Mata lelah sering terjadi setelah mata digunakan secara intens atau terlalu lama

Mata lelah merupakan kondisi yang sering terjadi setelah mata digunakan secara intens, misalnya setelah menatap komputer atau gawai terlalu lama. Pada umumnya mata lelah bukanlah kondisi yang serius. Mata dapat kembali segar dengan beristirahat atau tidur.

Beberapa gejala mata lelah yang bisa Anda rasakan, yaitu:

  • Mata terasa nyeri, pegal, lelah
  • Mata menjadi kering atau berair
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Sulit memfokuskan pandangan
  • Nyeri pada leher, bahu, atau punggung
  • Beberapa orang juga dapat mengalami mual, migrain, atau otot wajah berkedut.

Penyebab umum mata lelah adalah berbagai aktivitas yang menggunakan mata secara intens, seperti:

  • Bekerja di depan komputer terlalu lama.
  • Menggunakan gawai terlalu lama.
  • Bermain game komputer/televisi terlalu lama.
  • Menatap objek dalam kondisi yang terlalu gelap atau terlalu terang.
  • Paparan terhadap cahaya yang terlalu terang.
  • Paparan terhadap angin yang kering dari kipas angin atau pendingin ruangan.
  • Membaca terus-menerus.
  • Ukuran kacamata yang tidak pas.
  • Menyetir jarak jauh.
  • Menderita mata kering (dry eyes) atau kelainan refraksi yang tidak diperbaiki.
  • Stres atau terlalu lelah.
  • Kurang tidur.

Mata menjadi lelah saat frekuensi kedipan mata berkurang. Dalam keadaan normal, mata dapat berkedip hingga 18 kali per menit, dan ini berguna untuk membasahi mata kembali dengan air mata. Tapi jika kedipan mata berkurang, mata akan menjadi kering, gatal, dan terasa panas.

Diagnosis mata lelah dilakukan setelah melalui wawancara terarah dengan pasien dan ditunjang dengan pemeriksaan mata.

Pada umumnya istirahat sudah cukup untuk mengatasi mata lelah. Namun, jika kondisi terlalu berat atau terdapat penyakit/kondisi lain, pengobatan medis mungkin diperlukan, seperti:

  • Kaca mata
  • Lensa kontak
  • Obat tetes mata
  • Operasi refraktif.

Beberapa tips untuk mencegah mata lelah, antara lain:

  • Gunakan air mata palsu untuk menyegarkan mata kembali jika terasa kering.
  • Saat menggunakan komputer, gawai, atau televisi gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke suatu objek yang jaraknya 20 kaki dari Anda (6 meter).
  • Tidak membaca terlalu dekat.
  • Posisikan pencahayaan ruangan dengan baik. Hindari pancaran sinar langsung ke mata Anda.
  • Beri jarak komputer atau gawai setidaknya sepanjang lengan bawah Anda, sekitar 50 sentimeter
  • Gunakan kursi yang mudah diatur selama Anda bekerja di depan layar komputer.
  • Periksakan mata Anda secara teratur ke dokter mata, setidaknya setiap 6 bulan.
  • Kompres mata dengan air hangat untuk memberikan efek relaksasi.

Mata lelah pada umumnya bukan kondisi serius. Tetapi jika gejala mata lelah disertai dengan sakit kepala, pandangan kabur, atau gangguan penglihatan, segera periksakan diri ke dokter.

Jika Anda perlu memeriksakan diri ke dokter, berikut beberapa informasi yang dapat Anda persiapkan:

  • Gejala yang Anda alami dan sejak kapan.
  • Kebiasaan atau aktivitas sehari-hari.
  • Obat atau suplemen yang rutin dikonsumsi.
  • Kondisi atau penyakit mata yang diderita.
  • Resep kacamata terbaru jika Anda menggunakan kacamata.

Dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti:

  • Gejala apa saja yang Anda alami.
  • Apa yang sudah Anda coba lakukan untuk mengatasi mata lelah.
  • Pekerjaan atau aktivitas Anda sehari-hari.
  • Kebiasaan menggunakan komputer, gawai, televisi.
  • Apakah Anda menggunakan kacamata.
  • Kapan terakhir kali Anda memeriksa mata.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-fatigue-causes-symptoms-treatment#2
Diakses 1 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/asthenopia#prevention
Diakses 1 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eyestrain/diagnosis-treatment/drc-20372403
Diakses 1 November 2019

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/eye_strain/article.htm#is_it_possible_to_prevent_eye_strain
Diakses 1 November 2019

Artikel Terkait