Kanker

Melanoma Kuku

25 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Melanoma Kuku
Subungual melanoma atau melanoma kuku adalah salah satu jenis kanker yang muncul di jaringan dasar kuku.Melanoma merupakan jenis kanker yang berkembang dalam sel yang disebut melanosit. Melanosit adalah sel yang memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.Penyakit yang juga disebut melanoma subungual ini paling sering ditemukan pada jempol tangan atau kaki. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jari-jari lain juga bisa mengalaminya.Melanoma pada kuku sering salah didiagnosis sebagai infeksi jamur. Pasalnya, gejala perubahan warna dan tekstur kuku yang serupa pada kedua penyakit ini.Melanoma subungual merupakan jenis kanker yang relatif jarang terjadi daripada kanker kulit lainnya. Meski begitu, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius.Oleh karena itu, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala melanoma kuku. Dengan ini, Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. 
Melanoma Kuku
Dokter spesialis Kulit, Onkologi
GejalaGaris cokelat atau hitam di bawah kuku, memar yang tidak sembuh-sembuh
Faktor risikoFaktor keturunan, pernah mengalami trauma pada jari
Metode diagnosisBiopsi kuku
PengobatanObat-obatan, kemoterapi, terapi radiasi
ObatObat-obatan kemoterapi
KomplikasiAmputasi jari tangan atau kaki
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala melanoma kuku
Secara umum, gejala melanoma kuku meliputi:
  • Garis cokelat atau hitam di bawah kuku kaki atau tangan, yang bukan disebabkan oleh cedera
  • Garis lengkung di dasar kuku yang bertambah besar
  • Memar di kuku yang tidak kunjung hilang
  • Kuku tangan atau kaki yang terpisah dari dasar kuku
  • Kulit yang menggelap di sekitar kuku
  • Kuku berdarah atau berkembang menjadi nodul
  • Penipisan, retak, atau distorsi lempeng kuku
 
Sampai sekarang, penyebab melanoma kuku belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko melanoma kuku tersebut meliputi:
  • Pernah mengalami trauma pada jari tangan atau kaki
  • Faktor keturunan, seperti yang memiliki kondisi herediter xeroderma pigmentosa (sensitivitas ekstrem terhadap radiasi ultraviolet)
  • Memiliki tahi lalat
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk orang yang pernah menjalani transplantasi organ dan penderita HIV/AIDS
  • Paparan sinar matahari langsung
Baca juga: Tahi Lalat Normal vs Tahi Lalat yang Berbahaya, Ini Cara Mengenalinya 
Diagnosis melanoma kuku dilakukan dengan metode pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi kuku pasien dengan saksama.
  • Biopsi kuku

Jenis biopsi kuku yang dilakukan adalah biopsi pukulan. Dokter akan menggunakan tabung dengan ujung yang tajam dan bekerja seperti pemotong kue untuk mengambil sedikit sampel.Sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker. Biopsi juga dapat digunakan untuk menyingkirkan kondisi lain, seperti infeksi jamur.Jika dokter memastikan diagnosisnya adalah melanoma, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani beberapa tes lanjutan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar atau tidak. 
Cara mengobati melanoma kuku umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa langkah penanganan yang biasanya disarankan dokter meliputi:
  • Kemoterapi yang diberikan secara sistemik melalui vena atau langsung ke tumor
  • Terapi radiasi atau radioterapi, terutama sebagai pengobatan paliatif untuk mengurangi rasa sakit
  • Imunoterapi yang bertujuan merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel-sel kanker
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
Jika tidak ditangani dengan optimal, melanoma kuku dapat menyebabkan komplikasi serius berupa amputasi jari tangan atau kaki. Langkah ini dibutuhkan untuk mencegah penyebaran sel kanker melanoma ke bagian tubuh lain.Baca juga: Jenis Kanker Kulit Mana yang Lebih Bahaya, Karsinoma atau Melanoma? 
Cara mencegah melanoma kuku belum diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Memakai perlengkapan pengaman jari tangan dan kaki saat olahraga dan melakukan aktivitas lainnya untuk mencegah cedera
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan jari tangan maupun kaki
  • Memeriksakan kondisi kaki dan tangan secara rutin untuk memperhatikan ada todaknya perubahan yang abnormal
 
Jika Anda memiliki tanda atau gejala melanoma kuku, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait melanoma kuku?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis melanoma kuku agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Dermnet NZ. https://dermnetnz.org/topics/melanoma-of-nail-unit/
Diakses pada 25 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/subungual-melanoma
Diakses pada 25 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319100
Diakses pada 25 Agustus 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/subungual-melanoma-1069379
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email