Kulit & Kelamin

Mata Ikan

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mata Ikan
Mata ikan serupa dengan kapalan, namun biasanya lebih keras, lebih kecil, dan lebih menyakitkan.
Mata ikan adalah kulit yang menebal dan mengeras akibat tekanan atau gesekan kulit yang terjadi berulang-ulang. Mata ikan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mirip dengan kapalan atau kalus. Namun biasanya mata ikan lebih keras, kecil, dan menyakitkan.Mata ikan, disebut juga sebagai klavus atau corn biasanya terjadi di kaki dan tidak berbahaya. Empat kali lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria. Hal ini terjadi karena wanita terkadang menggunakan sepatu hak tinggi yang menyebabkan tekanan pada ibu jari kaki.Walaupun kaki merupakan daerah yang rentan, tapi mata ikan juga dapat muncul di tangan, jari atau di tempat lain yang sering tergesek atau tertekan. 
Mata Ikan
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit kaki menebal, teraba benjolan pada kulit, terasa nyeri
Faktor risikoMemakai sepatu yang tidak pas, tidak menggunakan kaos kaki saat memakai sepatu, penggunaan sepatu hak tinggi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanPerawatan rumahan, obat-obatan, operasi
ObatAsam salisilat krim, antibiotik
Kapan harus ke dokter?Jika sakit yang semain memburuk, pembengkakan, kemerahan pada area mata ikan
Gejala mata ikan mirip dengan kapalan, yaitu berupa:
  • Bercak tebal dan keras pada kulit
  • Benjolan di kulit
  • Area kulit yang kering dan bersisik
  • Rasa tidak nyaman atau sakit di area yang terkena
Meskipun gejalanya mirip, mata ikan dan kapalan adalah dua kondisi yang berbeda. Mata ikan lebih kecil dari kapalan dan bagian tengahnya keras serta dikelilingi kulit yang meradang.Mata ikan juga biasanya terjadi pada bagian kaki yang tidak menahan beban, misalnya di ibu jari bagian atas atau samping, bahkan di antara jari kaki. Rasa nyeri juga lebih terasa pada mata ikan.Sementara itu, kapalan jarang sekali menimbulkan nyeri. Selain itu, ukuran dan bentuk kapalan bervariasi dan lebih besar dari mata ikan.

Jenis mata ikan

Mata ikan terdiri dari beberapa jenis, yaitu mata ikan keras, lunak, dan benih mata ikan.
  • Mata ikan keras:
    Jenis mata ikan ini ditandai dengan area kulit kecil dan padat di daerah kulit yang tebal, seperti di jari kaki.
  • Mata ikan lunak:
    Mata ikan lunak berwarna putihan atau abu-abu dan memiliki tekstur yang lebih lembut dan kenyal. Mata ikan lunak biasanya muncul di antara jari-jari kaki.
  • Benih mata ikan:
    Mata ikan ini berukuran kecil dan biasanya terbentuk di bagian bawah kaki.
 
Mata ikan bisa muncul akibat gesekan berulang yang menimbulkan tekanan atau iritasi pada kulit. Penebalan kulit pada mata ikan terjadi secara alami untuk memperkuat kulit di area yang terkena gesekan atau tekanan yang berlebihan.Adapun faktor risiko yang dapat mengakibatkan kulit ikan adalah:
  • Memakai sepatu yang tidak pas:
Sepatu yang terlalu longgar dapat membuat kulit kaki bergesekan.
  • Tidak memakai kaos kaki:
Menggunakan sandal atau sepatu tanpa kaos kaki, atau memakai kaos kaki dengan ukuran yang salah dapat menyebabkan gesekan di kulit kaki.
  • Memakai sepatu dengan desain tertentu:
Ada jenis sepatu yang memberikan tekanan berlebihan pada area kaki. Misalnya sepatu hak tinggi yang dapat menekan jari-jari kaki.
  • Kondisi medis tertentu:

    • Bunion:
      Benjolan tulang abnormal yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki.
    • Hammertoe:
      Kelainan yang membuat bentuk jari kaki agak menekuk seperti cakar.
    • Kelainan anatomi kaki:
      Beberapa kondisi seperti bone spur atau pertumbuhan tulang berlebih dapat mengakibatkan pergesekan terus-menerus pada kaki.

  • Kebiasaan merokok:
    Merokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah perifer sehingga jaringan subkutis pada kulit mengecil akibatnya tidak ada lemak sebagai bantalan pada kaki sehingga tulang akan lebih menekan kulit, dan menimbulkan mata ikan.
 
