dapat dioperasi, terapi radiasi dapat digunakan. Radiasi dapat mengecilkan tumor atau membantu mencegahnya tumbuh lebih besar.

Tidak ada tindakan pencegahan khusus yang direkomendasikan untuk meningioma.

Sebagian besar meningioma berkembang perlahan, namun terkadang meningioma membutuhkan perawatan darurat. Segera hubungi dokter jika Anda memiliki gejala berikut:

  • Serangan kejang tiba-tiba
  • Perubahan penglihatan, pendengaran, penciuman, atau memori secara tiba-tiba

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan janji Anda dengan dokter, antara lain:

  • Pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan sebelumnya seperti membatasi diet atau lainnya
  • Tuliskan gejala apapun yang Anda alami
  • Tuliskan informasi pribadi utama Anda, seperti stres atau perubahan hidup baru-baru ini
  • Buatlah daftar semua obat, vitamin, suplemen yang Anda sedang konsumsi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningioma/symptoms-causes/syc-20355643
Diakses pada 2 November 2018

Web MD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/meningioma-causes-symptoms-treatment#1
Diakses pada 2 November 2018

 

Artikel Terkait