Mata Malas

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Mata malas ditandai dengan mata yang tidak sinkron, kebiasaan menyipitkan mata, serta persepsi kedalaman yang buruk.
Mata juling merupakan salah satu penyebab dari kondisi mata malas.

Pengertian Mata Malas

Mata malas disebabkan oleh perkembangan penglihatan visual yang tidak normal pada awal kehidupan. Diagnosis awal dan perawatan dini dapat membantu mencegah masalah jangka panjang pada penglihatan anak. Mata malas biasanya dapat diatasi dengan kacamata atau lensa kontak atau penutup mata, dan kadangkala memerlukan operasi.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

  • Mata yang terlihat tidak sinkron
  • Persepsi menilai kedalaman yang buruk (kesulitan melihat obyek dalam bentuk 3 dimensi)
  • Menyipitkan atau menutup mata
  • Memiringkan kepala
  • Hasil tes skrining yang tidak normal

Penyebab

Seringkali diasumsikan bahwa anak-anak mempunyai kemampuan penglihatan yang sama dengan orang dewasa. Yang sebenarnya terjadi adalah anak-anak masih belajar bagaimana untuk melihat. Otak anak-anak masih dalam tahap perkembangan untuk belajar cara menginterpretasikan sinyal yang dikirimkan dari mata ke otak. Biasanya proses belajar ini terjadi pada usia 3-5 tahun sampai seorang anak dapat melihat sama jelasnya dengan orang dewasa. Pada usia 7 tahun fungsi penglihatan di otak anak-anak baru berkembang dengan sempurna.

Jika sesuatu mempengaruhi bagaimana mata melihat saat otak anak sedang berkembang, sinyal ke otak akan terganggu. Otak akan mulai ‘menghiraukan’ gambaran tidak jelas yang dilihat oleh mata tersebut dan berakibat terjadinya mata malas. Pada kebanyakan anak, hal ini terjadi karena terdapat masalah pada salah satu mata sehingga otak akan bergantung ke mata yang lebih sehat. Kondisi ini membuat mata yang lebih lemah tersebut semakin malas.

Keadaan apapun yang membuat mata anak menjadi buram atau membuat mata melihat juling ke dalam dan keluar akan menyebabkan mata malas. Penyebab umum terjadinya kondisi ini adalah:

  • Mata juling (strabismus). Penyebab umum mata malas adalah karena adanya ketidakseimbangan otot yang bekerja untuk memposisikan mata. Ketidakseimbangan ini menyebabkan mata juling ke dalam atau ke luar, sehingga mata tidak dapat memfokuskan pandangan ke arah yang bersamaan.
  • Perbedaan ketajaman mata (refractive anisomestropia). Contoh kasusnya adalah pada mata buram dekat atau astigmat (silindris).
  • Penurunan penglihatan mata. Jika ada masalah pada salah satu mata, seperti katarak, maka dapat menurunkan fungsi mata untuk melihat dengan jelas.

Faktor risiko

  • Kelahiran prematur
  • Berat lahir rendah
  • Riwayat keluarga dengan mata malas
  • Gangguan perkembangan

Pengobatan

Perawatan seringkali efektif tetapi proses bertahap memakan banyak waktu dan paling efektif pada usia <8 tahun. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan:

  • Penggunaan kacamata untuk mengoreksi permasalahan fokus mata
  • Memakai penutup mata pada mata yang sehat untuk merangsang mata yang lemah. Penutup mata digunakan 2-6 jam per hari.
  • Menggunakan filter (bangerter filter) pada kacamata didepan mata yang sehat. Tujuannya sama dengan memakai penutup mata, yaitu merangsang mata yang lemah.
  • Menetskan atropine (Isopto Atropine) pada mata yang sehat sehingga pandangan menjadi buram. Hal ini dilakukan agar anak mengggunakan mata yang lemah untuk melihat.
  • Pembedahan untuk memperbaiki otot mata
Referensi

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lazy-eye/symptoms-causes/syc-20352391
Diakses pada 16 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lazy-eye/
Diakses pada 16 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lazy-eye/
Diakses pada 16 Oktober 2018.

Back to Top