Tidak diperlukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis mata ikan. Dokter hanya perlu melakukan pengamatan fisik mata ikan dan kulit di sekitarnya. Mata ikan biasanya bulat dan berada di sisi dan bagian atas kaki.Perbedaan utama mata ikan dan kapalan adalah kapalan tidak menyakitkan jika disentuh, sedangkan mata ikan akan terasa menyakitkan ketika disentuh, karena meradang. 
Pengobatan mata ikan bisa dilakukan di rumah maupun dengan operasi.
  1. Perawatan di rumah
Kebanyakan mata ikan dapat diobati sendiri di rumah dengan langkah perawatan sebagai berikut:
  • Rendam mata ikan dalam air hangat selama 5-10 menit,
  • Usap lembut dengan batu apung dengan gerakan memutar atau menyamping
  • Oleskan pelembap pada kaki
  • Gunakan produk yang mengandung asam salisilat, urea, atau amonium laktat
  1. Operasi
Jika mata ikan sudah sangat mengganggu dan menimbulkan nyeri, dokter akan merekomendasikan operasi.Tindakan ini dilakukan untuk memotong kulit yang menebal pada mata ikan. Sebelumnya Anda akan dibius lokal (hanya di sekitar tempat operasi) agar tidak merasa sakit selama operasi.Dokter dapat merekomendasikan penggunaan antibiotik jika menemukan gejala infeksi akibat operasi.Baca juga: 4 Pilihan Salep Mata Ikan yang Bisa Anda Coba
Untuk memastikan mata ikan tidak semakin parah atau kambuh setelah menjalani perawatan, hindarilah pemicunya. Berikut ini beberapa langkkah yang bisa dilakukan:
  • Mengenakan sepatu dan kaus kaki dengan ukuran yang sesuai dengan benar
  • Memotong kuku kaki
  • Menggunakan bantalan sepatu atau sol empuk untuk melindungi kaki dari tekanan dan gesekan
  • Menjaga kebersihan kaki
  • Menggunakan krim pelembap secara teratur untuk mencegah kulit kaki kering
 
Jika Anda memiliki mata ikan yang sangat menyakitkan atau jika Anda menderita diabetes, kulit yang rapuh, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengobati mata ikan Anda. Cari bantuan medis jika mata ikan yang Anda alami menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti:
  • Rasa sakit yang memburuk
  • Pembengkakan
  • Kemerahan
Baca jawaban dokter: Bagaimana cara mengatasi mata ikan pada anak?
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait mata ikan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mata ikan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
My Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16896-corns-and-calluses/management-and-treatment
dikses pada 3 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-corns
dikses pada 3 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172459
dikses pada 3 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/symptoms-causes/syc-20355946
dikses pada 3 Agustus 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/cornsandcalluses.html
dikses pada 3 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/corns-and-calluses/
dikses pada 3 Agustus 2020
Podiatry Institute. http://www.podiatryinstitute.com/pdfs/Update_2012/2012_38.pdf
dikses pada 3 Agustus 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

5 Faktor Umum Penyebab Kulit Kering

Iklim tropis menjadi salah satu faktor utama masyarakat Indonesia mengalami kulit kering, Disamping itu, penyebab kulit kering dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti usia yang menua, pekerjaan, dan rokok.
13 May 2019|Aby Rachman
Baca selengkapnya
Kebiasaan merokok dapat menjadi penyebab kulit kering

Mengenal Xeroderma Pigmentosum, Kelainan Genetik Langka yang ‘Bermusuhan’ dengan Matahari

Xeroderma pigmentosum adalah kelainan genetik langka yang dapat menimbulkan gejala jika terpapar sinar UV. Gejalanya tidak hanya pada kulit saja, tetapi juga memengaruhi penglihatan dan pendengaran.
31 May 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Xeroderma pigmentosum menyebabkan penderitanya mengalami bercak di kulit

Penuaan Dini: Ciri-ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Penuaan dini umumnya disebabkan oleh radiasi sinar matahari, kontraksi otot wajah yang berulang, posisi tidur yang kurang baik, hingga kebiasaan merokok. Pada dasarnya, tanda-tanda penuaan dini sebenarnya mirip dengan penuaan kulit secara normal, hanya saja terjadi lebih awal.
11 Apr 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Membersihkan muka setidaknya dua kali sehari dapat membantu mencegah penuaan dini