Malnutrisi Energi Protein

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Reni Utari
Ketidakseimbangan asupan energi dan protein dalam tubuh, bisa menyebabkan malnutrisi energi protein.
Malnutrisi energi protein bisa mengarah pada berat badan di bawah normal, atau malah berlebihan.

Pengertian Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi terjadi ketika tubuh mengalami kelebihan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Umumnya, malnutrisi terbagi menjadi dua jenis, yaitu kekurangan nutrisi dan kelebihan nutrisi.

  • Kekurangan nutrisi (undernutrition). Malnutrisi jenis ini disebabkan karena kurangnya protein, kalori, atau zat gizi mikro. Akibatnya, malnutrisi ini mengarah pada wasting, stunting, dan underweight.
    • Wasting adalah kondisi yang ditandai oleh atrofi (pengecilan) massa tubuh dan penurunan berat badan. 
    • Stunting terjadi ketika seseorang mengalami hambatan dalam pertumbuhan, atau tidak memiliki tinggi yang ideal pada usianya (kerdil).
    • Underweight muncul pada seseorang yang memiliki berat badan di bawah rata-rata (kurus).
  • Kelebihan nutrisi (overnutrition). Malnutrisi jenis ini disebabkan oleh konsumsi nutrisi tertentu, seperti protein, kalori atau lemak, dan lainnya secara berlebihan. Akibatnya, kondisi ini mengarah pada overweight (kelebihan berat badan) atau obesitas.

Orang yang kekurangan asupan makanan (undernourished) biasanya tidak mendapatkan vitamin dan mineral, terutama zat besi, seng, vitamin A dan yodium. Mikronutrien juga dapat terjadi karena kelebihan nutrisi, tanpa adanya asupan vitamin dan mineral secara cukup, pada saat yang bersamaan.

Oleh karena itu, dalam kasus ini, kandungan makanan seperti makanan yang tinggi kalori atau lemak dan rendah nutrisi, dapat meningkatkan risiko terhadap malnutrisi. Misalnya jika terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng dan mengandung gula. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Berikut ini gejala malnutrisi, berdasarkan jenisnya.

1. Kekurangan nutrisi (undernutrition), biasanya memiliki gejala berikut ini.

  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan lemak dan massa otot
  • Pipi cekung dan mata cekung
  • Perut bengkak
  • Kulit kering dan rambut rontok
  • Kelelahan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah kesal
  • Depresi dan cemas

Selain itu, kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan defisiensi mikronutrien. Beberapa kekurangan paling umum dan gejalanya adalah sebagai berikut.

  • Kekurangan vitamin A: mata kering, rabun senja, peningkatan risiko infeksi
  • Kekurangan seng: kehilangan nafsu makan, pertumbuhan terhambat, penyembuhan luka lama, rambut rontok, diare
  • Kekurangan zat besi: gangguan fungsi otak, masalah perut dan suhu badan
  • Kekurangan yodium: pembesaran kelenjar tiroid, penurunan produksi hormon tiroid, masalah pertumbuhan dan perkembangan.

Permasalah kekurangan nutrisi yang parah, bahkan dapat meningkatkan risiko kematian.

2. Kelebihan nutrisi (overnutrition)

Tanda utama dari kelebihan nutrisi adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Berdasarkan penelitian, seseorang dengan kelebihan berat badan dan atau obesitas lebih cenderung kekurangan asupan vitamin dan mineral dan mengalami darah rendah, dibandingkan dengan seseorang yang memiliki berat badan normal.

Selain itu, orang dengan kondisi obesitas, umumnya memiliki kadar vitamin A dan E dalam darah yang 2-10% lebih rendah dibandingkan dengan seseorang yang memiliki berat badan normal.

Penyebab

Penyebab utama malnutrisi adalah:

  • Masalah kesehatan, seperti demensia atau masalah gigi yang mengakibatkan penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, kesulitan menelan, penyakit kronis, penggunaan obat-obatan, berkurangnya fungsi indra pengecap
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat memiliki efek samping seperti menurunkan nafsu makan, yang dapat meningkatkan risiko terkena malnutrisi
  • Menu makan terbatas, seperti kurangnya akses untuk mendapatkan makanan,  adanya pembatasan pada menu makanan, yang mengakibatkan kekurangan asupan garam, lemak, protein, atau gula
  • Penghasilan terbatas, yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk mendapatkan makanan memadai
  • Gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau penyakit mental lainnya, yang dapat meningkatkan risiko terkena malnutrisi
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan, dan dapat mengganggu pencernaan serta penyerapan nutrisi

Diagnosis

Dalam mendiagnosis malnutrisi, dokter terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik pasien, untuk mengetahui indeks massa tubuh, melalui pengukuran berat dan tinggi badan. Selanjutnya, dokter akan menanyakan pola makan, serta riwayat penyakit dan obat yang sering pasien konsumsi. Setelah itu, jika diperlukan, pasien akan menjalani beberapa tes lanjutan seperti tes darah, hemoglobin, pemeriksaan urine dan tinja, dll.

Pengobatan

Dokter biasanya merekomendasikan langkah-langkah ini untuk mengatasi malnutrisi.

  • Mengubah menu makan, yaitu dengan membuat daftar menu makan khusus untuk memastikan penderita mendapatkan nutrisi yang cukup, dengan mengonsumsi makanan sehat.
  • Penderita yang mengalami masalah menelan atau terkena penyakit kronis. dapat memperoleh asupan nutrisi melalui: 
    • Tabung nasogastric, yaitu tabung yang melewati hidung dan masuk ke lambung
    • Tabung yang ditempatkan langsung ke perut atau usus, melalui kulit perut
    • Nutrisi parenteral, yaitu nutrisi yang dimasukkan langsung ke dalam darah melalui tabung vena atau infus 
  • Memberikan perhatian ekstra untuk membantu pemenuhan nutrisi dan akses makanan

Selain itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, organisasi independen, individu dan masyarakat, untuk mengurangi angka malnutrisi. Sebab, malnutrisi merupakan permasalahan yang sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan luar. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa cara paling efektif untuk mengurangi penyakit malnutrisi adalah dengan menyediakan suplemen makanan yang mengandung zat besi, seng, dan yodium, dan memberikan pendidikan gizi. 

Pencegahan

Cara paling efektif untuk mencegah malnutrisi adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, yaitu antara lain dengan:

  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Mengonsumsi roti, nasi, kentang, pasta, atau makanan bertepung lainnya
  • Mengonsumsi susu atau makanan olahan susu
  • Mengonsumsi daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein non-susu lainnya.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan yang berisiko terhadap malnutrisi. Selain itu, apabila Anda atau orang terdekat mengalami tanda-tanda terkena malnutrisi, segera temui dokter. Dengan demikian, dokter dapat memberikan perawatan yang sesuai, seperti membuat daftar menu makanan atau memberikan suplemen. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum melakukan konsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan sebuah catatan untuk menulis daftar menu yang akan dikonsumsi secara teratur, dan suplemen yang mungkin akan dokter berikan pada Anda. Jangan lupa tanyakan kepada dokter mengenai kemungkinan pemeriksaan lanjutan melalui beberapa tes.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/malnutrition#definition
Diakses pada 4 Januari 2019 

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/caregivers/in-depth/senior-health/art-20044699
Diakses pada 4 Januari 2019 

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/
Diakses pada 4 Januari 2019 

WHO. https://www.who.int/topics/malnutrition/en/
Diakses pada 4 Januari 2019 

Back to Top