Megakolon

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Reni Utari

Pengertian Megakolon

Megakolon adalah peregangan dan pelebaran usus besar yang tidak normal. Definisi dari megakolon bervariasi. Namun, ukuran diameter usus yang lebih dari 12 cm, bisa disebut sebagai megakolon. Megakolon dibagi menjadi 3 kategori yaitu megakolon akut, megakolon kronik dan megakolon toksik. 

Megakolon toksik merupakan kondisi langka yang terjadi, ketika adanya pelebaran dari usus besar, dan berkembang dalam beberapa hari, serta dapat membahayakan nyawa. Kondisi ini dapat disebabkan sebagai komplikasi penyakit radang usus menahun, seperti penyakit Crohn

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dari megakolon: 

  • Perut kembung dan nyeri 
  • Mual 
  • Konstipasi yang berkepanjangan
  • Sakit atau tekanan pada rektum

Gejala megakolon toksik:

  • Sakit perut 
  • Perut kembung 
  • Perut terasa nyeri saat ditekan
  • Demam 
  • Detak jantung cepat 
  • Syok 
  • Diare parah dan dapat disertai dengan darah 
  • Nyeri saat buang air besar

 

Penyebab

Penyebab dari megakolon toksik adalah radang usus menahun atau inflammatory bowel disease (IBD). Peradangan tersebut menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada bagian saluran pencernaan. Kondisi ini dapat menyakitkan dan menyebabkan kerusakan permanen pada usus besar dan usus halus. Megakolon toksik juga dapat disebabkan oleh infeksi seperti clostridium difficile colitis

Megakolon toksik terjadi ketika peradangan usus menyebabkan usus membesar, dilatasi dan menggelembung. Ketika hal ini terjadi, usus tidak dapat menghilangkan gas atau kotoran dari tubuh. Jika gas dan kotoran menumpuk di usus, maka usus besar dapat pecah. Pecahnya usus besar dapat membahayakan nyawa. Jika usus pecah, bakteri yang biasanya ada di rongga usus, akan tersebar ke perut. 

Megakolon akut (megakolon pseudo-obstruksi) dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit, gangguan metabolik dan hormon (hipotiroid dan hiperparatiroid), pengobatan tertentu, penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD), dan infeksi. 

Megakolon kronik dapat disebabkan oleh penyakit Chagas, penyakit Parkinson, neuropati diabetik (penyakit saraf akibat kencing manis), amiloidosis, dan kelainan kongenital (akibat  faktor genetik atau keturunan).

Diagnosis

Dokter akan menanyakan frekuensi penderita buang air besar. Informasi mengenai riwayat konstipasi, nyeri perut, serta obat yang sering dikonsumsi perlu disampaikan kepada dokter. Dokter akan melakukan tes untuk memeriksa kinerja otot rektum. 

Pemeriksaan radiologis seperti CT scan atau x-ray dapat direkomendasikan. Penderita akan diminta untuk minum dengan cairan khusus sebelum menjalani pemeriksaan radiologis, untuk membantu dokter melihat kondisi usus dengan jelas. 

Dokter juga dapat mengambil jaringan dari usus dan memeriksanya. Prosedur ini disebut biopsi. Megakolon ditangani dengan operasi, untuk menghilangkan bagian usus yang tidak bekerja dengan selayaknya. Pemeriksaan lain yang dapat dianjurkan adalah tes darah lengkap dan elektrolit darah.

Pengobatan

Pengobatan megakolon toksik biasanya melibatkan operasi. Kondisi ini memerlukan tatalaksana medis segera di rumah sakit. Penderita akan mendapatkan cairan untuk mencegah syok sepsis. Syok sepsis adalah kondisi membahayakan nyawa yang terjadi, ketika infeksi di dalam tubuh menyebabkan tekanan darah menurun drastis. 

Ketika tekanan darah stabil, operasi direkomendasikan untuk mengatasi megakolon toksik. Dalam beberapa kasus, megakolon toksik dapat menyebabkan robekan atau perforasi pada usus. 

Robekan ini harus diatasi untuk mencegah bakteri dari usus menyebar ke seluruh tubuh. Bahkan jika tidak ada perforasi (lubang) sekalipun, jaringan dari usus dapat melemah atau rusak, dan perlu dihilangkan. Tergantung dari tingkat kerusakan, penderita mungkin perlu menjalani prosedur kolektomi (pemotongan bagian usus yang sakit). 

Prosedur ini melibatkan pengangkatan usus besar seluruhnya atau sebagian. Penderita harus mengonsumsi antibiotik saat dan setelah operasi. Antibiotik akan membantu mencegah infeksi serius seperti sepsis. Sepsis menyebabkan reaksi serius pada tubuh yang mengancam nyawa. 

Operasi juga dapat dianjurkan untuk mengatasi megakolon akut dan kronik, selain pemberian pengobatan yang sesuai dengan penyebab megakolon itu sendiri. Misalnya, melalui perbaikan kadar elektrolit dalam darah atau pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.

Pencegahan

Megakolon dapat merupakan komplikasi dari IBD atau infeksi. Jika mengalami kondisi ini, penderita harus mengikuti nasihat dokter. Hal ini termasuk mengubah gaya hidup dan mengonsumsi obat tertentu. Ikuti nasihat dokter untuk membantu mengontrol gejala, mencegah infeksi dan mengurangi kemungkinan berkembangnya megakolon toksik.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera temui dokter apabila Anda mengalami kondisi ini.

  • Diare atau konstipasi berkepanjangan
  • Nyeri saat BAB atau nyeri perut yang hebat
  • Diare berdarah
Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/cg/megacolon.html
Diakses pada 13 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/toxic-megacolon
Diakses pada 13 Februari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/180872-overview
Diakses pada 13 Februari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/180955-overview
Diakses pada 13 Februari 2019

Back to Top