Mata

Mata Berdarah

04 Oct 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mata Berdarah
Mata berdarah adalah kondisi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan mata pecah atau mengalami kerusakan. Akibatnya, seluruh atau sebagian sklera (bagian putih mata) bisa terlihat merah, ada bintik-bintik merah, atau seperti ada gumpalan darah.Bagian hitam mata (pupil) juga bisa saja mengalami perdarahan, tapi kondisi ini lebih jarang terjadi. Ada tiga jenis utama perdarahan pada mata, antara lain:

1. Perdarahan subkonjungtiva

Konjungtiva adalah bagian permukaan luar mata yang terlihat jernih. Bagian ini berfungsi untuk menutupi bagian putih mata. Konjungtiva memiliki pembuluh darah kecil dan halus yang biasanya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.Perdarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah bocor atau pecah tepat di bawah konjungtiva. Ketika hal ini terjadi, darah dapat terperangkap di pembuluh darah atau di antara konjungtiva dan bagian putih mata.Jenis perdarahan mata ini paling umum terjadi biasanya disebabkan karena bersin atau baruk yang terlalu keras atau batuk kronik. Biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau memengaruhi penglihatan. Anda mungkin tidak memerlukan perawatan untuk perdarahan subkonjungtiva. Jenis perdarahan ini biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang sekitar seminggu. 

2. Hifema

Hifema adalah perdarahan yang terjadi pada iris dan pupil, yakni bagian mata yang bulat berwarna hitam.Hal ini dapat terjadi ketika darah berkumpul di antara iris, pupil, dan kornea yang diakibatkan kerusakan atau robekan pada iris atau pupil.Perdarahan mata semacam ini lebih jarang terjadi dan bisa memengaruhi penglihatan karena darah menggenang pada bagian depan mata. Jika tidak diobati, cedera mata ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.Rasa sakit pada mata menjadi ciri utama yang membedakan hifema dan perdarahan subkonjungtiva.

3. Perdarahan di bagian mata yang lebih dalam

Pendarahan (hemorrhage) mata yang lebih dalam di belakang mata biasanya tidak terlihat di permukaan. Hal ini dapat terjadi sebagai:
  • Perdarahan vitreous yang terjadi di dalam cairan mata
  • Perdarahan subretina yang terjadi di bawah retina
  • Perdarahan submakular, terjadi di bawah makula ( bagian dari retina)
Berbagai perdarahan tersebut umumnya terjadi karena adanya pembuluh darah yang rusak atau pecah serta komplikasi dari sejumlah penyakit.Perawatan mata berdarah akan bergantung pada lokasi di mana perdarahan terjadi dan apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, mengetahui penyebab mata berdarah adalah salah satu langkah utama guna mendapatkan penanganan yang tepat. 
Sejumlah kondisi berikut ini dapat memicu perdarahan pada mata, antara lain:

Cedera

Pembuluh darah mata yang rapuh bisa pecah karena berbagai aktivitas berikut:
  • Batuk
  • Bersin
  • Muntah
  • Mengejan
  • Mengangkat sesuatu yang berat
  • Menyentakkan kepala tiba-tiba
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memakai lensa kontak dengan cara yang salah
  • Mengalami reaksi alergi
  • Menggosok mata terlalu keras
  • Menggaruk mata
  • Benturan atau pukulan di mata dan area sekitarnya

Efek samping obat-obatan

  • Obat pengencer darah. Sebuah studi mengemukakan bahwa beberapa obat pengencer darah yang diresepkan untuk mengobati dan mencegah pembekuan darah dapat meningkatkan risiko perdarahan mata. Termasuk ke dalamnya adalah:
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat-obatan NSAID yang dijual bebas juga bisa menghasilkan efek mengencerkan darah, misalnya:
  • Suplemen. Sejumlah suplemen alami yang bisa menghasilkan efek mengencerkan darah, yakni:
  • Interferon. Penelitian lainnya menyatakan bahwa Interferon yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi virus, juga bisa menimbulkan perdarahan mata.

Kondisi kesehatan tertentu

Beberapa kondisi kesehatan yang diderita oleh seseorang dapat memicu rusaknya pembuluh darah di mata dan meningkatkan risiko terjadinya mata berdarah. Sejumlah di antaranya yakni:
  • Retinopati diabetik, merupakan bentuk komplikasi diabetes yang memengaruhi mata.
  • Robekan atau ablasi retina, yakni kondisi lepasnya jaringan retina dari lapisan pembuluh darah penahannya.
  • Arteriosklerosis, yang melibatkan arteri yang kaku atau sempit
  • Aneurisma, yakni suatu kondisi di mana terdapat tonjolan abnormal yang muncul di dinding pembuluh darah.
  • Amiloidosis konjungtiva adalah kondisi yang biasanya timbul akibat infeksi kronis atau trauma pada mata.
  • Conjunctivochalasis atau konjungtivokalasis, yakni kondisi yang terjadi ketika lapisan konjungtiva bulbar pecah.
  • Degenerasi makula terkait usia
  • Posterior vitreous detachment, yang merupakan penumpukan cairan di bagian belakang mata
  • Retinopati sel sabit
  • Penyumbatan di vena retina sentral
  • Mieloma multipel, yakni kanker yang bermula pada salah satu jenis sel darah putih yang disebut sel plasma.
  • Sindrom Terson yang menyebabkan perdarahan vitreous akibat dari adanya perdarahan atau tekanan intrakranial.
  • Batuk rejan dan asma. Suatu tinjauan medis menemukan fakta bahwa bayi dan anak-anak dengan asma dan batuk rejan memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami perdarahan subkonjungtiva.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang memasok darah ke mata. Sebagai akibatnya, retina dapat rusak dan menyebabkan pendarahan di mata, penglihatan kabur, dan kehilangan penglihatan total.
  • Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah yang terkumpul di area mata juga bisa menimbulkan berbagai permasalahan di mata, termasuk mata berdarah.
  • Hemokromatosis. Suatu kondisi yang menyebabkan tubuh menyerap terlalu banyak zat besi.
  • Trombositopenia. Suatu kondisi yang menyebabkan rendahnya kadar trombosit.
  • Hemofilia, yakni suatu kondisi yang terjadi ketika seseorang tidak memiliki faktor pembekuan yang cukup dalam tubuhnya. 
  • Leukemia yang merupakan salah satu jenis kanker darah. Munculnya lesi pada retina adalah salah satu gejala umum leukimia yang menyerang mata. Kondisi ini bisa mengarah pada perdarahan mata.
  • Sindrom Stevens Johnson, yang merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi kulit dan selaput lendir. Salah satu gejalanya adalah luka pada konjungtiva yang bisa membuat mata berdarah.
  • Telangiektasis yang merupakan suatu kondisi di mana pembuluh darah kecil yang pecah berada di dekat permukaan kulit. Jika kondisi ini terjadi di area mata, maka dapat menyebabkan mata berdarah.
InfeksiSejumlah infeksi dapat membuat mata tampak berdarah. Salah satu contoh infeksi tersebut adalah mata merah atau konjungtivitis. Penyakit mata yang disebabkan oleh virus dan bakteri ini sangat umum terjadi dan bersifat sangat menular.Konjungtivitis dapat membuat bagian putih mata terlihat merah muda. Hal ini disebabkan saat mata sedang berusaha melawan infeksi sehingga lebih banyak darah yang dialirkan ke mata.Konjungtivitis tidak menyebabkan perdarahan mata secara langsung, tetapi dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa membuat pembuluh darah menjadi lebih rapuh dan pecah sehingga memicu perdarahan subkonjungtiva.
Temui dokter jika Anda mengalami perdarahan pada mata, terutama jika disertai dengan gejala lain, seperti:
  • Nyeri atau ngilu pada mata
  • Mata bengkak atau menonjol
  • Mata berair atau mengeluarkan cairan lain
  • Kemerahan pada mata
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Perubahan pada penglihatan
  • Melihat bintik-bintik kecil yang melayang (floaters) atau kilatan cahaya
  • Mata memar
Eye, The Journal of The Royal College of Ophthalmologists. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5395993/
Diakses pada 27 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/eye-bleeding#see-the-doctor
Diakses pada 27 September 2021
Clinical Ophthalmology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3702240/
Diakses pada 27 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045868#:
Diakses pada 27 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/eye-bleeding#causes
Diakses pada 27 September 2021
Medscape. https://www.emedicinehealth.com/hyphema_bleeding_in_eye/article_em.htm
Diakses pada 27 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email